AS Lancarkan Serangan Lagi ke Iran setelah Trump Sebut Gencatan Senjata Telah Berakhir - Tribunnews

Ringkasan Berita:
- AS kembali menyerang target Iran sebagai balasan atas serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.
- Donald Trump menyatakan gencatan senjata telah berakhir dan meragukan tercapainya kesepakatan dengan Teheran.
- Di tengah eskalasi konflik, Iran masih menggelar prosesi pemakaman Ali Khamenei.
TRIBUNNEWS.COM - Militer AS melancarkan serangan malam kedua terhadap target Iran pada Rabu (8/7/2026) malam atau Kamis dini hari waktu Indonesia.
Serangan itu disebut sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial pada awal pekan ini.
Mengutip CBS News, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan akan ada serangan lanjutan selama KTT NATO sebelumnya pada hari itu.
Ketika ditanya mengenai gencatan senjata dengan Iran, ia mengatakan, "Sejauh yang saya ketahui, itu sudah berakhir."
Trump juga mengatakan tidak yakin ingin membuat kesepakatan dengan Iran.
Ia menyebut para pemimpin Iran "sakit" dan menyatakan bahwa berurusan dengan mereka hanya membuang-buang waktu.
Dilansir Al Monitor, Trump kembali menegaskan tujuan perangnya, yakni memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir.
Ia menyiratkan bahwa tujuan tersebut mungkin akan dicapai tanpa kesepakatan.
"Mereka tidak akan pernah membangun senjata nuklir di bawah kesepakatan kita, tetapi saya tidak tahu apakah kita akan memiliki kesepakatan. Kita mungkin akan melakukannya tanpa kesepakatan, karena Anda tahu, itu lebih mudah, karena orang-orang ini, mereka berbohong dan mereka curang," kata Trump.
Dalam eskalasi permusuhan yang mendorong harga minyak naik tajam, Iran mengatakan telah menargetkan situs militer AS di Bahrain dan Kuwait setelah pasukan AS menyerang target Iran sebagai tanggapan atas serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.
Baca juga: Trump Hina Bangsa Iran di KTT NATO, IRGC Balas dengan Peluncuran Rudal ke Markas AS
Ledakan di Iran
Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan ledakan terdengar di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran selatan, pada Rabu malam waktu setempat.
Penyebab ledakan tersebut belum diketahui.
Namun, Bandar Abbas sebelumnya kerap menjadi sasaran serangan AS terhadap Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran: AS Langgar MoU
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada Rabu bahwa Amerika Serikat telah melanggar memorandum kesepahaman (MoU) dengan Iran dengan menentang klausul mengenai jalur aman di Selat Hormuz dan melancarkan serangan terhadap Iran.
"Memorandum kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat, sejak langkah pertama, dirancang bukan atas dasar kepercayaan, tetapi atas dasar mekanisme 'komitmen untuk komitmen' yang jelas," kata Esmaeil Baghaei di X.
Baghaei mengatakan Pasal 5 memorandum tersebut menegaskan tanggung jawab Iran dalam menentukan pengaturan jalur aman kapal melalui Selat Hormuz.
Namun, menurutnya, AS telah melanggar klausul tersebut melalui tindakan sepihak.
"Republik Islam Iran akan dengan tegas mengejar perlindungan kepentingan nasionalnya dan pelaksanaan kedaulatannya," katanya.
Iran Disibukkan dengan Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Serangan terbaru AS yang terjadi selama dua hari berturut-turut berlangsung ketika Iran tengah menggelar rangkaian upacara pemakaman mantan pemimpin tertinggi, Ali Khamenei.
Upacara tersebut berlangsung selama sepekan, dimulai pada 4 Juli hingga prosesi pemakaman terakhir pada 9 Juli.
Ribuan pelayat menghadiri prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei pada Rabu di kota-kota suci Irak, Najaf dan Karbala, sebelum dikembalikan ke Iran.
Khamenei tewas pada akhir Februari dalam serangan besar-besaran AS dan Israel terhadap Iran yang memicu perang.
Pemimpin tertinggi berusia 86 tahun itu termasuk di antara sejumlah pejabat senior Iran yang tewas dalam serangan tersebut.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)