Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Flydubai Kasus Spesial

    Drama 'Pembajakan' FlyDubai Menuju Israel: Pilot Ditikam, Pesawat Menukik 4.300 Meter dalam Hitungan Detik - SindoNews

    8 min read


    A A A

    Penerbangan FlyDubai FZ1073 dari Dubai, UEA, menuju Tel Aviv, Israel, berubah jadi situasi yang nyaris berujung tragedi setelah terjadi kekerasan di dalam kokpit, Rabu (30/9/2026). Foto/NDTV

    TEL AVIV - Penerbangan FlyDubai FZ1073 dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menuju Tel Aviv, Israel, berubah menjadi situasi yang nyaris berujung tragedi setelah terjadi kekerasan di dalam kokpit. Seorang pilot ditikam oleh kopilotnya, sementara pesawat tiba-tiba menukik tajam dan kehilangan ribuan meter ketinggian dalam hitungan detik.

    Di tengah kepanikan, sejumlah penumpang dan awak pesawat nekat masuk ke kokpit untuk menghentikan penyerang. Pesawat Boeing 737 itu kemudian berhasil dikendalikan dan dialihkan ke Arab Saudi sebelum akhirnya mendarat dengan selamat di Tabuk.

    Baca Juga: Pertengkaran Pilot dan Ko-pilot Picu Kode Pembajakan Penerbangan Dubai ke Tel Aviv

    Seluruh 174 penumpang, termasuk 27 anak-anak, kemudian diterbangkan kembali ke Israel menggunakan pesawat pengganti. Insiden ini memicu ketakutan luar biasa karena pesawat mengirim kode darurat yang mengindikasikan dugaan pembajakan.

    Insiden tersebut terjadi pada Rabu (30/9/2026), sekitar dua setengah jam setelah pesawat meninggalkan Dubai menuju Tel Aviv. Ketika itu, pesawat tengah melintasi kawasan dekat perbatasan Arab Saudi dan Yordania.

    Menurut data pelacakan penerbangan yang dikutip Flightradar24, pesawat mengalami penurunan tajam sekitar 14.000 kaki atau 4.300 meter dalam waktu kurang dari 30 detik. Perubahan ketinggian ekstrem tersebut kemudian diikuti serangkaian manuver tidak normal sebelum pesawat berhasil kembali dikendalikan.

    Situasi semakin genting ketika pesawat mengirimkan kode darurat. Kode 7700, yang menandakan keadaan darurat umum, sempat dipancarkan. Tidak lama kemudian, transponder pesawat berubah menjadi kode 7500 yang digunakan untuk menandakan intervensi ilegal atau dugaan pembajakan.

    Israel pun mengerahkan jet tempur untuk mengantisipasi kemungkinan pembajakan terhadap pesawat yang membawa banyak warga Israel tersebut. Jet-jet tempur itu kemudian kembali setelah situasi pesawat diketahui dapat dikendalikan.

    Pilot Ditikam di Dalam Kokpit

    Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengatakan bahwa salah satu pilot menikam pilot lainnya dan diduga berusaha menjatuhkan pesawat.

    Menurut Netanyahu, penyerang berusaha mengganggu sistem pesawat setelah melakukan serangan di kokpit.

    Namun, FlyDubai belum mengonfirmasi secara rinci kronologi tersebut. Maskapai hanya mengatakan telah terjadi “insiden” atau perkelahian di dek penerbangan dan pesawat berhasil diamankan oleh awak FlyDubai yang berada di dalam penerbangan.

    “Pada tahap awal ini, alasan dan motif yang mendasari kejadian tersebut belum diketahui dan masih menjadi bagian dari penyelidikan resmi,” kata FlyDubai, yang dikutip Al Jazeera, Kamis (1/10/2026). Maskapai juga meminta semua pihak menghindari spekulasi sebelum fakta lengkap terungkap.

    Kedua pilot (pilot dan kopilot) mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit setelah pesawat mendarat di Tabuk.

    Kapten pesawat kemudian diidentifikasi sebagai warga negara India bernama Smit Machchhar. Kedutaan Besar India di Arab Saudi mengatakan Machchhar menjalani perawatan di rumah sakit di Tabuk dan kondisinya dilaporkan stabil.

    Penumpang Terobos Kokpit

    Di tengah pesawat yang sedang mengalami penurunan tajam, sejumlah penumpang menyadari ada sesuatu yang sangat tidak beres.

    Menurut kesaksian penumpang, orang-orang di bagian depan pesawat melihat kondisi kokpit dan kemudian berusaha masuk untuk membantu.

    Netanyahu mengatakan seorang penumpang bersama anggota awak berhasil masuk ke kokpit dan melumpuhkan pilot yang diduga menyerang rekannya.

    “Saya memberikan penghormatan kepada para pahlawan ini yang menunjukkan kecerdikan dan keberanian luar biasa,” kata Netanyahu, seraya mengatakan tindakan mereka menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah bencana besar.

    Salah satu penumpang yang disebut terlibat dalam upaya tersebut mengatakan kepada media bahwa tiga warga Israel membantu mengendalikan pelaku.

    Dalam kesaksian lainnya, seorang penumpang mengatakan ketiga orang tersebut bahkan menggunakan kabel headphone untuk mengikat pelaku. Mereka disebut membutuhkan waktu hampir 25 menit untuk melumpuhkannya.

    Sementara itu, seorang juru bicara kantor Netanyahu mengatakan pilot yang terluka masih memiliki cukup tenaga untuk membuka pintu kokpit. Tindakan tersebut memungkinkan penumpang dan awak masuk serta membantu menghentikan penyerang.

    Pesawat Dialihkan ke Arab Saudi

    Setelah situasi di dalam kokpit berhasil dikendalikan, pesawat tidak melanjutkan penerbangan menuju Tel Aviv.

    Pesawat berbelok menuju Tabuk, Arab Saudi, dan meminta izin melakukan pendaratan darurat.

    Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Pangeran Sultan bin Abdulaziz di Tabuk. Kedua pilot kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

    Pendaratan di Arab Saudi juga menciptakan situasi diplomatik yang tidak biasa karena para penumpang sebagian besar merupakan warga Israel, sementara Arab Saudi dan Israel belum memiliki hubungan diplomatik formal.

    Namun, setelah berada di Tabuk, para penumpang kemudian diterbangkan menggunakan pesawat FlyDubai pengganti menuju Tel Aviv.

    Pesawat penyelamat tersebut akhirnya tiba di Bandara Ben Gurion pada Rabu sore. Netanyahu turut berada di bandara untuk menemui para penumpang.

    Siapa Pilot yang Ditikam?

    Kapten Smit Machchhar kemudian menjadi salah satu tokoh utama dalam insiden tersebut.

    Menurut laporan Indian Express, Machchhar sebelumnya bekerja untuk maskapai India SpiceJet selama sekitar 11 tahun sebelum bergabung dengan FlyDubai pada Juni 2022. Ia merupakan pilot Boeing 737 dan disebut memiliki pengalaman penerbangan sekitar 9.750 jam.

    Kedutaan Besar India di Arab Saudi kemudian mengonfirmasi bahwa Machchhar dirawat di rumah sakit di Tabuk.

    Netanyahu memuji keberaniannya dan menyebut pilot India tersebut berperan penting dalam mencegah pesawat jatuh.

    Siapa Penyerangnya dan Apa Motifnya?

    Di sinilah misteri terbesar insiden tersebut masih belum terjawab. Seorang pejabat Israel mengidentifikasi penyerang sebagai warga negara Oman.

    Netanyahu mengatakan orang yang diduga melakukan serangan telah ditangkap oleh otoritas Saudi setelah pesawat mendarat. Namun, identitas dan kewarganegaraan tersebut belum seluruhnya diverifikasi secara independen.

    Motif serangan juga belum diketahui. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan informasi awal menunjukkan adanya dugaan niat untuk menjatuhkan pesawat dan menewaskan seluruh penumpang. Dia menyebut insiden tersebut sebagai dugaan serangan teroris.

    Namun, penilaian tersebut belum menjadi kesimpulan penyelidikan.

    FlyDubai secara resmi menegaskan bahwa motif di balik peristiwa tersebut masih belum diketahui dan sedang diselidiki.

    Sejumlah laporan juga menyebut pejabat keamanan Israel saat ini tidak menemukan indikasi bahwa Iran atau negara lain terlibat dalam insiden tersebut.

    Bagaimana Pisau Bisa Masuk ke Kokpit?

    Pertanyaan lain yang segera muncul adalah bagaimana senjata tajam dapat digunakan dalam serangan di dalam kokpit.

    Pilot dan awak penerbangan menjalani pemeriksaan keamanan sebelum bertugas. Karena itu, kemampuan seseorang membawa pisau hingga berada di dalam pesawat menjadi salah satu aspek yang kemungkinan akan diperiksa dalam penyelidikan.

    Belum diketahui secara pasti ukuran pisau yang digunakan maupun bagaimana senjata tersebut bisa berada di dalam pesawat.

    Insiden ini juga kembali menyoroti keamanan kokpit modern.

    Pintu kokpit pesawat komersial dikunci selama penerbangan dan dirancang untuk mencegah orang dari luar memasuki ruang pilot tanpa izin. Sistem keamanan tersebut diperketat secara signifikan setelah serangan 11 September 2001 atau serangan 9/11 di Amerika Serikat (AS).

    Namun, dalam kasus FlyDubai FZ1073, situasinya menjadi sangat tidak biasa karena ancaman justru diduga berasal dari salah satu orang yang berada di dalam kokpit.

    Mengingatkan pada Tragedi Germanwings

    Kasus FlyDubai juga mengingatkan dunia penerbangan pada insiden Germanwings Flight 9525 pada 2015.

    Dalam tragedi tersebut, kopilot mengunci kapten di luar kokpit dan dengan sengaja mengarahkan pesawat menuju pegunungan di Prancis. Seluruh 150 orang di dalam pesawat tewas.

    Perbedaannya, dalam kasus FlyDubai, penumpang dan awak berhasil memasuki kokpit dan menghentikan dugaan serangan sebelum pesawat mengalami kecelakaan.

    Masih Banyak Pertanyaan yang Belum Terjawab

    Meski seluruh penumpang akhirnya tiba dengan selamat di Israel, insiden FZ1073 meninggalkan sejumlah pertanyaan besar.

    Apa sebenarnya yang memicu pertengkaran di dalam kokpit? Mengapa salah satu pilot menyerang rekannya? Bagaimana pisau bisa berada di dalam pesawat? Apa tujuan sebenarnya dari serangan tersebut? Dan sejauh mana pesawat telah kehilangan kendali sebelum para penumpang berhasil masuk ke kokpit?

    Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan.

    (mas)

    Komentar
    Additional JS