Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Benjamin Netanyahu Berita Featured Israel Konflik Timur Tengah Netanyahu Qatar Spesial

    PM Qatar: Netanyahu Itu Penjahat Perang, Kami Diserang Israel saat Mediasi - SindoNews

    2 min read

     


    A A A

    PM Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani secara terbuka menyebut PM Israel Benjamin Netanyahu sebagai penjahat perang. Foto/Kantor Komunikasi Pemerintah Qatar

    DOHA - Perdana Menteri (PM) Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani secara terbuka menyebut PM Israel Benjamin Netanyahu sebagai "penjahat perang". Dia menegaskan bahwa Doha akan melanjutkan upaya mediasi meskipun ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat.

    Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Inggris; Piers Morgan, PM Al Thani—yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Qatar—ditanya apakah dia menganggap Netanyahu sebagai penjahat perang.

    Baca Juga: PM Israel Netanyahu Sebut Qatar Musuh: 'Saya Menyerangnya, Juga Mengebomnya'

    Dia menjawab: "Tentu saja. Apa yang telah dilakukan di Gaza adalah kejahatan perang, dan siapa pun yang bertanggung jawab atas hal ini adalah penjahat perang."

    "Rumah sakit telah menjadi sasaran, sekolah juga telah menjadi sasaran. Apa pun pembenaran dan argumennya, tidak ada yang dapat membenarkan tindakan ini," imbuh dia, yang dilansir Al Jazeera, Kamis (1/10/2026).

    Perdana Menteri Qatar juga menyinggung serangan Israel terhadap Qatar pada awal September tahun lalu, ketika Israel menargetkan para pejabat Hamas saat Doha sedang melakukan upaya mediasi.

    "Kami diserang oleh Israel saat kami sedang melakukan mediasi," ujarnya. "Netanyahu telah melampaui batas, sama seperti dia telah melampaui batas-batas lainnya sebelumnya," lanjut dia.

    Terlepas dari meningkatnya ketegangan regional, dia mengisyaratkan kesiapan Qatar untuk melanjutkan upaya diplomasi dan mediasi.

    "Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan saran terbaik kepada pemerintah AS mengenai cara mencapai solusi, begitu pula kepada pihak Iran," katanya.

    (mas)

    Komentar
    Additional JS