Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Gencatan Senjata Iran Konflik Timur Tengah Selat Hormuz Spesial

    Trump Larang Iran Tarik Pungutan di Selat Hormuz, Sebut Tak Sesuai Kesepakatan Gencatan Senjata - Kompas TV

    3 min read

     

    Trump Larang Iran Tarik Pungutan di Selat Hormuz, Sebut Tak Sesuai Kesepakatan Gencatan Senjata

    Sebuah kapal kargo berlayar di Teluk Arab menuju Selat Hormuz di Uni Emirat Arab, Minggu (15/3/2026). (Sumber: AP Photo/Altaf Qadri)

    WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melarang Iran menarik pungutan uang ke kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.

    Trump menegaskan pungutan kepada kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz tidak sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata.

    Diketahui, setelah gencatan senjata terjadi pada Rabu (8/4/2026), Iran akan membuka Selat Hormuz. Namun, dilaporkan Iran akan menarik pungutan bagi kapal-kapal yang melintas.

    Baca Juga: Gencatan Senjata Iran-AS Hanya Jeda Taktis, Pakar Sebut Israel Siap Perang Tanpa Akhir

    Kabar adanya pungutan tersebut membuat Trump bereaksi. Ia melarang Iran menarik pungutan tersebut.

    "Ada laporan bahwa Iran menarik pungutan untuk kapal yang melewati Selat Hormuz," tulis Trump di media sosial Truth, Kamis (9/4/2026) dikutip dari Axios.

    "Sebaiknya mereka tak melakukan itu. Jika melakukannya, mereka lebih baik berhenti sekarang."

    Pada unggahan yang lain, Trump menegaskan pungutan untuk kapal yang lewat Selat Hormuz tak sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata.

    "Iran melakukan pekerjaan yang buruk, beberapa mengatakan tak terhormat jika mengizinkan minyak melewati Selat Hormuz. Itu bukan kesepakatan yang kita miliki," tuturnya.

    Sebelumnya, Financial Times melaporkan Iran menuntut hak memberlakukan pungutan ke kapal yang melewati Selat Hormuz.

    Menurut media tersebut, pungutan yang dibebankan sebesar 1 dolar AS atau setara Rp17.000 untuk setiap barel minyak yang dibawa kapal tersebut. Pembayaran pungutan tersebut dilaporkan menggunakan mata uang kripto.

    Baca Juga: Rusia Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Sebut Gencatan Senjata Iran-AS Terancam Gagal

    Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, pada Kamis, mengeluarkan pesan umum terbaru yang mengatakan Iran akan membawa manajemen Selat Hormuz ke tingkatan yang baru.

    Namun, hal itu diyakini termasuk menetapkan pungutan, yang diperkirakan akan membuat harga minyak global akan terus meningkat. Juga kebijakan itu bakal melanggar norma pelayaran bebas internasional.


    Komentar
    Additional JS