Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Benjamin Netanyahu Berita Dunia Internasional Featured Gencatan Senjata Konflik Timur Tengah Lebanon Netanyahu Spesial

    Netanyahu Siap Bernegosiasi dengan Lebanon, tapi Gencatan Senjata Tak akan Terjadi - Kompas TV

    7 min read

     

    Netanyahu Siap Bernegosiasi dengan Lebanon, tapi Gencatan Senjata Tak akan Terjadi

    TEL AVIV, KOMPAS.TV - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan pihaknya siap bernegosiasi dengan Lebanon.

    Namun, ia menegaskan gencatan senjata antara Israel-Lebanon tak akan terjadi sebelum pembicaraan tersebut.

    Pada pernyataannya, Kamis (9/4/2026), Netanyahu telah memerintahkan pemerintahannya untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Lebanon.

    Dikutip dari Associated Press, Netanyahu memerintahkan agar negosiasi dilakukan secepatnya.

    Pembicaraan tersebut bertujuan untuk melucuti Hizbullah dan membentuk hubungan antara Israel-Lebanon.

    Secara teknis, Israel dan Lebanon telah berperang sejak Israel dibentuk pada 1948.

    Meski negosiasi dilakukan, Netanyahu menegaskan tak akan ada gencatan senjata di antara mereka.

    Belum ada respons dari Lebanon terkait rencana negosiasi dengan Israel.

    Namun, menurut pejabat AS yang mengerti rencana tersebut mengatakan negosiasi Israel-Lebanon akan dimulai pekan depan di Departemen Luar Negeri AS di Washington.

    Rencana pembicaraan ini muncul setelah sebelumnya serangan Israel ke Lebanon, Rabu (8/4) disebut akan memengaruhi gencatan senjata Iran dan AS.

    Iran menegaskan serangan Israel ke Lebanon telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan AS.

    Teheran menegaskan dihentikannya serangan ke Lebanon termasuk bagian dari gencatan senjata.

    Namun, pihak AS lewat Wakil Presiden JD Vance menegaskan bahwa itu hanya salah paham pihak Iran.

    Vance menegaskan AS tak pernah menyepakati penghentian serangan Israel ke Lebanon.

    Hizbullah yang merupakan milisi pro-Iran, memiliki basis di Lebanon dan ikut menyerang Israel setelah perang Iran vs AS-Israel pecah pada 28 Februari lalu.

    Sumber : Associated Press


    Komentar
    Additional JS