Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Pasukan Perdamaian PBB Spesial

    Indonesia Inisiasi Pernyataan Bersama Keselamatan dan Keamanan Pasukan Perdamaian PBB, Ini Isinya - Kompas TV

    4 min read

     

    Indonesia Inisiasi Pernyataan Bersama Keselamatan dan Keamanan Pasukan Perdamaian PBB, Ini Isinya

    Duta Besar RI untuk PBB Umar Hadi memberikan pernyataan bersama terkait Keamanan dan Keselamatan Pasukan Perdamaian PBB, Kamis (9/4/2026). (Sumber: Kemlu.go.id)

    NEW YORK, KOMPAS.TV Indonesia menginisiasi pernyataan bersama keselamatan dan keamanan pasukan perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Tindakan tersebut dilakukan merespons situasi keamanan di Lebanon saat ini yang berdampak terhadap pasukan penjaga perdamaian.

    Pernyataan bersama tersebut mendapat dukungan dari negara-negara kontributor pasukan UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon), serta sejumlah negara lainnya.

    Baca Juga: Kendaraan Pasukan UNIFIL Asal Italia Ditembak di Lebanon, Roma Langsung Panggil Dubes Israel

    Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi membacakan pernyataan gabungan tersebut dalam media stakeout yang diselenggarakan Indonesia dan Prancis di Markas Besar PBB, New York, Kamis (9/4/2026).

    Sejumlah perwakilan berbagai negara seperti Inggris, China, Rusia, Pakistan, Spanyol, Bahrain dan Malaysia turut menghadiri pernyataan.

    Tercatat sebanyak 73 negara dan pengawas PBB telah bergabung dalam pernyataan gabungan ini hingga Kamis, pukul 16.30 waktu New York.

    Dalam pernyataan gabungan tersebut negara-negara kontributor UNIFIL itu menyampaikan keprihatinan atas eskalasi di Lebanon sejak 2 Maret 2026.

    Apalagi, hal itu berdampak terhadap keselamatan dan keamanan personel pasukan penjaga perdamaian.

    “Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar,” ujar Umar Hadi, mengutip siaran pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jumat (10/4).

    “Kami mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menggunakan seluruh instrumen yang tersedia guna memperkuat perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian di tengah situasi yang semakin berbahaya,” tambahnya.

    Sebelumnya seperti Kompas.tv memberitakan, tiga prajurit TNI gugur di Lebanon karena serangan yang mendera markas UNIFIL.

    Ketiga tewas dalam dua insiden berbeda dengan jarak waktu yang berdekatan.

    Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric  mengungkapkan berdasarkan temuan awal, satu prajurit TNI di UNIFIL tewas karena proyektil dari tank Israel.

    Sedangkan dua prajurit TNI lainnya gugur karena peledak buatan yang kemungkinan besar ditempatkan Hizbullah.

    “Ini adalah penemuan awal, berdasarkan bukti fisik awal,” kata Dujarric, Selasa (7/4/2026) dikutip dari The Jerusalem Post.

    Ia pun menambahkan bahwa proses penyelidikan menyeluruh telah dilakukan termasuk dengan pihak yang terlibat.

    Baca Juga: Netanyahu Siap Bernegosiasi dengan Lebanon, tapi Gencatan Senjata Tak akan Terjadi

    Dujarric juga mengatakan insiden tersebut tak bisa diterima, dan mereka termasuk dalam kejahatan perang di bawah hukum internasional.

    Pasukan Israel juga sempat menembaki kendaraan tentara UNIFIL Italia, namun tak ada korban luka.

    Insiden tersebut kemudian membuat Italia memanggil Duta Besar Israel.

     


    Komentar
    Additional JS