Detail 3 Kapal yang Ditahan Iran, Salah Satunya Diduga Terafiliasi Israel - Tribunnews
Detail 3 Kapal yang Ditahan Iran, Salah Satunya Diduga Terafiliasi Israel
Ringkasan Berita:
- Iran menahan tiga kapal komersial di Selat Hormuz pada Rabu (22/4/2026) dengan dalih pelanggaran navigasi dan sebagai respons atas blokade AS
- Kapal Epaminondas (Yunani/Liberia) dihujani tembakan oleh armada IRGC hingga mengalami kerusakan fatal
- Kapal MSC Francesca (Panama) dikuasai oleh personel bersenjata IRGC tanpa tembakan, dengan tuduhan afiliasi tersembunyi dengan Israel
- Kapal Euphoria (UEA/Panama dicegat oleh kapal cepat bersenjata saat berlayar menuju Jeddah dan dipaksa mematikan mesin
TRIBUNNEWS - Ketegangan maritim di Timur Tengah kembali memanas setelah Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan mencegat dan menahan tiga kapal komersial internasional secara beruntun di kawasan Selat Hormuz pada Rabu (22/4/2026).
Serangan Iran di Selat Hormuz ini sendiri terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata.
Pihak Iran berdalih bahwa tindakan tersebut diambil karena kapal-kapal tersebut dianggap melanggar aturan navigasi.
Selain itu, Iran mengklaim langkah ini dilakukan sebagai respons blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Langkah agresif ini memicu kekhawatiran global terkait keamanan jalur logistik yang mengangkut seperlima pasokan minyak dunia.
Berikut adalah rincian detail dari ketiga kapal yang kini berada di bawah kendali otoritas Iran:
1. Kapal Epaminondas (Kapal Yunani Berbendera Liberia)
Baca juga: Yunani Konfirmasi Kapal dari Negaranya Ikut Diserang Iran di Selat Hormuz
Kapal pertama yang menjadi sasaran eskalasi ini adalah Epaminondas, sebuah kapal kontainer berbendera Liberia yang dioperasikan penuh oleh perusahaan pelayaran asal Yunani.
Mengutip dari CNN International, Menteri Luar Negeri Yunani, Giorgos Gerapetritis.
Gerapetritis mengonfirmasi secara langsung bahwa kapal tersebut diserang saat berusaha keluar dari perairan Selat Hormuz.
Gerapetritis menyebut situasi ini sangat mengkhawatirkan dan telah menginstruksikan seluruh armada Yunani untuk menghindari kawasan tersebut.
Melansir dari laporan intelijen maritim Ambrey yang berbasis di Inggris, kapal Epaminondas tidak sekadar dicegat.
Epaminondas dikabarkan juga dihujani tembakan oleh armada kapal cepat IRGC.
Serangan proyektil tersebut menyebabkan kerusakan fatal pada bagian anjungan kapal dan melumpuhkan sistem navigasi yang ada.
Akibatnya, kapal kehilangan kendali dan dipaksa berbelok menuju perairan teritorial pesisir Iran.

Penangkapan kapal tersebut juga dikonfirmasi oleh laporan terbaru dari media pemerintah Iran dan lembaga intelijen maritim Vanguard
2. Kapal MSC Francesca (Kapal Diduga Afiliasi Israel Berbendera Panama)
Kapal kedua yang ditahan dalam operasi maritim Iran adalah MSC Francesca, sebuah kapal kargo raksasa yang berlayar menggunakan bendera Panama.
Melansir dari buletin peringatan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) yang dirilis ke publik oleh Reuters, kapal ini dicegat secara tiba-tiba di titik koordinat sekitar 8 mil laut di sebelah barat lepas pantai Iran.
Berbeda dengan Epaminondas, tidak ada laporan tembakan langsung yang diarahkan ke kapal ini.
Namun demikian, kapal beserta seluruh awaknya langsung dikuasai oleh personel bersenjata IRGC yang naik ke atas dek.
Mengutip dari laporan Al Jazeera English, sumber-sumber militer di Teheran mengklaim bahwa penahanan MSC Francesca dilakukan karena kapal tersebut dituduh mematikan Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) guna menghindari deteksi radar.
Selain itu, IRGC menuduh kapal ini memiliki afiliasi bisnis tersembunyi dengan entitas ekonomi yang terafiliasi dengan Israel, menjadikannya target sah dalam operasi blokade balasan yang dilakukan Iran.
3. Kapal Euphoria (Kapal UEA berbendera Panama)
Baca juga: Iran Kembali Tembaki Kapal di Selat Hormuz, Perundingan Damai dengan AS Makin Terancam
Target ketiga dalam rangkaian penahanan 24 jam ini adalah kapal komersial Euphoria.
Pada laporan awal saat insiden baru saja terjadi, beberapa media pemerintah Iran sempat salah mengidentifikasi dan menyebut bahwa Euphoria adalah kapal berbendera Panama milik Yunani.
Namun, data pelacakan maritim internasional dan lembaga keamanan laut kemudian meluruskan fakta bahwa kapal tersebut berafiliasi kuat dengan perusahaan asal UEA dan memiliki rute operasional normal yang menghubungkan Timur Tengah, India, dan Mediterania.
Saat dicegat, kapal ini diketahui sedang dalam pelayaran menuju Jeddah, Arab Saudi.
Nasib kapal ini sedikit berbeda dibandingkan dengan dua kapal sebelumnya yang langsung ditarik ke pelabuhan militer Iran.
Mengutip dari publikasi analisis maritim Vanguard, Euphoria dicegat oleh sedikitnya dua kapal motor cepat bersenjata milik IRGC saat berada di jalur transit utama.
Aparat Iran memaksa kapal tersebut untuk menghentikan mesinnya.
Melansir Associated Press (AP), pantauan satelit terakhir menunjukkan bahwa Euphoria kini dalam kondisi terhenti atau berlabuh paksa di dekat garis pantai perairan Iran.
Kapal ini berada di bawah pengawasan ketat armada patroli laut IRGC, sementara negosiasi radio antara kapten kapal dan otoritas pelabuhan Iran dikabarkan masih berlangsung.
(Tribunnews.com/Bobby)