0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Rusia Spesial

    Sanksi Barat Gagal Bendung Minyak Rusia, Permintaan Global Tetap Tinggi --Republika

    13 min read

     

    Sanksi Barat Gagal Bendung Minyak Rusia, Permintaan Global Tetap Tinggi

    pendapatan minyak Rusia sempat melonjak signifikan akibat kenaikan harga global.

    Rep: Erdy Nasrul

    Tangkapan layar Eksplorasi minyak Rusia Sakhalin

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sanksi Barat terhadap Rusia yang dimaksudkan untuk menekan pendapatan energi Moskow justru menghadapi realitas yang lebih kompleks. Di tengah konflik geopolitik dan gangguan pasokan global, minyak Rusia tetap mengalir dan bahkan semakin diminati oleh sejumlah negara.

    Laporan dari Reuters menunjukkan bahwa ekspor minyak Rusia tetap stabil, bahkan meningkat melalui jalur laut meski menghadapi serangan terhadap infrastruktur energi dan pembatasan logistik. Hal ini menandakan ketahanan sistem ekspor Rusia yang belum tergoyahkan.

    Sponsored

    Badan Energi Internasional atau International Energy Agency mencatat pendapatan minyak Rusia sempat melonjak signifikan akibat kenaikan harga global. Lonjakan ini sebagian dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang mengganggu keseimbangan pasokan energi dunia.

    Dalam situasi tersebut, banyak negara justru beralih ke minyak Rusia sebagai alternatif yang lebih terjangkau. China dan India menjadi dua pembeli terbesar yang menyerap sebagian besar ekspor Rusia pasca-sanksi Barat.

    Menurut laporan Associated Press, pergeseran arus perdagangan energi global memperlihatkan bahwa sanksi Barat tidak menghentikan permintaan, melainkan mengubah arah pasar ke Asia dan Global South.

    Pipa Druzhba yang menjadi jalur utama distribusi minyak Rusia ke Eropa juga kembali menjadi pusat perhatian. Gangguan pada jalur ini terbukti berdampak langsung terhadap stabilitas energi kawasan.

    Di Eropa sendiri, sikap terhadap minyak Rusia mulai menunjukkan dinamika baru. Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, pernah menyinggung pentingnya pendekatan pragmatis dalam menghadapi krisis energi.

    Sementara itu di Hungaria, pemerintahan di bawah Péter Magyar menegaskan bahwa negaranya belum dapat sepenuhnya melepaskan ketergantungan pada energi Rusia.

    Budapest bahkan menjadikan aliran minyak Rusia sebagai bagian dari negosiasi politik dengan Uni Eropa dan Ukraina, terutama terkait pipa Druzhba.

    Perdana Menteri Hungaria yang baru terpilih, Péter Magyar, secara terbuka mendesak Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, untuk melanjutkan transit minyak Rusia melalui pipa Druzhba.

    sumber : Antara

    Berita Terkait

    Tak Tahan Lagi, Industri Eropa Terancam Mati Jika Tak Segera Deraskan Impor Minyak Rusia

    Bisnis - 5 jam yang lalu

    Hungaria Murka: Ukraina Didesak Alirkan Minyak Rusia, Zelensky Dituding Mainkan Politik Energi Eropa

    Internasional - 6 jam yang lalu

    CELIOS Desak Pajak Orang Super Kaya Segera Diterapkan

    Finansial - 19 jam yang lalu

    Cara Negara Eropa Bertahan dari Krisis Energi Akibat Konflik AS-Iran

    Energi - 23 jam yang lalu

    Krisis Energi, Belanda Gelontorkan Rp20 Triliun dan Pangkas Pajak, Harga BBM Tak Diturunkan

    Internasional - 23 jam yang lalu

    Komentar
    Additional JS