AS Umumkan Sepihak Gencatan Senjata, Iran Tetapkan Syarat Perundingan -Tribunnews
AS Umumkan Sepihak Gencatan Senjata, Iran Tetapkan Syarat Perundingan
AS Umumkan Sepihak Gencatan Senjata, Iran Tetapkan Syarat Perundingan
TRIBUNNEWS.COM - Perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel berlanjut dengan drama perpanjangan gencatan senjata yang diumumkan sepihak oleh Presiden AS, Donald Trump, Rabu (22/4/2026).
Terkait pengumuman AS itu, Iran menyatakan hanya akan ikut dalam negosiasi di Islamabad, Palestikan jika AS mengakhiri blokade angkatan lautnya.
Iran mempertegas pendiriannya kalau blokade laut terhadap kapal-kapal Iran dan kapal entitas lain dari dan menuju pelabuhan Iran, sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Baca juga: Armada Nyamuk Iran Bikin Pusing Angkatan Laut AS di Hormuz: Ribuan Kapal Serang Cepat Susah Dilacak
Saat Trump memperpanjang gencatan senjata, sikap Teheran tetap skeptis, dengan menyebut tuntutan persyaratan dari AS berubah-ubah.
Drama diplomatik ini menyertai ketegangan yang semakin meningkat dan ketidakpastian yang menyelimuti proses negosiasi perdamaian.
Syarat Iran untuk Berunding
Iran telah menetapkan syarat agar mereka bersedia menghadiri negosiasi di Pakistan guna mengakhiri perang dengan AS dan Israel.
Utusan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, mengatakan, negosiasi akan diadakan di ibu kota Pakistan setelah Amerika Serikat mengakhiri blokade pelabuhan Iran.
Komentarnya muncul ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan memperpanjang gencatan senjata. Trump berharap, lewat perpanjangan gencatan senjata ini Teheran akan mengajukan proposal untuk mengakhiri konflik secara permanen.
Utusan Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat harus menghentikan 'pelanggaran gencatan senjata'.
Gencatan senjata 10 hari itu seharusnya berakhir pada 22 April. Sejauh ini, belum ada pejabat senior Iran—termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi—yang menanggapi pengumuman sepihak perpanjangan gencatan senjata dari AS tersebut.
Apa Kondisi yang Diminta Iran agar Mau Datang Berunding?
Dalam sebuah pernyataan kepada media Iran IRNA dan kantor berita Tasnim, Iravani mengatakan:
"Begitu Washington mengakhiri blokade angkatan laut, saya pikir putaran negosiasi berikutnya akan diadakan di Islamabad. Amerika Serikat harus menghentikan 'pelanggaran gencatan senjata' sebelum putaran negosiasi baru. Kami bukanlah inisiator agresi militer. Jika mereka mencari solusi politik, kami siap. Jika mereka menginginkan perang, Iran juga siap untuk itu... Ketika itu terjadi, putaran negosiasi berikutnya akan berlangsung di Islamabad."
Artinya, Iran menginginkan AS membuka blokade Angkatan Lautnya bagi kapal-kapal Iran, aksi di lapangan yang dianggap Iran sebagai itikad baik untuk mengakhiri perang.
Iravani memperingatkan, "Jika AS menginginkan solusi politik, kami siap, jika mereka menginginkan perang maka Iran juga siap."
Di sisi lain, Mahdi Mohammadi, penasihat senior Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, mengejek Amerika dengan mengatakan perpanjangan gencatan senjata tidak berarti "apa-apa" karena "pihak yang kalah tidak dapat mendikte persyaratan."
Dia menyebut perpanjangan gencatan senjata sebagai taktik "untuk mengulur waktu demi serangan mendadak."

Seputar Negosiasi Iran-AS di Pakistan?
Ketidakpastian seputar perundingan perdamaian di Islamabad, Pakistan, terus berlanjut.
Gedung Putih menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Wakil Presiden JD Vance dan delegasi perundingan AS tidak akan melakukan perjalanan ke Pakistan.
Iran telah menyatakan keraguannya tentang perundingan gencatan senjata, menyatakan bahwa itu bisa jadi "taktik untuk serangan mendadak" terhadap negara tersebut.
Namun, pengamanan tingkat tinggi telah diberlakukan di Pakistan, dengan pemerintah mengerahkan lebih dari 20.000 personel keamanan di dalam dan sekitar Rawalpindi dan Islamabad.
Apa yang Kita Ketahui Soal Pengumuman Sepihak AS Terkiat Perpanjangan Gencatan Senjata?
Presiden AS Donald Trump pada Selasa (21 April) mengumumkan perpanjangan gencatan senjata atas permintaan Marsekal Lapangan Pakistan, Asim Munir dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Ia mengklaim bahwa Pemerintah Iran "sangat terpecah belah".
Trump menyatakan setelah permintaan dari Pakistan, ia telah menghentikan rencana untuk menyerang Iran sampai Iran mengajukan proposal .
"Sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal yang terpadu," kata Trump.
Ia melanjutkan bahwa militer AS akan melanjutkan blokade dan siap serta sangat mampu untuk tindakan lebih lanjut.
Mengapa Iran Ogah-ogahan Ikut Putaran Kedua Negosiasi?
Iran menyatakan, mereka tidak berencana untuk berpartisipasi dalam putaran kedua pembicaraan dengan Amerika Serikat.
Mereka menyatakan, "tuntutan berlebihan, harapan yang tidak masuk akal dan tidak realistis, perubahan posisi yang sering, dan kontradiksi yang terus-menerus" dari Amerika sebagai alasan ogah-ogahan mengirimkan delegasi ke negosiasi.
Iran juga mengecam blokade angkatan laut sebagai pelanggaran gencatan senjata dan menyatakan kalau Iran tidak akan duduk di meja perundingan dengan tekanan.
Cara-cara AS yang cenderung mengandalkan ancaman aksi militer,sejauh ini telah menghambat kemajuan dalam negosiasi untuk mengakhiri perang.
(oln/wn/*)