0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran IRGC Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    IRGC Ancam AS-Israel: Serangan Balasan Akan Lebih Dahsyat, Iran Siap Hadapi Konfrontasi Baru - Tribunnews

    5 min read

     

    IRGC Ancam AS-Israel: Serangan Balasan Akan Lebih Dahsyat, Iran Siap Hadapi Konfrontasi Baru

    Dalam peringatan hari jadinya, IRGC menegaskan kesiapan penuh menghadapi agresi lanjutan.

    Ringkasan Berita:
    • Korps Garda Revolusi Islam menyatakan siap melancarkan serangan balasan lebih dahsyat terhadap Amerika Serikat dan Israel jika terjadi agresi lanjutan.
    • Iran mengusung visi tatanan baru Asia Barat tanpa dominasi kekuatan asing, terutama Amerika Serikat.
    • Dukungan kuat rakyat Iran disebut menjadi faktor kunci ketahanan negara dalam menghadapi konflik dan tekanan militer.

    TRIBUNNEWS.COM - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan siap menghadapi potensi konfrontasi militer lanjutan dengan kekuatan penuh. 

    Terutama dalam menghadapi Amerika Serikat (AS) dan Israel.

    Pernyataan ini bertepatan dengan peringatan hari jadi lembaga militer elit Iran tersebut, di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS dan Israel.

    IRGC menegaskan bahwa meskipun Iran telah mengalami serangan selama berminggu-minggu, posisi pertahanan negara tetap kokoh. 

    Mereka bahkan memperingatkan bahwa dalam babak konflik berikutnya.

    IRGC menyebut serangan balasan akan dilakukan secara “dahsyat dan tak terduga” terhadap target-target strategis musuh di kawasan.

    Pernyataan tersebut juga menekankan bahwa setiap bentuk agresi di masa depan akan dibalas dengan kekuatan yang lebih besar dibanding respons sebelumnya, mengutip Al Mayadeen, Rabu (22/4/2026).

    Baca juga: AS Umumkan Sepihak Gencatan Senjata, Iran Tetapkan Syarat Perundingan

    IRGC menyebut medan pertempuran masih terbuka dan siap digunakan untuk menyerang posisi vital lawan kapan saja.

    Misi Geopolitik Baru di Kawasan

    Di sisi lain, Iran melalui IRGC juga menggaungkan visi geopolitik baru di kawasan Asia Barat. 

    Mereka menyatakan bahwa kawasan tersebut tengah menuju tatanan baru tanpa kehadiran kekuatan asing, khususnya Amerika Serikat

    Visi ini menekankan kemandirian negara-negara regional dalam menentukan masa depan mereka tanpa intervensi eksternal.

    IRGC juga mengklaim bahwa keberhasilan Iran dalam bertahan dari tekanan militer merupakan kemenangan tidak hanya bagi negara tersebut, tetapi juga bagi dunia Islam dalam menghadapi dominasi Barat. 

    Selain itu, dukungan rakyat Iran disebut menjadi faktor penting yang memperkuat ketahanan nasional, baik secara moral maupun material.

    Menurut IRGC, persatuan antara masyarakat dan militer Iran menciptakan fenomena yang jarang terjadi dalam sejarah modern. 

    Hal ini dinilai menjadi modal utama dalam menghadapi tekanan internasional dan konflik yang berkepanjangan.

    (Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

    Komentar
    Additional JS