Krisis Energi, Belanda Gelontorkan Rp20 Triliun dan Pangkas Pajak, Harga BBM Tak Diturunkan - Republika
Krisis Energi, Belanda Gelontorkan Rp20 Triliun dan Pangkas Pajak, Harga BBM Tak Diturunkan
tangkapan layar Ilustrasi stasiun pengisian bahan bakar di Eropa merekam pengisian BBM
REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM — Pemerintah Belanda memilih pendekatan berbeda dalam meredam dampak lonjakan biaya energi. Alih-alih menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tingkat ritel, pemerintah menggelontorkan paket bantuan hampir 1 miliar euro atau sekitar Rp20 triliun, sembari memangkas sejumlah pajak untuk rumah tangga dan dunia usaha.
Kebijakan ini muncul di tengah tekanan global yang dipicu gangguan pasokan energi, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz. Lonjakan harga energi pun dirasakan luas oleh masyarakat dan sektor industri di Eropa.
Sponsored
Dalam paket tersebut, pemerintah Belanda menekankan kombinasi antara bantuan langsung dan insentif fiskal. Langkah ini dipandang sebagai cara lebih terukur untuk menjaga daya beli tanpa membebani anggaran secara berlebihan melalui subsidi harga BBM.
Salah satu kebijakan yang langsung dirasakan masyarakat adalah kenaikan tunjangan perjalanan bebas pajak bagi pekerja. Nilainya dinaikkan sebesar 0,02 euro menjadi 0,25 euro per kilometer dan berlaku surut sepanjang tahun.
Penyesuaian ini diperkirakan setara dengan penghematan sekitar 0,30 euro per liter bahan bakar bagi pengguna kendaraan. Dengan demikian, dampak kenaikan harga energi dapat ditekan tanpa intervensi langsung pada harga di SPBU.
Selain itu, pemerintah juga memberikan keringanan bagi sektor usaha kecil. Pajak kendaraan bermotor untuk van berpelat nomor abu-abu, yang banyak digunakan pelaku usaha, akan dipangkas hingga separuh.
Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 1 Juli hingga akhir tahun. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban operasional usaha kecil yang sangat bergantung pada mobilitas.
Tidak hanya itu, pajak untuk truk bahkan diturunkan hingga nol selama periode yang sama. Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah berupaya menjaga kelancaran distribusi barang di tengah tekanan biaya energi.
Di sisi perlindungan sosial, pemerintah Belanda juga mengalokasikan dana signifikan bagi kelompok rentan. Sebanyak 195 juta euro disiapkan untuk Dana Darurat Energi guna membantu rumah tangga yang paling terdampak.
Halaman 2 / 4
Tambahan 180 juta euro lainnya dialokasikan untuk dana pemanasan nasional. Program ini memberikan pinjaman kepada masyarakat untuk meningkatkan efisiensi energi, seperti isolasi rumah dan penggunaan teknologi hemat energi.
Secara keseluruhan, lebih dari 600 juta euro dari paket ini merupakan belanja langsung pemerintah. Sementara sisanya, sekitar 300 juta euro, berasal dari pengurangan pajak yang ditujukan untuk mendorong aktivitas ekonomi.
Untuk menutup kebutuhan anggaran, pemerintah berencana menaikkan cukai alkohol sejalan dengan inflasi pada tahun mendatang. Kebijakan ini menjadi salah satu sumber pembiayaan alternatif tanpa membebani sektor energi.
Meski menghadapi tekanan politik, pemerintah Belanda menegaskan tidak akan menurunkan harga BBM secara langsung. Intervensi harga dinilai mahal dan tidak efisien dalam jangka panjang.
Para pejabat memperkirakan bahwa penurunan harga bahan bakar sebesar 0,10 euro per liter saja dapat membebani anggaran negara hingga 1 miliar euro. Angka ini dinilai terlalu besar untuk kebijakan yang dampaknya terbatas.
arrow_forward_ios
Baca selengkapnya
00:00
00:05
01:23
Halaman 3 / 4
Pendekatan ini menunjukkan pergeseran strategi kebijakan energi di Eropa. Negara-negara mulai menghindari subsidi langsung dan beralih ke mekanisme yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Di tengah situasi global yang tidak menentu, fleksibilitas kebijakan menjadi kunci. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas fiskal dan perlindungan terhadap masyarakat.
Gangguan distribusi energi akibat konflik geopolitik menjadi salah satu faktor utama di balik kebijakan ini. Selat Hormuz, sebagai jalur penting pengiriman energi, mengalami gangguan sejak eskalasi konflik pada akhir Februari.
Situasi tersebut membuat pasokan energi global menjadi lebih rentan. Negara-negara Eropa, termasuk Belanda, harus menyesuaikan kebijakan mereka dengan cepat untuk mengantisipasi dampak lanjutan.
Parlemen Belanda dijadwalkan membahas paket kebijakan ini dalam waktu dekat. Mayoritas anggota parlemen diperkirakan akan memberikan dukungan, mengingat urgensi situasi.
Halaman 4 / 4
Jika disetujui, paket ini akan menjadi salah satu respons fiskal terbesar Belanda dalam menghadapi krisis energi terbaru. Pemerintah berharap kebijakan ini mampu menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Di sisi lain, langkah ini juga mencerminkan realitas baru dalam pengelolaan energi. Ketergantungan pada pasar global membuat negara tidak bisa sepenuhnya mengendalikan harga di dalam negeri.
Sebagai gantinya, intervensi dilakukan pada sisi biaya dan daya beli. Strategi ini dinilai lebih adaptif dalam menghadapi volatilitas harga energi yang sulit diprediksi.
Pendekatan Belanda dapat menjadi model bagi negara lain. Dengan fokus pada bantuan terarah dan efisiensi energi, dampak krisis dapat ditekan tanpa mengorbankan stabilitas fiskal.
Namun, efektivitas kebijakan ini tetap bergantung pada perkembangan situasi global. Jika gangguan pasokan berlanjut, tekanan terhadap harga energi diperkirakan akan tetap tinggi.
Dalam konteks tersebut, kebijakan ini bukan solusi jangka panjang, melainkan langkah mitigasi untuk menghadapi tekanan yang bersifat sementara namun signifikan.
Pilihan Belanda menegaskan satu hal: menjaga keseimbangan antara ekonomi dan energi kini menjadi tantangan utama yang harus dihadapi banyak negara.
sumber : Antara
Berita Terkait
Mobil Listrik di Jabar Tetap Dikenai Pajak, KDM: Untuk Jaga Infrastruktur Jalan
Otomotif - 16 jam yang lalu
CELIOS Desak Pajak Orang Super Kaya Segera Diterapkan
Finansial - 19 jam yang lalu
Cara Negara Eropa Bertahan dari Krisis Energi Akibat Konflik AS-Iran
Energi - 22 jam yang lalu
AS Pilih Biarkan Minyak Rusia Mengalir ke Pasar Global, Ini Kata Menteri Amerika
Internasional - 21 April 2026, 12:11
Sanksi Barat Gagal Bendung Minyak Rusia, Permintaan Global Tetap Tinggi
Internasional - 21 April 2026, 08:44