Hungaria Murka: Ukraina Didesak Alirkan Minyak Rusia, Zelensky Dituding Mainkan Politik Energi Eropa - Republika
Hungaria Murka: Ukraina Didesak Alirkan Minyak Rusia, Zelensky Dituding Mainkan Politik Energi Eropa
Magyar tekankan keberlanjutan suplai minyak bagi kebutuhan nasional.
Rep: Erdy Nasrul
REUTERS/Marton Monus Perdana menteri terpilih Hongaria Péter Magyar berpidato di Hongaria, April 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketegangan energi di Eropa kembali memanas seiring meningkatnya tekanan Hungaria terhadap Ukraina terkait operasional jalur pipa minyak Druzhba. Persoalan ini berkembang dari isu teknis menjadi konflik geopolitik yang lebih luas.
Tokoh oposisi sekaligus perdana menteri terpilih Hungaria, Péter Magyar, melontarkan kritik keras terhadap dinamika tersebut. Ia menilai pasokan energi tidak seharusnya dijadikan instrumen tawar-menawar politik di tengah krisis kawasan.
Sponsored
Magyar menyuarakan kekhawatiran bahwa ketidakpastian operasional pipa Druzhba dapat berdampak langsung pada stabilitas energi domestik Hungaria. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan suplai minyak bagi kebutuhan nasional.
"Ini bukan permainan. Jika Druzhba layak untuk pengangkutan minyak, maka tolong bukalah seperti yang dijanjikan. Dan kami mengharapkan Rusia untuk mulai memasok minyak (ke jalur pipa) sesuai dengan kontrak, karena tanpa itu, tidak ada yang akan berfungsi," kata Magyar, sebagaimana diberitakan media Rusia RTVI.
Menurutnya, jalur Druzhba merupakan tulang punggung pasokan energi Hungaria. Gangguan terhadap jalur ini berpotensi menekan sektor industri, transportasi, hingga stabilitas harga energi.
Pipa Druzhba merupakan jalur distribusi minyak terbesar di dunia. Infrastruktur ini menghubungkan ladang minyak Rusia dengan sejumlah negara Eropa Tengah dan Timur melalui wilayah Ukraina.
Bagi Hungaria, keberadaan Druzhba memiliki arti strategis yang tidak tergantikan dalam jangka pendek. Jalur ini selama bertahun-tahun menjadi sumber utama pasokan minyak mentah bagi negara tersebut.
Secara konsumsi, Hungaria membutuhkan sekitar 140 ribu hingga 160 ribu barel minyak per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 hingga 65 persen dipasok dari Rusia melalui jalur Druzhba.
Ketergantungan ini membuat setiap gangguan terhadap pipa tersebut langsung terasa di dalam negeri. Dampaknya tidak hanya pada sektor energi, tetapi juga terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.
Halaman 2 / 5
Sebagai negara tanpa akses laut langsung, Hungaria menghadapi keterbatasan dalam diversifikasi jalur impor energi. Alternatif seperti pipa Adriatik melalui Kroasia memang tersedia, namun kapasitasnya terbatas dan biaya distribusinya lebih tinggi.
Dalam konteks ini, Druzhba tetap menjadi jalur paling ekonomis dan efisien bagi Hungaria. Hal inilah yang menjelaskan mengapa isu pembukaan atau gangguan pipa menjadi sangat sensitif di Budapest.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, sebelumnya menyatakan bahwa jalur tersebut dapat kembali beroperasi. Namun, ia juga mengisyaratkan adanya kaitan dengan dinamika kebijakan Uni Eropa terhadap Ukraina.
Isyarat tersebut memicu kekhawatiran di Hungaria. Sejumlah pihak menilai langkah itu sebagai bentuk tekanan politik yang berpotensi merugikan stabilitas kawasan.
Magyar menegaskan bahwa energi tidak boleh diposisikan sebagai alat tekanan diplomatik. Ia memperingatkan bahwa pendekatan semacam itu dapat memperdalam ketegangan di Eropa.
Ia juga menyerukan agar semua pihak menghormati perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. Menurutnya, kepastian hukum dalam sektor energi menjadi kunci stabilitas regional.
Di sisi lain, hubungan antara Hungaria dan Ukraina memang tengah berada dalam fase sensitif. Perbedaan pandangan terkait Rusia menjadi salah satu sumber utama ketegangan.
arrow_forward_ios
Baca selengkapnya
00:00
00:02
01:16
Halaman 3 / 5
Pendekatan Pragmatis
Pemerintah Hungaria di bawah Viktor Orbán selama ini dikenal mengambil pendekatan pragmatis terhadap Rusia. Budapest tetap mempertahankan kerja sama energi dengan Moskow meskipun Uni Eropa memberlakukan sanksi.
Sebaliknya, Ukraina mendorong isolasi penuh terhadap Rusia di berbagai sektor, termasuk energi. Perbedaan strategi ini menciptakan jurang kebijakan yang cukup dalam antara kedua negara.
Situasi tersebut menjadikan pipa Druzhba sebagai titik temu sekaligus titik konflik. Jalur ini berada di persimpangan antara kepentingan ekonomi dan tekanan geopolitik.
Rusia sendiri tetap menjadi pemasok utama minyak melalui jaringan tersebut. Kelangsungan suplai sangat bergantung pada stabilitas hubungan antara Moskow, Kyiv, dan negara transit lainnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, operasional Druzhba dilaporkan mengalami gangguan dan ketegangan. Faktor teknis, politik, dan keamanan menjadi variabel yang saling berkelindan.
Krisis ini mencerminkan kerentanan struktural Eropa. Ketergantungan tinggi pada satu sumber dan jalur distribusi membuat kawasan mudah terdampak gejolak.
Halaman 4 / 5
Butuh Waktu dan Investasi
Upaya diversifikasi energi memang terus dilakukan oleh negara-negara Uni Eropa. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu panjang serta investasi besar.
Dalam jangka pendek, ketergantungan terhadap pasokan Rusia masih belum dapat dihilangkan sepenuhnya. Hal ini membuat jalur seperti Druzhba tetap memiliki peran krusial.
Magyar memperingatkan bahwa ketidakpastian berkepanjangan dapat menciptakan efek domino di sektor ekonomi. Ia menilai stabilitas energi harus menjadi prioritas bersama.
Ia juga menolak segala bentuk tekanan yang dinilai merugikan kepentingan nasional Hungaria. Menurutnya, rakyat tidak boleh menjadi korban dalam tarik-menarik geopolitik.
Sementara itu, Zelenskyy menyampaikan harapan akan perbaikan hubungan dengan Hungaria. Ia menilai kerja sama regional tetap menjadi kunci menghadapi tantangan bersama.
Namun demikian, kepercayaan antara kedua pihak masih menjadi persoalan utama. Setiap kebijakan yang diambil kerap dipandang dengan kecurigaan.
Halaman 5 / 5
Uni Eropa turut memantau perkembangan ini dengan serius. Stabilitas pasokan energi menjadi isu strategis yang berdampak pada seluruh kawasan.
Negara-negara seperti Slovakia juga ikut terdampak karena menggunakan jalur yang sama. Gangguan pada Druzhba berpotensi meluas ke lebih dari satu negara.
Dalam lanskap geopolitik saat ini, energi telah menjadi instrumen kekuatan yang signifikan. Negara-negara tidak hanya bersaing secara militer, tetapi juga dalam penguasaan sumber daya dan jalur distribusi.
Bagi Hungaria, menjaga akses terhadap Druzhba adalah soal keberlangsungan ekonomi nasional. Sementara bagi Ukraina, kontrol terhadap jalur tersebut memberikan posisi tawar strategis.
Ketegangan ini menunjukkan bahwa konflik modern tidak lagi terbatas pada medan perang. Infrastruktur energi kini menjadi bagian dari dinamika kekuasaan global.
Ke depan, masa depan pipa Druzhba akan sangat ditentukan oleh perkembangan politik kawasan. Apakah ia akan kembali menjadi jalur kerja sama, atau tetap menjadi titik konflik, masih menjadi pertanyaan terbuka.
Berita Terkait
Tak Tahan Lagi, Industri Eropa Terancam Mati Jika Tak Segera Deraskan Impor Minyak Rusia
Internasional - 5 jam yang lalu
AS Pilih Biarkan Minyak Rusia Mengalir ke Pasar Global, Ini Kata Menteri Amerika
Internasional - 21 April 2026, 12:11
Sanksi Barat Gagal Bendung Minyak Rusia, Permintaan Global Tetap Tinggi
Internasional - 21 April 2026, 08:44
AS Sibuk Perang, China Kuasai 80 Persen Panel Surya, Jadi Kekuatan Utama Energi Hijau Dunia
Internasional - 21 April 2026, 00:58
Minyak Rusia Jadi Alat Tawar, Hungaria Tekan Ukraina dan Uni Eropa
Internasional - 21 April 2026, 00:24