Pengintaian Berbulan-bulan, Drone, Alat Tempur: Operasi Absolute Resolve AS Tangkap Maduro - Liputan6
Pengintaian Berbulan-bulan, Drone, Alat Tempur: Operasi Absolute Resolve AS Tangkap Maduro
Amerika Serikat (AS) mengungkap jalannya Operation Absolute Resolve, operasi militer berskala besar yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat (AS) mengungkap jalannya Operation Absolute Resolve, operasi militer berskala besar yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine menyatakan, operasi ini bukan aksi spontan, melainkan hasil perencanaan panjang yang melibatkan koordinasi lintas matra. Personel udara, darat, laut, antariksa, serta intelijen Amerika Serikat bekerja bersama selama berbulan-bulan untuk menyiapkan misi tersebut.
Dilansir dari BBC, Minggu (4/1/2026), keputusan akhir untuk mengeksekusi operasi diambil langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Lampu hijau diberikan pada pukul 22.46 waktu Pantai Timur AS (ET) pada 2 Januari atau 03.46 GMT.
Tak lama setelah perintah dikeluarkan, Operasi Absolute Resolve mulai dijalankan dengan pengerahan kekuatan besar. Sebanyak 150 pesawat diluncurkan menuju wilayah Venezuela dari 20 pangkalan berbeda yang tersebar di kawasan Belahan Barat.
Tahap krusial operasi terjadi pada dini hari 3 Januari. Pada pukul 01.01 ET atau 02.01 waktu setempat Venezuela, pasukan ekstraksi yang terdiri dari helikopter dan tim darat mendekati kompleks tempat tinggal Nicolas Maduro. Target utama operasi ini adalah menangkap Maduro dan istrinya.
Pengerahan Pesawat Tempur
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461693/original/085200300_1767430108-Untitled.jpg)
Untuk memastikan keberhasilan misi, pasukan darat dan helikopter mendapat perlindungan udara ketat. Sejumlah pesawat tempur dan pendukung dikerahkan, termasuk F-22, F-35, F/A-18, EA-18, E-2, pembom B-1, serta pesawat nirawak atau drone.
Dalam pelaksanaannya, operasi tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Helikopter yang terlibat dalam misi dilaporkan sempat mendapat tembakan, dan satu unit terkena serangan.
Meski demikian, helikopter tersebut dinyatakan masih dapat terbang dan tetap melanjutkan operasi hingga selesai.
Setelah berhasil diamankan, Nicolas Maduro dan istrinya kemudian dibawa keluar dari wilayah operasi. Keduanya dilaporkan naik ke kapal perang Amerika Serikat USS Iwo Jima pada waktu tertentu setelah pukul 03.39 ET atau 08.39 GMT.
Pengungkapan detail Operasi Absolute Resolve ini memperlihatkan skala dan kompleksitas misi militer Amerika Serikat, sekaligus menandai eskalasi besar dalam konflik politik dan keamanan antara Washington dan Caracas.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2340028/original/020996200_1535114136-Infografis_Krisis_Venezuela_di_Negeri_Minyak.jpg)