0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Spesial

    Iran Makin Kacau, Demonstran Rusuh Terancam Hukuman Mati - inewa

    3 min read

     

    Iran Makin Kacau, Demonstran Rusuh Terancam Hukuman Mati

    Anton Suhartono
    Demonstrasi besar-besaran di Iran memuncak sejak Jumat (9/1) setelah pemerintah memutus akses internet secara nasional (Foto: Stasiun TV Pemerintah Iran via AP)

    TEHERAN, iNews.id - Demonstrasi besar-besaran di Iran memuncak sejak Jumat (9/1/2026) setelah pemerintah memutus akses internet secara nasional. Angka korban tewas, berdasarkan laporan dari lembaga HAM internasional, meningkat sering memanasnya tensi demonstrasi di beberapa kota.

    Rekaman video yang diambil dari Iran menunjukkan, ratusan ribu orang melakukan long march sambil meneriakkan slogan-slogan anti-rezim. Pada tayangan lain menunjukkan beberapa jenazah berlumuran darah. 
    Dalam tayangan lain yang direkam dari Fardis, kota berjarak sekitar 50 km dari Ibu Kota Teheran, menunjukkan setidaknya tujuh mayat berlumuran darah di dalam sebuah bangunan. Terlihat beberapa orang membalut kepala serta menutup mata korban. 

    Suara yang terdengar dari latar video menyebutkan, setidaknya 10 orang tewas terkena tembakan. 

    Kejakaan Agung Iran menyatakan, pasukan keamanan menangkap hampir 200 pemimpin kelompok demonstran. Mereka juga menyita amunisi, granat tangan, dan bom Molotov, dari tangan perusuh.

    Jaksa memperingatkan, semua orang yang membawa senjata bisa didakwa dengan tuduhan "musuh Tuhan", istilah terhadap pelanggaran yang pelakunya terancam hukuman mati.

    Jaksa Agung Iran Mohammad Movahedi Azad mengatakan, seluruh perusuh akan menghadapi dakwaan yang sama, termasuk mereka yang membantu. Dia menegaskan proses persidangan akan dilakukan tanpa penundaan dan tanpa keringanan, kelonggaran, dan belas kasih.

    Sementara itu jumlah korban tewas dalam demonstrasi di Iran, sebagaimana diungkap lembaga-lembaga internasional, berbeda-beda. 

    Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia, lembaga HAM yang berbasis di Amerika Serikat (AS), mengungkap setidaknya 65 orang tewas dan 2.311 lainnya ditangkap sejak protes dimulai pada 28 Desember 2025 hingga 9 Januari 2026. Sebanyak 38 orang tewas berada di Provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari, Ilam, Kermanshah, dan Fars. 

    Data lain diungkap Majalah Time, mengutip keterangan dokter, melaporkan setidaknya 217 demonstran tewas di Teheran, sebagian besar akibat tembakan peluru tajam.

    Demonstrasi berdarah pecah di Iran pada 8 dan 9 Januari menyusul seruan dari Reza Pahlavi, putra mantan shah negara itu yang diasingkan. Dia juga menyerukan kembali kepada para demonstran untuk turun ke jalan pada 10 dan 11 Januari setelah pukul 18.00 waktu setempat.

    “Tujuan kita bukan lagi sekadar turun ke jalan. Tujuannya adalah untuk bersiap merebut pusat kota dan mempertahankannya,” kata pria 65 tahun yang kini tinggal di AS itu, dalam unggahan di media sosial X. 

    Editor : Anton Suhartono
    Komentar
    Additional JS