0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Irlandia Jepang Spesial

    Ide Musik Kebangsaan Jepang Kimigayo Ternyata datang dari Irlandia - Tribunnews

    10 min read

     

    Ide Musik Kebangsaan Jepang Kimigayo Ternyata datang dari Irlandia - Tribunnews.com

    Di balik Kimigayo, tersimpan kisah unik pengaruh musisi Irlandia dan Jerman sebelum Jepang menetapkan lagu kebangsaannya seperti sekarang.

    Tayang: Selasa, 6 Januari 2026 03:58 WIB


    Tribunnews.com/istimewa

    LAGU KEBANGSAAN - Komposisi lagu kebangsaan Jepang Kimigayo. Lagu kebangsaan Jepang Kimigayo selama ini dikenal sebagai simbol tradisi dan identitas lagu kebangsaan nasional Negeri Sakura. Namun ternyata di balik melodi khidmat yang dinyanyikan hingga hari ini, tersimpan fakta sejarah menarik karena pengaruh musisi asal Irlandia dalam pembentukan versi awal lagu tersebut. (Istimewa) 

    Ringkasan Berita:
    • Lagu kebangsaan Jepang Kimigayo memiliki akar lirik murni dari puisi waka klasik era Heian, namun sejarah melodinya dipengaruhi musisi Barat. 
    • Versi awal pada 1870 digubah John William Fenton, musisi militer asal Irlandia, namun dinilai terlalu Eropa. 
    • Melodi final pada 1880 memadukan gagaku Jepang dan aransemen Barat, menjadi simbol identitas nasional hingga kini.

    Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

    TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Lagu kebangsaan Jepang Kimigayo selama ini dikenal sebagai simbol tradisi dan identitas lagu kebangsaan nasional Negeri Sakura. Namun ternyata di balik melodi khidmat yang dinyanyikan hingga hari ini, tersimpan fakta sejarah menarik karena pengaruh musisi asal Irlandia dalam pembentukan versi awal lagu tersebut.

    "Lirik Kimigayo sendiri berasal dari puisi waka klasik Jepang pada periode Heian (abad ke-9–10) yang bersifat anonim dan dikumpulkan dalam antologi sastra kuno Kokin Wakashū," ungkap seorang ahli sejarah Jepang kepada Tribunnews.com Senin (5/1/2026).

     Artinya, tambahnya lagi, dari sisi teks, Kimigayo memang sepenuhnya berakar pada tradisi Jepang.

    Namun, ketika Jepang memasuki era modernisasi pada zaman Meiji, pemerintah saat itu merasa perlu memiliki lagu kebangsaan dengan format musik modern. 

    Pada tahun 1870, tugas tersebut diberikan kepada John William Fenton, seorang pemimpin band militer asal Irlandia yang bertugas melatih musik militer Jepang di Yokohama.

    Baca juga: Situasi Memburuk, China Minta Warganya di Jepang Waspada Usai Ada Laporan Serangan

    Fenton menyusun melodi pertama Kimigayo dengan gaya Barat. 

    Meski menjadi tonggak penting, versi ini dinilai terlalu bernuansa Eropa dan kurang mencerminkan estetika Jepang

    "Akibatnya, melodi tersebut tidak digunakan secara permanen," tekannya lagi.

    Sepuluh tahun kemudian, pada 1880, Jepang melakukan penyempurnaan. Melodi baru digubah oleh Hiromori Hayashi, musisi istana Kekaisaran, yang mengadaptasi unsur musik tradisional gagaku.

     Aransemen Baratnya kemudian disempurnakan oleh Franz Eckert, seorang komponis asal Jerman yang juga aktif di Jepang.

    Versi inilah yang akhirnya ditetapkan dan digunakan hingga sekarang sebagai lagu kebangsaan resmi Jepang.

    Para sejarawan menilai proses ini menunjukkan bagaimana Jepang pada era Meiji menggabungkan tradisi lokal dengan pengaruh Barat secara selektif. 

    "Meski ada sentuhan Irlandia dalam sejarah awalnya, Kimigayo tetap dipandang sebagai simbol nasional Jepang yang kuat dan berakar pada budaya sendiri."

    Diskusi  serajah   Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

    Komentar
    Additional JS