0
News
    Home Ayatollah Ali Khamenei Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Spesial

    Khamenei Sebut Kerusuhan Bertujuan Menyenangkan Trump, Penguasa Arogan akan Tumbang - SindoNews

    3 min read

     

    Khamenei Sebut Kerusuhan Bertujuan Menyenangkan Trump, Penguasa Arogan akan Tumbang

    Jum'at, 09 Januari 2026 - 21:05 WIB
    Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Foto/x
    A
    A
    A
    TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menuduh "penyabotase" yang didukung asing menghasut kekerasan selama kerusuhan baru-baru ini di Teheran. Dia memperingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa ia pada akhirnya akan digulingkan, seperti halnya "penguasa arogan" sebelumnya.

    Berbicara pada hari Jumat (9/1/2026) di Imam Khomeini Hosseiniyeh di Teheran selama upacara peringatan pemberontakan Qom, Khamenei mengatakan kelompok-kelompok terorganisir telah berkumpul di berbagai bagian ibu kota pada malam sebelumnya dengan dalih protes, tetapi dengan cepat berubah menjadi kekerasan.

    Menurut pemimpin Iran, pertemuan tersebut terdiri dari puluhan dan, dalam beberapa kasus, ratusan individu yang terlibat dalam tindakan sabotase sejak awal, menargetkan properti publik dan swasta.

    Dia mengatakan penghancuran itu disengaja dan bertujuan menyenangkan presiden AS dengan harapan intervensi asing.

    "Satu-satunya pekerjaan orang-orang ini adalah sabotase," ujar Khamenei. “Mereka melakukannya untuk menyenangkan presiden Amerika dan berharap intervensinya. Jika dia tahu bagaimana menjalankan sebuah negara, dia akan menjalankan negaranya sendiri.”

    Khamenei dengan tegas menolak tindakan mereka yang terlibat, menggambarkan mereka sebagai agen dan tentara bayaran yang bekerja atas nama kekuatan asing.

    Dia mengatakan rakyat Iran sepenuhnya menolak tokoh-tokoh tersebut dan tidak akan mentolerir kolaborator yang bertindak melawan kepentingan nasional.



    Merujuk langsung pada Trump, Khamenei memperingatkan sejarah akan terulang.

    “Orang ini yang mengklaim dapat bertindak seperti bapak bangsa Iran harus tahu bahwa orang-orang arogan di dunia—seperti Firaun, Nimrod, Reza Khan, dan Mohammad Reza—digulingkan pada puncak kesombongan mereka. Dia juga akan digulingkan,” tegas dia.

    Pemimpin Iran menekankan Republik Islam tidak akan mundur menghadapi kerusuhan, mengatakan negara itu didirikan melalui pengorbanan yang sangat besar dan tidak akan mundur “sedikit pun” dari prinsip-prinsipnya.

    “Semua orang harus tahu bahwa Republik Islam berkuasa dengan darah ratusan ribu orang terhormat,” tegas Khamenei. “Ia tidak akan mundur menghadapi para penyabot.”

    Menanggapi situasi yang lebih luas di negara itu, Khamenei mengakui protes awalnya muncul sebagai respons terhadap kondisi ekonomi, tetapi mengatakan protes tersebut telah disusupi oleh unsur-unsur kekerasan.

    Ia mengatakan tindakan sabotase ini telah menyebabkan kerusakan yang meluas dan kematian anggota pasukan polisi Iran, sementara pihak berwenang terus mengejar mereka yang bertanggung jawab.

    Khamenei juga merujuk pada perkembangan militer baru-baru ini, mencatat selama apa yang disebut perang 12 hari, lebih dari 1.000 warga Iran tewas.

    Ia mengutip pernyataan Trump yang mengaku bertanggung jawab atas perintah serangan tersebut, mengatakan ini sama dengan pengakuan “tangan presiden AS berlumuran darah warga Iran.”

    Ia menyimpulkan dengan mendesak persatuan, khususnya di kalangan pemuda Iran, menekankan kohesi nasional sangat penting untuk mengatasi tekanan eksternal dan upaya destabilisasi internal.

    “Para pemuda yang terhormat, pertahankan kesiapan dan persatuan kalian,” kata Khamenei. “Bangsa yang bersatu akan mengalahkan musuh dan rencana jahat mereka.”

    Baca juga: Iran Mencekam! Internet Mati Total di Seluruh Negeri Seiring Unjuk Rasa Meluas
    (sya)
    Komentar
    Additional JS