0
News
    Home Berita Featured Venezuela

    Jurnalis Ditahan, Oposisi Dibungkam, dan Bayang-bayang Intervensi Asing Mengguncang Venezuela - Gakorpan

    7 min read

     

    Jurnalis Ditahan, Oposisi Dibungkam, dan Bayang-bayang Intervensi Asing Mengguncang Venezuela

    Jan 9, 2026 - 08:02

    Efri Yano
    Table of Contents
    [ Show ]

    Caracas,Gakorpan News — Krisis politik Venezuela memasuki fase paling genting dalam satu dekade terakhir setelah penahanan mantan Presiden Nicolás Maduro oleh otoritas Amerika Serikat memicu eskalasi tajam di dalam negeri. Pemerintah interim Venezuela merespons dengan mendeklarasikan state of emergency, memperluas kewenangan aparat keamanan, dan melancarkan langkah-langkah keras yang oleh pengamat internasional disebut sebagai gelombang represi sistematis.

    Langkah darurat tersebut diumumkan hanya beberapa jam setelah kabar penahanan Maduro menyebar luas di media global. Sejak saat itu, Caracas dan sejumlah kota besar lainnya berada dalam penjagaan ketat militer, dengan pembatasan demonstrasi, pengawasan komunikasi, serta penindakan terhadap pihak-pihak yang dianggap “mengancam stabilitas nasional”.

    Jurnalis Jadi Target, Ruang Informasi Menyempit

    Dalam beberapa hari terakhir, lebih dari selusin jurnalis lokal dan asing dilaporkan sempat ditahan aparat keamanan saat meliput unjuk rasa dan dinamika politik. Sejumlah organisasi kebebasan pers internasional menyatakan para wartawan tersebut diperiksa intensif, termasuk penelusuran ponsel, kamera, dan perangkat kerja, sebelum sebagian besar akhirnya dibebaskan.

    “Ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi upaya sistematis untuk mengendalikan narasi publik,” kata seorang perwakilan organisasi pers regional yang dikutip media internasional.
    “Ketika jurnalis diperlakukan sebagai ancaman keamanan, itu pertanda demokrasi berada di titik rawan.”

    Baca Juga

    Trump Ancam Pemimpin Baru Venezuela Usai Maduro Ditangkap: “Akan Ada Harga Besar”

    Trump Ancam Pemimpin Baru Venezuela Usai Maduro Ditangkap: “Akan Ada Harga Besar”

    Pemerintah interim membantah tudingan pembungkaman pers. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Informasi Venezuela menyebut tindakan aparat sebagai “langkah sementara untuk mencegah disinformasi dan provokasi di tengah situasi luar biasa”.

    Oposisi Ditekan, Aparat Diberi Wewenang Luas

    Selain jurnalis, sejumlah tokoh oposisi dan aktivis sipil juga dilaporkan mengalami penangkapan atau pemanggilan paksa. Aparat diberi kewenangan melakukan pemeriksaan identitas di ruang publik, membubarkan pertemuan, serta memantau komunikasi digital yang dicurigai terkait “agenda asing”.

    Seorang analis politik Amerika Latin menyebut kebijakan ini sebagai pola klasik konsolidasi kekuasaan melalui keadaan darurat.

    Baca Juga

    Indonesia Murka! Kecam Israel Akui Somaliland, Dinilai Ancam Stabilitas Laut Merah

    Indonesia Murka! Kecam Israel Akui Somaliland, Dinilai Ancam Stabilitas Laut Merah

    “State of emergency sering kali menjadi pintu masuk normalisasi represi. Awalnya disebut sementara, tetapi praktiknya bisa berlangsung lama,” ujarnya dalam wawancara dengan media Eropa.

    Reaksi Publik Terbelah: Protes dan Loyalitas

    Situasi di jalanan Venezuela menunjukkan polarisasi tajam. Di satu sisi, ribuan pendukung Maduro turun ke jalan menuntut pembebasannya dan mengecam apa yang mereka sebut sebagai intervensi AS terhadap kedaulatan Venezuela. Di sisi lain, kelompok oposisi menilai penahanan Maduro sebagai peluang mengakhiri krisis berkepanjangan yang menghantam ekonomi dan institusi negara.

    “Ini bukan soal satu orang, tapi soal masa depan Venezuela,” kata seorang demonstran oposisi di Caracas.
    “Kami tidak ingin darurat militer menjadi alasan untuk membungkam rakyat.”

    Baca Juga

    FBI Gagal Tindak Laporan Awal tentang Jeffrey Epstein pada 1996, Dokumen Baru Ungkap Kelalaian Fatal Negara

    FBI Gagal Tindak Laporan Awal tentang Jeffrey Epstein pada 1996, Dokumen Baru Ungkap Kelalaian Fatal Negara

    Tekanan Geopolitik dan Risiko Regional

    Penahanan Maduro dan respons keras pemerintah interim menempatkan Venezuela kembali di pusat tarik-menarik geopolitik global. Amerika Serikat dan sekutunya menekankan pentingnya supremasi hukum dan stabilitas kawasan, sementara sejumlah negara Amerika Latin memperingatkan agar situasi tidak berkembang menjadi konflik terbuka atau krisis kemanusiaan baru.

    Pengamat hubungan internasional menilai, apa yang terjadi di Venezuela saat ini bukan hanya persoalan domestik, melainkan ujian bagi tatanan politik regional Amerika Latin.

    “Jika represi berlanjut, dampaknya bisa meluas: arus pengungsi, instabilitas ekonomi, hingga ketegangan diplomatik lintas negara,” ujar seorang pakar geopolitik yang dikutip media keuangan global.

    Baca Juga

    PROF SUTAN NASOMAL : PRESIDEN RI HARUS SIAGA SATU DENGAN JEPANG CHINA MEMANAS SIAP PERANG ADALAH ANCAMAN UNTUK INDONESIA

    PROF SUTAN NASOMAL : PRESIDEN RI HARUS SIAGA SATU DENGAN JEPANG CHINA MEMANAS SIAP PERANG ADALAH ANCAMAN UNTUK INDONESIA

    Masa Depan Venezuela di Persimpangan

    Dengan keadaan darurat masih berlaku dan tekanan internasional terus meningkat, Venezuela berada di persimpangan krusial. Apakah pemerintah interim akan melonggarkan kebijakan dan membuka ruang dialog, atau justru memperdalam pendekatan keamanan yang berisiko memperpanjang krisis?

    Yang jelas, bagi warga Venezuela, hari-hari ke depan akan menentukan apakah negara itu bergerak menuju stabilisasi politik—atau terperosok lebih jauh ke dalam siklus represi dan ketidakpastian.

    (rnm/rnm)

    Komentar
    Additional JS