0
News
    Home Amerika Serikat Dunia Internasional Featured Iran Spesial

    Iran Tuduh AS Dalang Kerusuhan di Negaranya - Beritasatu.com

    2 min read

     

    Iran Tuduh AS Dalang Kerusuhan di Negaranya

    Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:55 WIB
    S
    S

    Ilustrasi bendera Amerika Serikat (AS). (Dok White House/Istimewa)

    Teheran, Beritasatu.com - Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat (AS) berada di balik gelombang kerusuhan yang melanda negaranya dalam beberapa pekan terakhir. Protes diplomatik resmi telah dilayangkan melalui surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

    Wakil Tetap Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menyatakan, Washington bersama Israel secara sengaja mencampuri urusan domestik Teheran. Menurut Iravani, tindakan tidak bertanggung jawab tersebut telah mengubah unjuk rasa damai menjadi aksi vandalisme yang meluas.

    BACA JUGA

    Hampir 50 Tahun Terasing, Reza Pahlavi Kembali Tantang Rezim Iran

    "Iran mengecam ancaman dan hasutan AS yang mendorong ketidakstabilan serta kekerasan di dalam negeri kami," tulis Iravani dalam surat resminya, dilansir dari Antara, Sabtu (10/1/2026).

    Gejolak di Iran bermula pada akhir Desember 2025, dipicu oleh anjloknya nilai tukar rial. Masyarakat memprotes lonjakan harga kebutuhan pokok yang kian tak terkendali. Namun, situasi memanas setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan keras di media sosial.

    Trump mengancam akan memberikan balasan yang sangat keras jika otoritas Iran menggunakan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa. Washington menegaskan akan melakukan intervensi jika pertumpahan darah terus berlanjut.

    Di Teheran, dampak kerusuhan mulai terlihat pada fasilitas publik. Wali Kota Alireza Zakani melaporkan pembakaran bus, mobil pemadam kebakaran, hingga perusakan sejumlah kantor bank. Meski televisi pemerintah mengonfirmasi adanya korban jiwa, perincian jumlah dan identitas korban belum dibuka ke publik.

    BACA JUGA

    Kapal Perang China, Rusia, dan Iran Tiba di Afrika Selatan, Ada Apa?

    Juru bicara Kepolisian Iran Saeed Montazer Al-Mahdi mengeklaim kondisi keamanan di seluruh negeri telah kembali kondusif. Kendati demikian, ketegangan diplomatik antara Teheran dan Washington diprediksi akan terus meruncing seiring dengan ancaman sanksi ekonomi tambahan dari pihak Barat.

    Komentar
    Additional JS