0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Spesial Venezuela

    Dukung Presiden Sementara, China Hormati Kedaulatan Venezuela - VOI

    3 min read

     

    Dukung Presiden Sementara, China Hormati Kedaulatan Venezuela

    Bagikan:

    twitterfeedly

    JAKARTA - China menyatakan dukungannya terhadap Delcy Rodriguez, pemimpin sementara Venezuela, setelah PresidenNicolás Maduroditangkap dalam intervensi militerAmerika Serikat di Caracas, ibu kota negara Amerika Selatan itu.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan pemerintahnyamenghormati kedaulatan dan kemerdekaan Venezuela serta menghormati keputusan pemerintah Venezuela sesuai konstitusi dan hukum nasionalnya.

    Hal itu disampaikanMaosaat menanggapi pertanyaan wartawan apakah China mengakui pemerintahan sementara Venezuela yang dipimpin Rodriguez, seperti dilaporkan harianGlobal Times.

    Rodriguez, wakil presiden dan menteri perminyakan, secara resmi dilantik sebagai presiden sementara pada Senin, menyusul operasi militer "skala besar" AS terhadap Venezuela pada Sabtu akhiir pekan lalu.

    Dalam operasi itu, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan diterbangkan ke AS untuk menghadapi dakwaan pidana di pengadilan New York.

    Saat ditanya apakah China akan mendorong sanksi terhadap AS atas operasi militer itu, Mao mengatakan AS telah mengabaikan keprihatinan serius komunitas internasional dan "secara sewenang-wenang menginjak-injak kedaulatan, keamanan, serta hak dan kepentingan Venezuela yang sah."

    "China dengan tegas menentang hal ini. Kami mendukung Dewan Keamanan PBB untuk menjalankan tanggung jawab utamanya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional," kata Mao dilansir ANTARA dari Anadolu.

    Pada Senin, Madurodan Flores menghadapi sidang pembacaan dakwaan yang dipimpin Hakim Alvin Hellerstein di New York.

    Keduanya menyatakan tidak bersalah atas dakwaan federal AS terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan kelompok yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.

    MaomengatakanAmerika Serikat telah mengabaikan status Maduro sebagai kepala negara Venezuela dengan secara terbuka menuntut dan menggelar "persidangan" di pengadilan AS.

    "Tindakan ini adalah pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional Venezuela dan merusak stabilitas hubungan internasional," katanya, seperti dikutip kantor berita China Xinhua.

    "Tak ada negara yang boleh menempatkan aturan dalam negerinya di atas hukum internasional," katanya,.

    Sebelumnya, China mengecam serangan AS tersebut serta mendesak pemerintahan Presiden DonaldTrump untuk menjamin keselamatan dan segera membebaskan presiden dan ibu negara Venezuela.

    Komentar
    Additional JS