Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Featured Iran Konflik Timur Tengah Selat Hormuz Spesial

    Tiga Kapal Tanker Iran Diserang AS, Konflik di Selat Hormuz Kembali Memanas - Times Indonesia

    3 min read

     


    A-AA+

    JAKARTA – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah pasukan AS menyerang sejumlah kapal tanker minyak Iran di perairan sekitar Pulau Kharg dan Jask.

    Serangan tersebut menjadi bagian dari eskalasi terbaru antara Washington dan Teheran yang berlangsung di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz. Reuters melaporkan, konflik maritim ini telah berkembang menjadi salah satu gelombang serangan terbesar terhadap pelayaran sejak perang antara kedua negara kembali memanas.

    AS Klaim Serangan sebagai Respons

    Militer AS menyatakan serangan terhadap kapal tanker Iran dilakukan setelah Iran melancarkan serangan rudal balistik terhadap kapal perang AS di kawasan tersebut.

    Dalam perkembangan sebelumnya, pasukan AS menyerang tiga tanker minyak Iran. Dua kapal disebut mengalami kerusakan berat dan tidak dapat beroperasi, sementara satu kapal tanker yang tidak membawa muatan dihancurkan. Washington menuding kapal-kapal tersebut terkait jaringan yang digunakan untuk membantu pendanaan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

    Serangan terbaru memperlihatkan bahwa jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz semakin menjadi titik rawan dalam konflik kedua negara.

    Iran Balik Menyerang Kapal

    Iran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah kapal di kawasan tersebut. Menurut laporan Reuters, Iran menargetkan sekitar 10 kapal sebagai balasan atas serangan AS terhadap lima tanker minyak Iran.

    Situasi ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan kapal komersial yang melintas di salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.

    Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi distribusi minyak global. Gangguan berkepanjangan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi pasokan energi sekaligus mendorong kenaikan harga minyak dunia.

    Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS

    Eskalasi konflik langsung berdampak pada pasar energi. Harga minyak Brent kembali menembus level 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Juli 2026.

    Serangan terhadap kapal tanker juga memperbesar risiko gangguan terhadap arus perdagangan minyak. Reuters melaporkan, aliran minyak melalui Selat Hormuz telah turun drastis di tengah meningkatnya ancaman terhadap kapal-kapal yang melintas.

    Jika ketegangan terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan AS dan Iran. Gangguan distribusi minyak dari kawasan Teluk berpotensi memberikan tekanan baru terhadap harga energi dan perekonomian global. (*)

    Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
    Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
    Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

    Komentar
    Additional JS