Iran Diam-diam Perkuat Fasilitas Nuklir di Dalam Gunung, Kedalamannya Ngeri - detik
Jakarta -
Presiden AS Donald Trump berulang kali mengancam akan menyerang fasilitas nuklir rahasia Iran. Di tengah ancaman tersebut, Iran diduga mempercepat pembangunan fasilitas nuklir bawah tanah di Pickaxe Mountain.
Dilansir dari The New York Post, analisis citra satelit selama enam tahun terhadap benteng pegunungan yang berada di dekat fasilitas nuklir Natanz menunjukkan adanya lonjakan aktivitas konstruksi di lokasi tersebut sepanjang tahun ini.
Lembaga pemikir Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Washington memperkirakan peningkatan aktivitas konstruksi itu berkaitan dengan upaya mengubah lokasi tersebut menjadi fasilitas yang lebih aman untuk mendukung program nuklir Iran.
"Terdapat lonjakan aktivitas konstruksi yang nyata pada 2026, yang berkaitan dengan kegiatan peninggian dan penguatan struktur akses portal, pengerasan permukaan jaringan jalan internal, penguatan di sekitar area akses, serta perataan lahan dan pembuangan material sisa galian," tulis CSIS dalam laporan terbarunya, dikutip dari The New York Post, Kamis (10/9/2026).
Lokasi proyek itu berada di kedalaman lebih dari 91 meter. Kedalaman itu kemungkinan sulit diraih oleh bom penghancur bunker terbesar milik Amerika.
Menurut temuan CSIS, pengerjaan fasilitas mulai dipercepat pada Oktober 2025. Pada saat itu, Israel memperingatkan pemerintahan Trump bahwa Iran diduga sedang memindahkan mesin sentrifus dan komponen uranium ke pangkalan bawah tanah tersebut. Namun claim tersebut tidak dikomentari oleh CSIS.
Pengerjaan fasilitas nuklir ini tampak berfokus pada penggalian kembali pintu masuk yang tertimbun akibat serangan. Ada potensi juga Iran memperkuat pintu masuk agar tetap bisa diakses kalau ada serangan mendatang.
Selain melakukan penguatan, Iran tampaknya sedang melakukan pembangunan internal di pangkalan yang terletak jauh di dalam pegunungan. Namun, situs itu belum mampu melakukan kegiatan pengayaan menurut temuan CSIS.
Pengerjaan di Pickaxe Mountain juga tetap berjalan ketika gencatan senjata sementara dengan AS. Hal itu berdasarkan nota kesepahaman telah melanggar ketentuan gencatan senjata sebagaimana ditemukan oleh para peneliti.
"Analisis citra CSIS menegaskan bahwa aktivitas konstruksi berlanjut pada tingkat tinggi selama periode yang dicakup dalam MOU," tulis lembaga itu.
Ancaman bahaya di Pickaxe Mountain terkubur setidaknya 99,9 meter di bawah Gunung Kolang. Hal itu mendorong Trump untuk berulang kali mengancam akan menyerang pangkalan tersebut.
"Kami mungkin akan menyerang Pickaxe dalam waktu dekat," ujar Trump kepada para wartawan pekan lalu.
Namun, menghancurkan pangkalan tidak mudah karena lokasinya terlalu dalam sehingga tak dapat ditembus oleh bom penghancur bunker Amerika, bahkan yang paling kuat sekalipun. Bom GBU-57 hanya mampu menembus kedalaman tanah 60 meter sebelum meledak.
Saat ini Amerika sedang mengembangkan bom generasi terbaru. Uji coba rahasia yang mengindikasikan bom-bom baru tersebut mampu menembus jenis batuan yang sama di Gunung Pickaxe menurut laporan CNN.
Simak juga Video ' Trump: Saya Tidak Percaya pada Kata Penyesalan':
(dhw/das)