Houthi Kuasai Pulau Mayun di Laut Merah, Jalur Ekspor Minyak Arab Saudi Terancam - Tribunnews
Kelompok milisi Houthi berhasil menguasai Pulau Mayun yang strategis di Selat Bab el-Mandeb
Tayang:
Chat GPT
ILUSTRASI - Kelompok Houthi menguasai Pulau Mayun di Selat Bab el-Mandeb, memicu ancaman terhadap jalur pelayaran dan distribusi energi dunia.
Ringkasan Berita:
- Kelompok milisi Houthi berhasil menguasai Pulau Mayun yang strategis di Selat Bab el-Mandeb
- Penguasaan pulau tersebut mengancam jalur distribusi energi dunia dan rute ekspor minyak Arab Saudi
- Harga minyak mentah dunia meroket hingga di atas 100 dollar AS per barel akibat eskalasi konflik
- Arab Saudi menutup sementara jalur pipa minyak Timur-Barat pascaserangan udara sebagai langkah pencegahan
- Volume pelayaran di Selat Bab el-Mandeb anjlok hingga 60 persen menurut data Lloyd's List Intelligence
SERAMBINEWS.COM - Peta konflik di kawasan Laut Merah kian memanas. Kelompok milisi Houthi di Yaman yang disokong Iran berhasil menguasai Pulau Mayun, sebuah titik strategis di pintu masuk selatan Selat Bab el-Mandeb.
Penguasaan atas pulau vulkanik yang juga dikenal sebagai Pulau Perim tersebut membuka front baru sekaligus memperluas ancaman terhadap jalur distribusi energi dunia.
Langkah Houthi ini berpotensi memutus rute ekspor minyak utama Arab Saudi. Tak hanya itu, kondisi ini menguatkan strategi Iran untuk mendongkrak harga minyak dan gas global guna menekan Amerika Serikat.
Imbas Penutupan Pipa Timur-Barat dan Lonjakan Harga Minyak
Kuasainya pulau di celah selat selebar 28 kilometer tersebut bertepatan dengan langkah defensif Arab Saudi. Pada Jumat (11/9/2026), Riyadh menutup sementara jalur pipa minyak lintas negara utama mereka pascaserangan udara sehari sebelumnya.
Meski demikian, Kementerian Energi Arab Saudi belum menunjuk siapa dalang di balik serangan terhadap instalasi pipa Timur-Barat yang telah beroperasi sejak 1980-an tersebut. Pihak kerajaan menegaskan bahwa penutupan jalur merupakan langkah pencegahan semata.
Eskalasi keamanan di kawasan ini langsung direspons pasar global:
- Pasar Minyak: Harga minyak mentah dunia meroket hingga menembus angka di atas 100 dollar AS per barel.
- Jalur Alternatif Terancam: Arab Saudi yang mengandalkan Laut Merah sebagai alternatif dari Selat Hormuz kini terdesak mencari rute lain. Riyadh berpeluang memutar rute pelayaran lebih jauh ke utara menuju Laut Mediterania via Terusan Suez atau jaringan pipa Mesir.
- Penurunan Traffic Laut Merah: Data Lloyd's List Intelligence mencatat volume pelayaran di Selat Bab el-Mandeb telah anjlok hingga 60 persen sejak kelompok Houthi gencar menyerang kapal-kapal dagang pada akhir 2023.
Baca juga: Takut Konflik Meluas, Trump Tolak Permintaan Putra Mahkota Arab Saudi MBS Untuk Serang Houthi Yaman
Ekspansi ke Mokha dan Ancam Pelayaran Saudi
Selain mencaplok Pulau Mayun, kelompok Houthi dilaporkan berhasil menduduki kota pelabuhan Mokha yang berjarak 80 kilometer dari Selat Bab el-Mandeb.
Sebagai respons, militer Arab Saudi melancarkan serangan udara balasan ke area Bandara Mokha. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan material akibat gempuran tersebut.
Dalam siaran resminya pada Jumat, juru bicara pasukan bersenjata Houthi menegaskan sikap keras mereka terhadap eskalasi yang terjadi.
"Eskalasi akan dibalas dengan eskalasi," tegas perwakilan Houthi.
Mereka menambahkan bahwa jalur navigasi maritim di Laut Merah tetap aman diakses oleh perusahaan mana pun, kecuali kapal-kapal yang mengibarkan bendera atau milik Arab Saudi. (Serambinews.com/Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kelompok-Houthi-menguasai-Pulau-Mayun-di-Selat-Bab-el-Mandeb.jpg)