Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS - SindoNews

    10 min read

     

    Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia Indeks HI-LITE More SINDOscope More MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel Live TV RCTI GTV MNCTV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin

    Senin, 13 Juli 2026 - 15:35 WIB

    Iran ancam negara-negara Teluk untuk tidak jadi arena bagi serangan AS. Foto/X

    A A A

    TEHERAN - Iran memperingatkan bahwa negara-negara Arab di Timur Tengah adalah target yang sah untuk serangan balasan karena mereka menampung pangkalan militer AS.

    AS terus menyerang target di Iran pada Senin pagi waktu setempat, menandai malam keempat berturut-turut pemboman. Pada hari Minggu, Iran menanggapi dengan menembakkan rudal dan drone ke situs-situs militer AS di Yordania, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman.

    Dalam pernyataan yang dimuat oleh media ISNA pada Minggu malam, Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk serangan AS yang "barbar" dan menuduh monarki Teluk mengubah negara mereka menjadi "arena untuk perang ilegal dan kriminal melawan bangsa Iran."

    "Negara-negara tetangga berkewajiban berdasarkan hukum internasional untuk mencegah agresor menggunakan wilayah dan fasilitas mereka untuk melakukan agresi militer terhadap Iran," tambah kementerian tersebut.

    Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan kepada semua pihak untuk "menahan diri semaksimal mungkin, menghindari tindakan eskalasi lebih lanjut, dan mengambil langkah-langkah segera untuk meredakan ketegangan."

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menanggapi dengan menyatakan bahwa tindakan Iran dapat dibenarkan. “Iran tidak ‘menyerang.’ Serangan Iran terhadap pangkalan dan aset militer AS yang ditempatkan di Teluk Persia selatan merupakan pelaksanaan hak inherennya untuk membela diri yang sah dan sesuai hukum berdasarkan hukum internasional,” tulisnya di X pada hari Minggu.

    Perang dimulai dengan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Pertukaran serangan reguler berhenti setelah gencatan senjata pada bulan April, yang mengarah pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni.

    Permusuhan kembali terjadi baru-baru ini karena kedua pihak tidak sepakat mengenai interpretasi MoU dan status Selat Hormuz, yang dinyatakan Iran tertutup untuk pelayaran sebagai tanggapan terhadap serangan AS dan Israel.

    (ahm)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

      Rekomendasi

      Infografis

      Perang AS-Israel vs...

      Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris

      Terpopuler

      1

      2

      3

      4

      5

      Berita Terkini

      Inggris Semakin Ditekan...

      Apa Itu Gunung Pickaxe?...

      Norwegia Diam-diam Gunakan...

      TV Iran Rayakan Kematian...

      Perang AS dan Iran Ternyata...

      Trump Lontarkan Klaim...

      Komentar
      Additional JS