Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Featured Iran IRGC Selat Hormuz Spesial

    IRGC: Selat Hormuz tetap tutup sampai Amerika hentikan campur tangan -

    3 min read

     

    Eskalasi terbaru ini memperbesar risiko meluasnya konflik Iran vs Amerika di kawasan Timur Tengah.

    TEHERAN – Iran melancarkan serangan terhadap lima negara Teluk sekaligus menutup Selat Hormuz setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangannya ke sejumlah target militer di wilayah selatan Iran. Eskalasi terbaru ini memperbesar risiko meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

    Dikutip dari Al Jazeera, Teheran mengklaim telah menyerang Bahrain, Kuwait, Yordania, Qatar, dan Oman sebagai respons atas gelombang ketiga serangan udara Amerika Serikat dalam sepekan terakhir.

    Sebelumnya, Amerika Serikat melancarkan serangan setelah Iran menutup Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia. Teheran menuduh Washington melanggar nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) yang telah disepakati kedua negara pada bulan lalu.

    Iran menyatakan bahwa serangan balasan dilakukan dengan mengerahkan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer serta fasilitas Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk.

    Di sisi lain, US Central Command (CENTCOM) kembali melancarkan serangan terhadap fasilitas radar, peluncur rudal, dan lokasi drone milik Iran di wilayah selatan negara tersebut.

    Serangan terbaru tersebut terjadi setelah Iran melepaskan tembakan ke arah kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan mengumumkan penutupan jalur pelayaran tersebut hingga waktu yang belum ditentukan. CENTCOM menyebut bahwa sedikitnya satu awak kapal dilaporkan hilang dalam insiden tersebut.

    Ketua Parlemen Iran sekaligus salah satu tokoh utama dalam perundingan damai, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa era kesepakatan yang hanya menguntungkan satu pihak telah berakhir.

    "Kami sudah memperingatkan kalian, penuhi kesepakatan atau tanggung akibatnya." tulis Ghalibaf di platform X sembari mengunggah Pasal 5 MoU yang mengatur pembukaan kembali Selat Hormuz.

    Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Rabu (8/7) menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Pernyataan tersebut disusul oleh janji Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, untuk membalas kematian ayahnya.

    Kronologi Eskalasi

    Menurut Al Jazeera, kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dituangkan dalam MoU sejak awal dinilai rapuh karena masih menyisakan sejumlah persoalan yang belum terselesaikan.

    Ketegangan kembali meningkat pada awal pekan lalu ketika Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyerang tiga kapal komersial di Selat Hormuz, termasuk sebuah kapal pengangkut gas alam cair (LNG) milik Qatar yang berlayar di dekat perairan Oman.

    Sehari kemudian, Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Iran. Teheran merespons dengan menghujani pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk menggunakan rudal dan drone.

    Aksi saling balas serangan tersebut mendorong Presiden Donald Trump mengakhiri gencatan senjata yang sebelumnya disepakati oleh kedua negara.

    Halaman:

    Tambahkan

    sebagai sumber pilihan di Google

    Komentar
    Additional JS