Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita CIA Dunia Internasional Featured Konflik Timur Tengah Mossad Spesial

    Bos Mossad dan Bos CIA Berbagi Intelijen Soal Nuklir di Gunung Pickaxe, Iran: Dalih Buat Menyerang - Tribunnews

    7 min read

     

    HO/IST/Tangkap Layar/WN A-A+ GUNUNG PICKAXE - Citra satelit dari Vantor menunjukkan gambaran umum kompleks terowongan Pickaxe Mountain dari bulan Maret 2026. Lokasi di Gunung Pickaxe, Iran ini berada di bagian selatan fasilitas nuklir Natanz, negara tersebut. 

    Direktur Mossad Berbagi Intelijen Soal Nuklir di Gunung Pickaxe, Iran: Kami akan Balas Setiap Serangan

    Ringkasan Berita:
    • Direktur baru Mossad Roman Gofman dilaporkan bertemu pejabat pemerintahan Donald Trump dan Direktur CIA John Ratcliffe di Washington untuk membahas Iran.
    • Informasi intelijen yang dibawa disebut mencakup uranium, kondisi ekonomi Iran, serta fasilitas bawah tanah yang dikaitkan dengan program nuklir Teheran.
    • Iran membantah adanya aktivitas nuklir di kawasan Gunung Pickaxe dan menuduh AS menggunakan lokasi tersebut sebagai alasan untuk tindakan militer.


    TRIBUNNEWS.COM – Direktur baru badan intelijen Israel Mossad, Roman Gofman, dilaporkan bertemu sejumlah pejabat pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam kunjungannya ke Washington dua pekan lalu.

    Menurut laporan media Amerika Serikat, Gofman menyampaikan informasi intelijen terkait Iran, termasuk mengenai cadangan uranium, kondisi ekonomi Iran, serta fasilitas bawah tanah yang diduga terkait dengan program nuklir Teheran.

    Baca juga: Mengenal Gunung Pickaxe, Situs Nuklir Rahasia Iran yang Menjadi Sasaran Trump Berikutnya

    Sumber yang dikutip CNN menyebut salah satu materi yang dibahas adalah Proyek Gunung Axe (Pickaxe Mountain), sebuah lokasi bawah tanah yang diperkuat dan diyakini oleh sejumlah badan intelijen Barat memiliki keterkaitan dengan aktivitas nuklir Iran.

    Kunjungan tersebut menjadi perjalanan pertama Gofman ke ibu kota AS sejak ia menjabat sebagai kepala Mossad pada awal 2026.

    Sebelumnya, ia menjabat sebagai sekretaris militer Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

    Media Amerika Axios, mengutip dua sumber anonim, melaporkan Gofman bertemu dengan Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) John Ratcliffe serta sejumlah pejabat Gedung Putih.

    Pertemuan itu disebut membahas perkembangan konflik dan hubungan keamanan terkait Iran.

    Seorang sumber Israel mengatakan salah satu tujuan utama kunjungan tersebut adalah melakukan koordinasi dengan Washington terkait kemungkinan negosiasi nuklir dengan Iran.

    Baik CIA maupun Mossad belum memberikan komentar resmi mengenai pertemuan tersebut.

    Iran Bantah Aktivitas Nuklir di Gunung Pickaxe

    Di sisi lain, pemerintah Iran membantah adanya aktivitas nuklir di kawasan Gunung Pickaxe, wilayah pegunungan dekat fasilitas nuklir Natanz di Provinsi Isfahan.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan pada 22 Juli bahwa lokasi tersebut tidak memiliki kegiatan nuklir dan menuduh Amerika Serikat menggunakan isu tersebut sebagai alasan untuk membenarkan tindakan militer terhadap Iran.

    Baghaei menyatakan ancaman dan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran merupakan pelanggaran terhadap prinsip Piagam PBB, hukum internasional, serta resolusi terkait dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan Dewan Keamanan PBB.

    Menurutnya, Iran telah memenuhi kewajiban pelaporan terkait aktivitas nuklir kepada IAEA.

    Ia menilai perhatian Washington terhadap Gunung Pickaxe merupakan dalih untuk melakukan tindakan agresi, sabotase, maupun penghancuran terhadap fasilitas Iran.

    Baghaei juga mengkritik Direktur Jenderal IAEA karena dinilai tidak mengambil sikap terhadap pernyataan ancaman Presiden Trump dan menegaskan Iran siap merespons setiap tindakan permusuhan.

    Gambar satelit dari Maxar Technologies pada 8 Januari 2020 menunjukkan gambaran umum fasilitas nuklir Natanz Iran, di selatan ibukota Teheran. Kantor berita IRNA melaporkan, sebuah ledakan keras terdengar pada Sabtu (4/12/2021) di langit kota Badroud di Iran, hanya 20 kilometer (12 mil) dari fasilitas pengayaan uranium Natanz.
    Gambar satelit dari Maxar Technologies pada 8 Januari 2020 menunjukkan gambaran umum fasilitas nuklir Natanz Iran, di selatan ibukota Teheran. Kantor berita IRNA melaporkan, sebuah ledakan keras terdengar pada Sabtu (4/12/2021) di langit kota Badroud di Iran, hanya 20 kilometer (12 mil) dari fasilitas pengayaan uranium Natanz. (Citra satelit © 2021 Maxar Technologies / AFP)

    Ancaman Serangan AS

    Gunung Pickaxe berada tidak jauh dari fasilitas pengayaan uranium Natanz, salah satu pusat program nuklir Iran.

    Amerika Serikat, Israel, dan sejumlah badan intelijen Barat sebelumnya menilai lokasi tersebut sebagai salah satu fasilitas bawah tanah Iran yang paling terlindungi.

    Pada 21 Juli, dalam pertemuan dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih, Presiden Trump mengatakan Washington dapat "segera" melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir bawah tanah Iran tersebut.

    Sementara itu, juru bicara Angkatan Bersenjata Iran Abolfazl Shekarchi mengatakan industri pertahanan Iran tetap berjalan, termasuk produksi rudal dan kendaraan udara nirawak (UAV), meskipun menghadapi tekanan dan serangan udara sebelumnya.

    Ia menegaskan Iran masih memiliki kemampuan untuk mempertahankan kapasitas militernya meski menghadapi tekanan eksternal.

    (oln/vna/cnn/*)

    Komentar
    Additional JS