IRGC Hantam Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Yordania: Peralatan Militer Amerika Serikat Hancur - Tribunnews
IRGC mengklaim telah menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Yordania.
Tayang:
kredit: IRGC/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS
IRGC - Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami meninjau peralatan militer selama latihan militer pasukan darat IRGC di wilayah Aras, provinsi Azerbaijan Timur, Iran, 17 Oktober 2022. IRGC mengklaim telah menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Yordania.
Ringkasan Berita:
- IRGC mengklaim menyerang pangkalan militer AS di Kuwait dan Yordania, termasuk sistem Patriot, radar THAAD, dan radar C-RAM.
- Iran menyebut serangan juga menyasar hanggar drone MQ-9, fasilitas helikopter, serta infrastruktur militer lainnya.
- Hingga kini belum ada konfirmasi independen maupun tanggapan resmi dari Amerika Serikat terkait klaim tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Kamis mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait dan Yordania.
Menurut media pemerintah Iran, serangan tersebut menyasar berbagai fasilitas militer, termasuk sistem pertahanan udara dan infrastruktur pendukung operasi militer AS.
Mengutip penyiar pemerintah Iran, IRIB, IRGC menyatakan serangan di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait, menghancurkan gudang besar peralatan militer, sistem pertahanan udara Patriot milik AS, serta hanggar yang digunakan untuk menyimpan drone MQ-9.
IRGC juga mengklaim telah menyerang akomodasi personel militer AS dan dua hanggar helikopter di Kamp Udairi.
Kelompok tersebut menyebut serangan mengakibatkan korban di pihak militer AS dan menimbulkan kerusakan pada sejumlah helikopter serta drone, meski tidak memberikan rincian mengenai jumlah korban maupun bukti pendukung.
Selain itu, IRGC mengatakan pihaknya menargetkan sebuah menara telekomunikasi sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap infrastruktur komunikasi di Iran.
"Serangan ini hanya menyasar lokasi yang digunakan militer Amerika Serikat dan tidak dimaksudkan sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan maupun keutuhan wilayah Kuwait," demikian pernyataan IRGC yang dikutip media pemerintah Iran, mengutip Anandolu Agency, Kamis (23/7/2026).
Baca juga: DPR AS Setujui Dana Militer Rp20.585 Triliun, Trump Bersiap Perkuat Perang Lawan Iran
Di Yordania, IRGC mengklaim telah menghancurkan radar sistem pertahanan rudal THAAD, sistem Patriot, serta radar C-RAM di sebuah pangkalan militer AS.
Kelompok itu juga menyebut serangan memicu kebakaran pada tangki bahan bakar, gudang peralatan helikopter, dan hanggar perawatan helikopter.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan ofensif gabungan terhadap Iran pada Februari.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju kesepakatan damai jangka panjang.
Namun, ketegangan kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir terkait situasi di Selat Hormuz ketika kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat konfirmasi independen maupun tanggapan resmi dari pemerintah AS dan otoritas Kuwait maupun Yordania mengenai klaim yang disampaikan IRGC.
(*)