Anthony Fauci Tolak Jawab Asal-usul Covid-19, Pengacara Diusir Paksa Petugas di Sidang Senat AS - Tribunnews
Ringkasan Berita:
- Sidang Senat AS soal asal-usul COVID-19 berlangsung ricuh.
- Dr Anthony Fauci memilih bungkam lebih dari 100 kali menggunakan Amandemen Ke-5.
- Sementara itu, pengacaranya diusir paksa petugas keamanan atas perintah Senator Rand Paul.
TRIBUNNEWS.COM - Sidang Komite Senat Amerika Serikat (AS) mengenai penyelidikan asal-usul COVID-19 dan penanganan pandemi berlangsung penuh drama dan ketegangan pada Rabu (29/7/2026).
Mantan Penasihat Medis Utama Presiden AS sekaligus mantan Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID), Dr Anthony Fauci (85), menolak menjawab puluhan pertanyaan dari para senator Partai Republik.
Fauci menggunakan hak konstitusionalnya berdasarkan Amandemen Ke-5 Konstitusi AS—yang melindungi seseorang dari kewajiban memberikan kesaksian yang dapat memberatkan dirinya sendiri secara hukum—lebih dari 100 kali sepanjang sidang.
Suasana semakin memanas ketika pengacara pribadi Fauci, David Schertler, diusir keluar ruang sidang oleh petugas keamanan atas perintah pimpinan sidang, Senator Rand Paul dari Partai Republik.
Diwarnai Aksi Pengusiran Pengacara
Insiden terjadi saat Rand Paul mendesak Fauci mengenai dugaan keterlibatan National Institutes of Health (NIH) dalam pendanaan penelitian gain-of-function di Institut Virologi Wuhan, China.
Penelitian gain-of-function merupakan eksperimen yang memodifikasi patogen untuk mempelajari potensi penyebaran maupun tingkat bahayanya.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Taiwan Melonjak Tajam, Bagaimana Kondisi Indonesia Saat Ini?
Ketika Fauci berulang kali menolak menjawab atas saran tim hukumnya, David Schertler mencoba menyela untuk menyampaikan argumen hukum.
Namun, Rand Paul langsung menghentikannya.
"Ini bukan permainan dengan pengacaranya. Para pengacara tidak diberi kesempatan untuk berbicara di meja ini," tegas Rand Paul.
"Petugas keamanan, tolong keluarkan dia dari ruangan," lanjutnya.
Schertler kemudian meninggalkan ruang sidang didampingi petugas keamanan.
Usai keluar, ia menyebut tindakan Rand Paul sebagai sesuatu yang "keterlaluan" dan didorong oleh dendam pribadi terhadap Fauci.
Fauci Gunakan Hak Amandemen Ke-5
Dalam pernyataan pembukanya, Fauci mengatakan keputusannya menggunakan Amandemen Ke-5 diambil karena ia menilai sidang tersebut sengaja dirancang untuk menjebaknya dalam dugaan sumpah palsu (perjury).
Ia juga menuding Rand Paul memiliki obsesi untuk menyeretnya ke penjara.
"Satu-satunya kesimpulan yang dapat saya tarik adalah bahwa alasan beliau memanggil saya ke hadapan komite ini adalah untuk membuat saya mengatakan sesuatu—apa pun itu—yang dapat membenarkan janji publiknya bahwa saya akan berakhir di balik jeruji besi," ujar Fauci.
"Oleh karena itu, atas saran penasihat hukum saya, saya akan menggunakan hak saya berdasarkan Amandemen Ke-5 untuk menahan diri dari menjawab pertanyaan Anda," lanjutnya.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Taiwan Melonjak 117 Persen, Lansia dan Bayi Jadi Kelompok Paling Rentan
Meski telah menerima pengampunan (pardon) dari Presiden Joe Biden atas tindakan selama periode 2014–2025, tim hukumnya menilai Fauci masih berpotensi menghadapi tuntutan pidana baru di tingkat negara bagian atau lokal apabila memberikan keterangan tambahan.
Terancam Status Penghinaan terhadap Kongres
Sikap Fauci memicu reaksi keras dari senator Partai Republik.
Senator Josh Hawley menilai tindakan Fauci merupakan bentuk penghinaan terhadap Kongres dan rakyat Amerika.
Di akhir sidang, Rand Paul mengatakan komite akan menggelar pemungutan suara pada pekan depan untuk mempertimbangkan pemberian status penghinaan terhadap Kongres (contempt of Congress) kepada Fauci.
"Akan ada konsekuensi atas penolakan Anda untuk bersaksi hari ini," kata Rand Paul.
Sementara itu, senator Partai Demokrat membela Fauci.
Mereka menilai sidang tersebut lebih menyerupai "perburuan penyihir" bermuatan politik daripada upaya mencari fakta ilmiah.
Catatan Harian Fauci Jadi Sorotan
Sidang ini berlangsung hanya beberapa hari setelah Rand Paul merilis lebih dari 1.000 halaman catatan harian pribadi Fauci selama pandemi COVID-19.
Dokumen tersebut memuat catatan interaksi Fauci dengan Donald Trump pada awal pandemi.
Dalam catatan itu, Fauci menggambarkan Trump dengan istilah seperti "tidak kompeten", "ceroboh", hingga "sinting".
Baca juga: 26 Orang Terinfeksi Covid-19 di Andhra Pradesh India, 4 Meninggal Dunia
Catatan tersebut juga mengungkap perdebatan di kalangan ilmuwan pada awal 2020 mengenai dua hipotesis asal-usul COVID-19, yakni penularan alami dari hewan ke manusia (natural spillover) atau kebocoran laboratorium (lab leak) di Wuhan.
Sejauh ini, sebagian besar komunitas ilmiah internasional serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menyatakan bahwa hipotesis penularan alami merupakan penjelasan yang paling didukung oleh bukti ilmiah yang tersedia.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)