Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Anwar Ibrahim Berita Featured Iran Malaysia Spesial

    Ucap Istilah Rasis ke Komunitas India, PM Malaysia Anwar Ibrahim Minta Maaf - Tribunnews

    7 min read

     


    Ringkasan Berita:
    • PM Malaysia Anwar Ibrahim meminta maaf secara terbuka kepada komunitas India atas penggunaan istilah "kuil haram" dalam pidatonya di Universiti Malaya
    • Permohonan maaf tersebut kembali ditegaskan dan disampaikan langsung dalam acara ramah tamah bersama komunitas India pada 29 Juli 2026.
    • Anwar menegaskan bahwa Malaysia adalah rumah bagi seluruh warganya tanpa memandang ras serta mengecam pihak yang mengeksploitasi sentimen rasial demi politik.

    TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka kepada komunitas India setelah dirinya mengakui sempat menggunakan istilah yang tidak pantas saat berbicara di hadapan publik. 

    Ia menegaskan tidak ada niat untuk menyinggung pihak mana pun.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, Anwar Ibrahim menjadi sorotan karena ucapannya saat menghadiri acara di Universiti Malaya, Kuala Lumpur pada 10 Mei 2026 belakangan ini kembali viral di negeri jiran.

    Saat itu, Anwar Ibrahim sedang membahas masalah penegakan hukum yang tegas terhadap rumah ibadah yang dibangun tanpa izin.

    Dalam penjelasannya, ia menggunakan istilah "kuil haram" untuk mendeskripsikan kuil yang dibangun secara ilegal oleh komunitas India di Malaysia.

    Permintaan Maaf Terbuka Perdana Menteri

    Untuk merespons kontroversi pernyataan viral tersebut, Anwar Ibrahim pun mengakui kesalahannya saat berbicara dalam acara sesi ramah tamah bersama komunitas India pada Rabu malam waktu setempat (29/7/2026).

    Baca juga: Natalius Pigai Curhat Jadi Korban Bullying Netizen: Saya Menteri Saja Korban Rasis, Apalagi Rakyat?

    Acara ini juga turut dihadiri oleh Menteri Komunikasi Malaysia Datuk Seri Fahmi Fadzil, Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia Datuk Seri R. Ramanan, serta para pemimpin lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan tokoh terkemuka komunitas India setempat.

    Dalam kesempatan itu, Anwar secara terbuka mengakui kesalahannya tanpa ada niat untuk mencari pembenaran.

    Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kerendahan hati untuk mengakui kekurangan.

    "Di sebuah forum di Universiti Malaya, saya menggunakan istilah yang tidak pantas. Saya sudah meminta maaf karena itu bukan maksud saya," ungkap Anwar meminta maaf kepada komunitas India yang ia undang dalam acara tersebut.

    Anwar menyebut kesalahan yang ia lakukan merupakan bukti bahwa dirinya adalah manusia biasa seperti masyarakat Malaysia lainnya.

    "Perdana Menteri hanyalah manusia. Ada kalanya saya tidak memiliki niat seperti itu tetapi menggunakan kata yang salah. Saya menerima kesalahan saya dan telah meminta maaf," terang Anwar seperti yang dilansir dari Bernama.

    Prinsip Kesetaraan dan Keberagaman di Malaysia

    Lebih lanjut, Anwar menekankan bahwa Malaysia adalah rumah bagi seluruh warganya tanpa memandang latar belakang ras atau suku.

    Ia dengan tegas mengecam pihak-pihak yang mencoba mengeksploitasi sentimen rasial demi kepentingan politik, seperti menyuruh warga keturunan Tionghoa kembali ke China atau warga keturunan India kembali ke India.

    "Saya ingin menanggapinya dengan mengatakan bahwa saya tidak peduli dengan narasi semacam itu. Malaysia adalah milik semua warga Malaysia dan kita harus bekerja untuk semua orang," sambung Anwar.

    Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan yang dianutnya tidak pernah mengajarkan kebencian terhadap sesama manusia, termasuk kepada umat Hindu maupun etnis minoritas lainnya di negeri jiran tersebut.

    "Saya seorang Muslim dan saya tidak pernah diajar untuk menghina pengikut agama Hindu. Saya orang Melayu, dan orang tua saya tidak pernah mengajari saya untuk merampas hak komunitas India atau menindas komunitas Tionghoa," ungkap Anwar.

    Baca juga: Tutup Mulut Jalan Mundur, Wartawan dan LPM Solo Raya Protes Ucapan Londo Ireng

    Sikap terbuka dan kesatria yang ditunjukkan oleh Anwar Ibrahim ini pun mendapat apresiasi tinggi dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia Datuk Seri R. Ramanan.

    Menurut Ramanan, keputusan Anwar untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik adalah bukti nyata dari keluhuran budi dan ketulusan seorang pemimpin tertinggi negara.

    Ramanan menilai bahwa tidak banyak pemimpin di dunia, khususnya yang memegang jabatan tertinggi di pemerintahan, memiliki keberanian dan kerendahan hati sebesar itu.

    "Dibutuhkan seseorang berjiwa besar. Bahkan terkadang kami di dunia bisnis, bahkan orang-orang kecil seperti kami merasa terlalu besar untuk meminta maaf. Tapi ini adalah Perdana Menteri sebuah negara yang meminta maaf atas segala kekurangannya. Dan saya pikir dibutuhkan seseorang yang sangat berjiwa besar untuk melakukan itu. Sangat, sangat berjiwa besar," kata Ramanan

    (Tribunnews.com/Bobby)

    Komentar
    Additional JS