0
News
    Home Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Tuntutan AS Tidak Rasional, Iran Bantah Ada Negosiasi Gencatan Senjata Hentikan Perang Timur Tengah - Tribunnews

    10 min read

     

    Tuntutan AS Tidak Rasional, Iran Bantah Ada Negosiasi Gencatan Senjata Hentikan Perang Timur Tengah

    Iran membantah adanya negosiasi gencatan senjata untuk menghentikan perang di Timur Tengah.

    Ringkasan Berita:
    • Iran membantah adanya negosiasi gencatan senjata untuk menghentikan perang di Timur Tengah.
    • Setelah menerima pesan AS melalui perantara, Iran mengatakan tuntutan Washington bersifat "maksimalis dan tidak rasional".
    • Donald Trump mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada Rabu (1/4/2026) malam bahwa militer AS hampir mencapai tujuannya di Iran.

     

    TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, Iran tidak perlu membuat kesepakatan sebagai prasyarat agar konflik berakhir, Selasa (31/3/2026).

    Namun, Iran membantah adanya negosiasi gencatan senjata untuk menghentikan perang di Timur Tengah.

    Setelah menerima pesan AS melalui perantara, Iran mengatakan tuntutan Washington bersifat "maksimalis dan tidak rasional".

    "Pesan telah diterima melalui perantara, termasuk Pakistan, tetapi tidak ada negosiasi langsung dengan AS," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, seperti dikutip oleh kantor berita ISNA, Kamis (2/4/2026).

    Ia juga mengatakan dalam komentar yang disiarkan di televisi pemerintah bahwa Iran siap untuk serangan apa pun, termasuk invasi oleh pasukan darat.

    Trump Klaim AS Hampir Capai Tujuannya

    Donald Trump mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada Rabu (1/4/2026) malam bahwa militer AS hampir mencapai tujuannya di Iran.

    Akan tetapi, Trump tidak memberikan garis waktu yang jelas untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama sebulan dan bersumpah untuk membom negara itu hingga kembali ke "Zaman Batu."

    Menghadapi publik Amerika yang waspada terhadap perang, peringkat persetujuan yang menurun, dan tekanan dari beberapa sekutu untuk menguraikan tujuan perangnya dengan lebih tepat dan konsisten, Trump mengatakan AS telah menghancurkan angkatan laut dan angkatan udara Iran, serta melumpuhkan program rudal balistik dan nuklirnya.

    Namun, ia menolak untuk menjabarkan rencana konkret untuk mengakhiri perang, yang kini memasuki minggu kelima, selain mengatakan bahwa AS akan menyelesaikan pekerjaan itu "dengan sangat cepat."

    “Kita memegang semua kartu,” kata Trump dari Gedung Putih dalam pidato utamanya yang pertama sejak AS dan Israel melancarkan perang pada 28 Februari 2026.

    “Mereka tidak memegang satu pun," lanjutnya.

    Baca juga: Sebelum Mengakhiri Perang, Trump Bakal Kembalikan Iran ke Zaman Batu Selama 3 Pekan

    Diberitakan Al Arabiya, Trump mengabaikan beberapa isu besar yang belum terselesaikan, seperti status uranium yang diperkaya Iran dan akses melalui Selat Hormuz, jalur pasokan minyak global yang secara efektif telah ditutup oleh Iran.

    Selat itu, katanya, akan terbuka “secara alami” setelah perang berakhir.

    Pidato Trump selama 19 menit itu hampir tidak memberikan hal baru dan hanya menawarkan sedikit jaminan kepada warga Amerika dan sekutu AS yang semakin merasakan dampak kenaikan harga bensin dan semakin tidak sabar dengan perang ini.

    Saham jatuh, dolar menguat, dan harga minyak naik tak lama setelah komentar Trump, mencerminkan sentimen luas bahwa konflik ini kemungkinan akan berlarut-larut untuk beberapa waktu.

    MENGANCAM IRAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur pembangkit listrik Iran jika tak kunjung membuka Selat Hormuz dalam 48 jam agar bisa kembali dilintasi kapal tanker pengangkut minyak. Ancaman tersebut dia lontarkan di akun Truth Social hari Sabtu, 21 Maret 2026.
    MENGANCAM IRAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur pembangkit listrik Iran jika tak kunjung membuka Selat Hormuz dalam 48 jam agar bisa kembali dilintasi kapal tanker pengangkut minyak. Ancaman tersebut dia lontarkan di akun Truth Social hari Sabtu, 21 Maret 2026. (HO/IST/X/Iran 24)

    Dikutip dari AP News, Trump tidak menyebutkan kemungkinan mengirim pasukan darat AS ke Iran.

    Ia juga tidak menyinggung NATO, aliansi trans-Atlantik yang telah ia kecam karena tidak membantu AS mengamankan Selat Hormuz yang sangat penting, di mana cengkeraman Iran telah menyebabkan harga energi melonjak.

    Trump juga tidak mengatakan apa pun tentang negosiasi dengan Iran atau menyebutkan tenggat waktu 6 April yang dia tetapkan bagi Iran untuk membuka kembali jalur perairan tersebut atau menghadapi pembalasan keras dari AS.

    Baca juga: Donald Trump Klaim Perang Selesai dalam 2 Minggu, Iran Justru Luncurkan Rudal ke Israel

    Sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026, Trump telah menawarkan tujuan yang berubah-ubah dan berulang kali mengatakan perang bisa segera berakhir, sementara juga mengancam akan memperluas konflik.

    Ribuan pasukan AS tambahan saat ini sedang menuju Timur Tengah, dan spekulasi beredar luas tentang alasannya.

    Trump juga mengancam akan menyerang pusat ekspor minyak Pulau Kharg milik Iran.

    Yang menambah kebingungan adalah peran apa yang mungkin dimainkan Israel — yang telah membombardir Iran bersama AS — dalam skenario mana pun.

    Trump berada di bawah tekanan yang semakin besar untuk mengakhiri perang yang telah mendorong kenaikan harga bensin, makanan, dan barang-barang lainnya.

    Harga minyak mentah Brent, standar internasional, telah naik lebih dari 40 persen sejak awal perang.

    (Tribunnews.com/Nuryanti)

    Berita lain terkait Iran Vs Amerika Memanas


    Komentar
    Additional JS