0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Tanggapi Ancaman AS, Iran Persiapkan Serangan yang Lebih Mematikan: Penilaian Kalian Keliru! - Tribunnews

    8 min read

     

    Tanggapi Ancaman AS, Iran Persiapkan Serangan yang Lebih Mematikan: Penilaian Kalian Keliru!

    Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Letkol Ebrahim Zolfaghari peringatkan AS dan Israel soal serangan yang lebih mematikan.

    Ringkasan Berita:
    • Setelah pidato Presiden AS Donald Trump berkumandang, Iran secara terang-terangan melontarkan ancaman terhadap Washington.
    • Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Letkol Ebrahim Zolfaghari mengatakan bahwa penilaian AS tentang kekuatan militer Iran keliru.
    • Ia memperingatkan AS agar tidak terjebak dalam asumsi yang salah mengenai kemampuan pertahanan Teheran.

    TRIBUNNEWS.COM - Militer Iran secara terang-terangan melontarkan ancaman akan melancarkan serangan balasan yang lebih besar, lebih luas, dan jauh lebih merusak sebagai respons atas ancaman Amerika Serikat (AS) baru-baru ini.

    Seperti diketahui, Presiden AS, Donald Trump dalam pidatonya mengatakan bahwa ia tidak akan mengendurkan serangan terhadap Iran dan justru bakal meningkatkan intensitas gempuran selama dua hingga tiga pekan ke depan.

    "Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras. Kami akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat yang seharusnya bagi mereka," tegas Trump, mengutip Arab News.

    Trump memaparkan bahwa kekuatan angkatan laut dan udara Iran kini sudah lumpuh.

    Tak hanya itu, ia menyebut program nuklir dan rudal balistik Iran telah hancur total.

    Menanggapi pidato Trump, Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Letkol Ebrahim Zolfaghari mengatakan bahwa penilaian AS tentang kekuatan militer Iran keliru.

    Pihak militer Iran menegaskan bahwa klaim Washington hanyalah isapan jempol belaka.

    Mereka memperingatkan AS agar tidak terjebak dalam asumsi yang salah mengenai kemampuan pertahanan Teheran.

    "Jangan pernah berpikir Anda telah menghancurkan pusat produksi rudal strategis atau drone jarak jauh kami."

    "Asumsi seperti itu justru akan membuat situasi jauh lebih buruk bagi Anda," tegas Letkol Ebrahim Zolfaghari dalam pernyataan resminya, Kamis (2/4/2026), seperti yang diberitakan Anadolu.

    Menurut pihak Iran, fasilitas militer yang selama ini menjadi target serangan AS dan Israel hanyalah lokasi yang kurang signifikan.

    Baca juga: Pidato Trump Soal Perang Iran Buat Bingung Senator AS: Klaim Menang, tapi Tetap Perang?

    Teheran mengklaim memiliki pabrik senjata rahasia yang tidak akan pernah bisa dideteksi maupun dijangkau oleh intelijen Barat.

    Iran bersumpah tidak akan berhenti melakukan serangan balasan hingga lawan-lawan mereka menyerah kalah.

    "Setelah pukulan telak yang Anda terima, bersiaplah untuk aksi yang lebih kuat dan lebih merusak."

    "Perang ini akan berlanjut sampai musuh-musuh kami menyesal sepenuhnya," lanjut pernyataan tersebut.

    Sejauh ini, hujan rudal dan drone dari Iran telah menyasar berbagai titik di Israel, Yordania, Irak, hingga negara-negara Teluk.

    Persiapkan Invasi Darat

    Panglima Tertinggi Angkatan Darat Iran, Mayjen Abdolrahim Hatami, mengeluarkan instruksi keras kepada seluruh jajaran militernya.

    Hatami memerintahkan pasukannya untuk memberikan respons mematikan jika pihak musuh nekat melancarkan operasi darat ke wilayah Iran.

    "Instruksi saya jelas: jika terjadi operasi darat oleh musuh, respons militer kita harus memastikan tidak ada satu pun penyerang yang pulang dengan selamat," tegas Hatami, Kamis (2/4/2026), mengutip WANA.

    Dalam pertemuan strategis yang dihadiri oleh seluruh petinggi matra darat, laut, udara, hingga pertahanan fungsional, Hatami menekankan bahwa Iran kini berada dalam status kesiapan tempur tertinggi.

    Ia memerintahkan agar setiap pergerakan musuh dipantau dengan tingkat presisi dan kecurigaan maksimal setiap detiknya.

    Baca juga: Tuntutan AS Tidak Rasional, Iran Bantah Ada Negosiasi Gencatan Senjata Hentikan Perang Timur Tengah

    Menurut Hatami, militer Iran telah menyiapkan berbagai skenario serangan balik untuk meredam setiap potensi invasi.

    Ia menegaskan bahwa kekuatan ofensif dan defensif Iran harus tetap berada pada level puncak guna menghadapi situasi yang disebutnya sangat "sensitif" ini.

    Lebih lanjut, Hatami menjelaskan bahwa strategi utama Iran saat ini adalah mencegah terjadinya perang skala besar, namun tetap menjamin keamanan total bagi rakyatnya.

    Ia mengirimkan pesan tajam kepada negara-negara tetangga dan rival regionalnya.

    "Sangat tidak adil dan tidak bisa diterima jika wilayah lain di kawasan ini menikmati kedamaian, sementara rakyat Iran harus kehilangan rasa aman," ujarnya.

    Hatami juga memperingatkan bahwa tekanan militer dan diplomatik Iran terhadap lawan-lawannya tidak akan mengendur sedikit pun sebelum tujuan strategis Teheran tercapai.

    (Tribunnews.com/Whiesa)


    Komentar
    Additional JS