0
News
    Home Donald Trump Dunia Internasional Iran Konflik Timur Tengah Pulau Kharg

    Trump: Perubahan Rezim Sudah Terjadi di Iran, Rebut Pulau Kharg Itu Sangat Mudah! - SindoNews

    5 min read

     

    Trump: Perubahan Rezim Sudah Terjadi di Iran, Rebut Pulau Kharg Itu Sangat Mudah!


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Senin, 30 Maret 2026 - 12:07 WIB


    Presiden Donald Trump klaim perang gabungan AS dan Israel telah menghasilkan perubahan rezim di Iran. Foto/White House

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim bahwa perang gabungan Amerika dan Israel telah mencapai perubahan rezim di Iran. Dia juga sesumbar akan membuat kesepakatan dengan negara Islam tersebut.

    "Saya pikir kita akan membuat kesepakatan dengan mereka, cukup yakin...tetapi kita telah mencapai perubahan rezim," kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One.

    Klaim Trump itu atas asumsi bahwa jumlah pemimpin Iran yang tewas cukup banyak dalam perang selama sebulan.

    Baca Juga: Trump: Sejujurnya, Hal Favorit Saya Adalah Mengambil Alih Minyak Iran!

    "Kita berurusan dengan orang-orang yang berbeda dari siapa pun yang pernah berurusan sebelumnya. Ini adalah kelompok orang yang sama sekali berbeda. Jadi saya akan menganggap itu sebagai perubahan rezim," kata Trump, seperti dikutip dari AFP, Senin (30/3/2026).

    Secara terpisah, Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Financial Times pada hari Minggu bahwa dia dapat merebut Pulau Kharg milik Iran "dengan sangat mudah".

    Pulau Kharg, yang terletak di lepas pantai barat Iran, adalah terminal minyak vital bagi negara Timur Tengah tersebut dan sedang diincar oleh Pentagon untuk operasi darat, meskipun Amerika Serikat sebelumnya bersikeras tidak akan melakukan invasi skala penuh.

    Ketika ditanya tentang keadaan pertahanan Iran di pulau itu, Trump berkata: "Saya rasa mereka tidak memiliki pertahanan apa pun. Kita bisa merebutnya dengan sangat mudah."

    Sebaliknya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan pasukan Iran sudah tak sabar menunggu tentara AS datang melakukan invasi darat. Menurutnya, para tentara agresor akan dibakar ketika menginjakkan kakinya di tanah Iran.

    "Pasukan Iran menunggu kedatangan pasukan Amerika di darat untuk membakar mereka dan menghukum mitra regional mereka selamanya," katanya.

    "Penembakan kami terus berlanjut. Rudal kami sudah siap. Tekad dan keyakinan kami telah meningkat," ujarnya, seperti dikutip dari CBS News.

    Ketua Parlemen Iran itu juga menggambarkan rencana gencatan senjata 15 poin AS, yang diserahkan Pakistan kepada Iran pekan lalu, sebagai "keinginan Washington".

    "Selama Amerika menginginkan Iran menyerah, tanggapan kami jelas: Jauh dari kami untuk menerima penghinaan," kata Ghalibaf.

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Hasil Riset Ekologi,...

    Hasil Riset Ekologi, 16 Tanda Kiamat Sudah Terjadi di Bumi


    Komentar
    Additional JS