Rudal Iran Bertuliskan Fasilitas Gas Terbesar Dunia di Qatar Sebagai Target Picu Reaksi Dunia Arab - Republika
Rudal Iran Bertuliskan Fasilitas Gas Terbesar Dunia di Qatar Sebagai Target Picu Reaksi Dunia Arab
REPUBLIKA.CO.ID, DOHA— Munculnya spanduk bertuliskan "Qatar – Ras Ghaz" pada rudal Iran tipe Khorramshahr selama parade militer di ibu kota Teheran memicu gelombang kemarahan luas dan reaksi mencolok di platform media sosial.
Aktivis media sosial menganggap langkah tersebut sebagai ancaman langsung yang menargetkan fasilitas sipil dan strategis di Teluk.
Sponsored
Ini sekaligus mengungkap—menurut para pengguna—sifat sasaran yang mungkin menjadi bagian dari perhitungan Iran dalam eskalasi regional apa pun.
Dilansir Aljazeera, Kamis (23/4/2026), video tersebut memicu perdebatan luas setelah beredarnya cuplikan dari parade militer yang diselenggarakan Iran pada Selasa malam di jalan-jalan Teheran.
Ini terjadi beberapa jam sebelum berakhirnya gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel yang kemudian diperpanjang.
Rudal-rudal Khorramshahr dan Qadr muncul di hadapan kerumunan yang mengibarkan bendera Iran.
Sementara salah satu gambar menampilkan selembar kertas bertuliskan "Fasilitas Gas di Ras Ghaz – Qatar" (Tasisat Gazrasani Ras Ghaz – Qatar) memicu badai kritik dan pertanyaan mengenai pesan yang dimaksudkan dari penempatan nama fasilitas energi Qatar pada rudal balistik.
Halaman 2 / 5
Menurut media Iran, parade tersebut berlangsung di Lapangan Revolusi, Lapangan Wali Asr, dan Lapangan Wank, dan disajikan sebagai pertunjukan rakyat dan militer untuk menunjukkan kesiapan.
Namun, fokus pada nama "Ras Ghaz" dengan cepat mengalihkan perdebatan dari pemantauan parade itu sendiri ke isi pesan politik tersembunyi di baliknya.
Terutama mengingat simbolisme nama terkait dengan kompleks industri Ras Laffan, salah satu pusat produksi dan ekspor gas alam cair terbesar di dunia.
Para pengguna Twitter dari Qatar dan negara-negara Arab menilai bahwa apa yang terlihat pada rudal tersebut bertentangan dengan pernyataan Iran sebelumnya.
Iran menyatakan setiap serangan militer hanya akan menargetkan pangkalan-pangkalan AS, bukan negara-negara Teluk atau fasilitas sipilnya.
Hamad Lahdan Al-Muhandis menulis bahwa penargetan sasaran sipil di Qatar pada rudal-rudal Iran merupakan bukti bahwa sasaran di Qatar dan Teluk adalah sasaran sipil yang tidak ada hubungannya dengan pangkalan AS.
Halaman 3 / 5
Muhandis menganggap bahwa kejadian tersebut mengungkap "rencana yang menargetkan fasilitas sipil dan sumber energi".
Mohammed Al-Sarami sependapat dengan hal tersebut, dengan mengatakan pihak Iran telah menempatkan target dan gambar Qatar pada rudal-rudal mereka.
Dia menilai hal itu membantah klaim-klaim sebelumnya yang menyatakan niat mereka hanya terbatas pada pangkalan-pangkalan militer.
Al-Sarami menambahkan pesan tersebut disambut di dalam negeri Qatar sebagai ancaman terhadap keamanan dan kedaulatan negara, bukan sekadar propaganda militer sementara.
Adapun Abdullah Al-Amadi menafsirkan situasi tersebut dari sudut pandang internal Iran, dengan menganggap bahwa pertunjukan tersebut lebih bersifat propaganda daripada pesan operasional.
Dia menulis tekanan militer dan ekonomi terhadap rezim Iran telah mendorongnya menipu opini publik lokal dengan tayangan media yang menyesatkan.
Ini merujuk pada fakta bahwa penyebutan nama Qatar merupakan bagian dari pertunjukan militer yang ditujukan untuk publik dalam negeri Iran.
Halaman 4 / 5
Dalam tanggapan yang ditandai dengan gaya bahasa rakyat nan lugas, Bin Jahm menulis:
“Pencantuman nama Qatar pada rudal-rudal tersebut tidak membuat kami takut atau gentar, justru semakin memperkuat tekad kami," sebuah komentar yang banyak dibagikan di kalangan pengguna media sosial asal Qatar.
Ahmad Darwish juga menekankan dimensi strategis dari pesan tersebut. Kompleks Industri Ras Laffan merupakan pilar utama perekonomian Qatar dan menyumbang sekitar 30 persen dari pasokan gas alam cair global.
Dia menilai penyebutan namanya dalam parade militer tidak hanya sekadar simbolis, melainkan merupakan ancaman terhadap keamanan energi global.
Reaksi dari dunia Arab meluas hingga mengkritik apa yang dianggap para aktivis sebagai pemanfaatan simbol-simbol sipil dan ekonomi dalam pesan-pesan militer.
Sementara yang lain berpendapat bahwa adegan tersebut mencerminkan eskalasi retorika yang melampaui konfrontasi dengan Amerika Serikat dan Israel, hingga memperluas jangkauan pesan yang ditujukan kepada negara-negara Teluk.
Kondisi kemarahan dan interaksi digital menunjukkan bahwa insiden tersebut tidak dipandang sekadar detail protokoler dalam parade militer, melainkan sebagai pesan politik.
Halaman 5 / 5
Ini sekaligus memicu perdebatan mengenai makna penyebutan fasilitas sipil Teluk dalam retorika pencegahan Iran.
Perang di Teluk telah memasuki fase yang lebih sensitif dengan pergeserannya ke penargetan infrastruktur energi.
Hal ini setelah serangan Iran menghantam salah satu pusat gas alam cair terpenting di dunia, dalam eskalasi yang mengancam keseimbangan pasar energi global.
Menurut laporan surat kabar Financial Times, Iran menyerang kawasan industri Ras Laffan di Qatar dengan rudal balistik sebulan lalu, yang mengakibatkan kerusakan luas di fasilitas gas alam cair terbesar di dunia ini.
arrow_forward_ios
Baca selengkapnya
00:00
00:05
01:27
Berita Terkait
Selat Hormuz Masih Bergejolak, Stok Minyak Global Dekati Rekor Terendah
Energi - 12 jam yang lalu
Gubernur BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tahan Hadapi Gejolak Global, Ini Alasannya
Finansial - 12 jam yang lalu
Perang Iran Menyedot Persediaan Rudal Canggih AS, Analis: Rentan Diserang Musuh
Dunia - 14 jam yang lalu
Laporan Intelijen: Iran Masih Punya Ribuan Rudal untuk Serang Pangkalan AS
Internasional - 17 jam yang lalu
Iran Menolak Perpanjangan Gencatan Senjata Trump, Tetap Tutup Selat Hormuz
Internasional - 17 jam yang lalu