Latihan Amfibi Marinir AS di Diego Garcia Picu Spekulasi Operasi Darat ke Iran, Perang Darat Segera? - Tribunnews
Latihan Amfibi Marinir AS di Diego Garcia Picu Spekulasi Operasi Darat ke Iran, Perang Darat Segera?
Marinir AS menggelar latihan serangan amfibi yang disimulasikan sebagai bagian dari kesiapan tempur di Diego Garcia
Latihan Amfibi Marinir Amerika di Diego Garcia Picu Spekulasi Operasi Darat ke Iran, Perang Darat Segera
TRIBUNNEWS.COM - Latihan militer yang dilakukan Marinir Amerika Serikat di pangkalan Diego Garcia memicu spekulasi terkait kemungkinan operasi darat di Iran, di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Asia Barat.
Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden Amerika Serikat (AS) AS Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan berbagai opsi terhadap Iran, termasuk kemungkinan langkah militer yang lebih agresif.
Baca juga: Pasukan Amfibi dan Marinir AS Segera Mendarat, Iran Perkuat Pulau Kharg Pakai Ranjau!
Indikasi ini semakin menguat setelah Marinir AS menggelar latihan serangan amfibi yang disimulasikan sebagai bagian dari kesiapan tempur.
Melalui unggahan resmi, Marinir AS menyebut latihan tersebut melibatkan Peleton Pengintai dari 31st Marine Expeditionary Unit (MEU).
Peleton pengintai ini menjalankan misi pengintaian dan pengawasan dalam skenario serangan amfibi.
Unit ini dikenal sebagai kekuatan tempur yang siap dikerahkan, beroperasi dari kapal-kapal dalam Grup Siap Amfibi Tripoli di bawah komando Armada Ketujuh AS.

USS Tripoli Siap Tempur
Sejalan dengan itu, kapal serbu amfibi USS Tripoli (LHA-7) dilaporkan telah tiba di kawasan Asia Barat.
Kapal ini membawa sekitar 3.500 personel Marinir dan pelaut, lengkap dengan pesawat angkut, pesawat tempur, serta berbagai aset operasi amfibi dan taktis.
Kehadirannya memperkuat dugaan adanya peningkatan kesiapan militer AS di wilayah tersebut.
Trump: Iran Sedang Dihancurkan
Di sisi lain, Presiden Trump mengeluarkan pernyataan keras terhadap Iran. Ia memperingatkan Teheran agar segera mencapai kesepakatan sebelum situasi semakin memburuk.
Dalam beberapa pernyataannya, Trump juga mengklaim keberhasilan serangan terhadap infrastruktur strategis Iran, termasuk penghancuran sejumlah jembatan besar.
Dalam sebuah wawancara dengan Majalah TIME, Trump mengatakan bahwa Iran "sangat ingin" membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat, bahkan ketika Teheran terus melakukan pembalasan di seberang Teluk.
Trump juga membual bahwa pasukan Amerika "meledakkan tiga jembatan besar mereka tadi malam".
Ini terjadi setelah pasukan Amerika menghancurkan jembatan terbesar Republik tersebut.
"Mengapa mereka tidak menelepon? Kami baru saja meledakkan tiga jembatan besar mereka tadi malam," kata Trump.
"Mereka sedang dihancurkan. Mereka mengatakan Trump tidak bernegosiasi dengan Iran. Maksud saya, ini semacam negosiasi yang mudah."
Presiden AS telah berulang kali mengklaim kalau operasi militer di Iran "hampir selesai," menambahkan bahwa pasukan Amerika akan menyerang Republik Iran "dengan sangat keras" selama dua hingga tiga minggu ke depan.
Kombinasi antara latihan militer, pengerahan aset tempur, dan retorika politik yang semakin tajam menunjukkan eskalasi serius dalam dinamika konflik AS–Iran, sekaligus membuka kemungkinan berbagai skenario lanjutan, termasuk opsi operasi darat.