0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Rusia Spesial

    Bantah Bikin Kaya Moskow, Ini Alasan AS Perpanjang Izin Negara Sekutu Beli Minyak Rusia - Viva

    5 min read

     

    Bantah Bikin Kaya Moskow, Ini Alasan AS Perpanjang Izin Negara Sekutu Beli Minyak Rusia

    Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent.

    VIVA – Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Rabu, membela perubahan haluan pemerintahan Trump baru-baru ini untuk sementara memperpanjang pengecualian sanksi yang memungkinkan penjualan minyak Rusia ke negara-negara sekutu yang sudah berada di laut.

    Baca Juga

    Pengecualian selama 30 hari yang diumumkan Jumat lalu, dimaksudkan untuk mendinginkan harga energi yang melonjak. Tetapi hal itu terjadi hanya dua hari setelah Bessent mengatakan kepada wartawan bahwa Washington tidak akan memperbarui pengecualian tersebut.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Langkah terbaru ini memungkinkan pembelian minyak dan produk minyak bumi yang telah dimuat ke kapal hingga Jumat, hingga pukul 00:01 (0401 GMT) pada 16 Mei. Ini memperpanjang pelonggaran sanksi sebelumnya yang berakhir pada 11 April.

    Baca Juga

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam pelonggaran sanksi terhadap minyak Rusia pada akhir pekan, mengatakan bahwa ini memberikan uang untuk perang Moskow di Ukraina.

    Bessent mengatakan kepada sidang anggaran subkomite Alokasi Senat AS bahwa permintaan memperpanjang keringanan sanksi terhadap minyak Rusia, datang dari para pemimpin keuangan sekitar 10 negara selama pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia pekan lalu. Bessent mengaku "didekati oleh lebih dari 10 negara yang paling rentan dan termiskin dalam hal energi."  

    Baca Juga

    "Mereka meminta kami untuk memperpanjang sanksi (pengurangan) tersebut, dan itu hanya untuk 30 hari," kata Bessent kepada subkomite Anggaran Senat.

    Ia menolak kritik bahwa pengecualian sementara atas pembelian minyak Rusia dan Iran bertujuan untuk memperkaya Teheran, dengan mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk menurunkan biaya energi.  

    Terpisah, Asisten Menteri Keuangan AS untuk Pendanaan Terorisme Jonathan Burke menegaskan bahwa AS masih terus mencari cara baru untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan Iran.

    Ia menambahkan bahwa pengecualian sanksi terhadap minyak dari Rusia dan Iran tidak akan memberikan manfaat signifikan bagi kedua negara tersebut, serta dinilai sulit menghasilkan keuntungan nyata dari kebijakan sanksi tersebut.

    "Kami terus mengidentifikasi cara-cara baru untuk menerapkan sanksi terhadap Rusia dan Iran,” kata Burke dalam sidang dengar pendapat di DPR AS.

    Sebelumnya pada Maret, Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri AS mengeluarkan lisensi umum yang mengizinkan seluruh transaksi terkait minyak Rusia dan Iran yang telah dimuat ke kapal hingga masing-masing pada 11 April dan 19 April.

    Kemudian pada 21 Maret, NBC News melaporkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi memberikan Iran lebih dari 14 miliar dolar AS. Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent kemudian membantah angka tersebut dan menyebutnya sebagai "mitos", tetapi ia tidak memberikan angka alternatif.

    Selain itu pada 14 April, Departemen Keuangan AS menyatakan akan mengakhiri pengecualian sanksi terhadap minyak Iran. Selanjutnya, pada 17 April, departemen tersebut mengeluarkan lisensi umum yang mengizinkan penjualan minyak Rusia yang telah dimuat ke kapal per 17 April hingga 16 Mei.

    Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta banyak korban sipil.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

    Peningkatan konflik tersebut hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, yang turut mendorong kenaikan harga bahan bakar.

    Ilustrasi Bendera Iran

    AS Minta Warganya Tinggalkan Iran

    AS mengimbau warga negaranya yang saat ini masih berada di Iran agar segera meninggalkan negara itu, menyusul pembukaan kembali sebagian wilayah udara.

    img_title

    VIVA.co.id

    23 April 2026

    Komentar
    Additional JS