0
News
    Home Amerika Serikat Berita China Dunia Internasional Featured Gencatan Senjata Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    China soal Perpanjangan Gencatan Senjata Sepihak oleh Trump: Situasi Timur Tengah Masih Kritis - Viva

    5 min read

     

    China soal Perpanjangan Gencatan Senjata Sepihak oleh Trump: Situasi Timur Tengah Masih Kritis

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun

    VIVA – China mendukung perpanjangan gencatan senjata Iran dan Amerika Serikat (AS), namun Beijing menilai situasi di kawasan Timur tengah masih dalam tahap kritis dan mendorong konflik dapat berakhir secara permanen.

    Baca Juga

    "Situasi saat ini di kawasan itu berada pada tahap kritis terkait kemungkinan konflik dapat berakhir. China mendukung para pihak melanjutkan upaya politik dan diplomatik untuk menyelesaikan perselisihan dengan tujuan mewujudkan gencatan senjata penuh dan bertahan lama," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Rabu, 22 April 2026.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata yang seharusnya berakhir pada 22 April hingga Iran mengajukan "proposal terpadu" berisi syarat-syarat untuk mengakhiri perang, sambil tetap mempertahankan tekanan terhadap Teheran.

    Baca Juga

    Namun, Trump menegaskan blokade laut AS tetap diberlakukan. Iran sebelumnya menyatakan langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata dan menolak bernegosiasi "di bawah bayang-bayang ancaman" atau selama blokade masih berlangsung, sehingga mencerminkan ketidakpastian dalam proses perundingan.

    Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa produksi minyak di seluruh Timur Tengah dapat menjadi target apabila serangan diluncurkan dari wilayah negara-negara tetangga di kawasan Teluk.

    Baca Juga

    "Prioritas utama adalah mencegah dengan segala cara terjadinya kembali pertempuran serta menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah dan kawasan Teluk," ujar Guo Jiakun.

    Ia menambahkan China siap berperan aktif dan konstruktif bersama komunitas internasional dengan berlandaskan proposisi empat poin yang diajukan Presiden Xi Jinping.

    Empat prinsip tersebut mencakup komitmen pada hidup berdampingan secara damai dengan mendorong hubungan antarnegara di kawasan, penghormatan terhadap kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah negara-negara Teluk, penegakan hukum internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai inti, serta pendekatan seimbang antara pembangunan dan keamanan.

    "Izinkan saya menegaskan kembali bahwa sebagai negara besar yang bertanggung jawab, China selalu menjadi teladan dalam melaksanakan kewajiban internasionalnya" tegasnya.

    Sementara menanggapi pernyataan Trump, juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan militer Iran siap menyerang target yang telah ditentukan jika Amerika Serikat melancarkan serangan baru, seperti dilaporkan televisi pemerintah Iran pada Rabu.

    Ketegangan meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

    Pada 7 April, Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan hingga 22 April 2026. Namun upaya perundingan lanjutan di Islamabad, Pakistan, pada 11–12 April tidak membuahkan hasil.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Sebagai respons, Trump memerintahkan Angkatan Laut AS memblokade pelabuhan Iran untuk menekan Teheran kembali ke meja perundingan. Sejak 13 April, AS menutup lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz, jalur yang menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan LNG global.

    Komando Pusat AS (CENTCOM)  juga memastikan penyitaan kapal dagang Iran Touska yang disebut berupaya menembus blokade di Teluk Oman, dan saat ini berada di bawah kendali AS. (ant)

    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu

    Ilmuan Dunia Asal Iran Tantang Zionis Israel, Argumennya Berakar dari Al Quran

    Akademisi ternama di bidang ilmu matematika yang berbasis di Yazd, Iran, Profesor Bijan Davvaz menyampaikan tantangan intelektual dan teologis terkait zionisme di dunia

    img_title

    VIVA.co.id

    23 April 2026

    Komentar
    Additional JS