0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Featured Spesial Gencatan Senjata Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    AS Dikabarkan Akhiri Gencatan Senjata Iran pada Minggu, Pengamat: Pasti Ada Kejutan dari Amerika - Tribunnews

    7 min read

     

    AS Dikabarkan Akhiri Gencatan Senjata Iran pada Minggu, Pengamat: Pasti Ada Kejutan dari Amerika

    Ringkasan Berita:
    • Berdasarkan laporan media Israel, KAN, Pemerintah AS dikabarkan telah memberitahu Israel bahwa masa berlaku gencatan senjata dengan Iran akan berakhir pada Minggu (26/4/2026). 
    • Menurut Faisal, Amerika saat ini sedang berusaha seolah-olah bahwa mereka memang sedang melakukan gencatan senjata.
    • Oleh karena itu, Faisal menduga bahwa Amerika maupun Israel kini sedang menyiapkan kejutan untuk Iran nanti.

    TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, menilai Amerika Serikat (AS) akan memberikan kejutan kepada Iran, setelah adanya gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump.

    Trump sebelumnya mengumumkan perpanjangan gencatan senjata kali ini tidak memiliki batas waktu, tapi blokade pelabuhan Iran tetap akan dilanjutkan oleh militer AS.

    Adapun, gencatan senjata AS dan Iran pertama kali dilakukan pada 7 April dan akan berakhir pada Rabu (22/4/2026), sebelum akhirnya diperpanjang oleh Trump. 

    Sementara itu, pihak Iran menyatakan pengumuman sepihak dari Trump itu tidak berarti bagi mereka.

    Kemudian, berdasarkan laporan media Israel, KAN, Pemerintah AS dikabarkan telah memberitahu Israel bahwa masa berlaku gencatan senjata dengan Iran akan berakhir pada Minggu (26/4/2026). 

    Kabar ini mencuat menyusul langkah Trump yang menetapkan tenggat bagi Teheran untuk mengajukan proposal kesepakatan baru. KAN melaporkan pada Rabu (22/4/2026) bahwa para pejabat AS telah menyampaikan pesan tersebut kepada Tel Aviv. 

    Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan sumber diplomatik yang tidak disebutkan namanya, Trump dilaporkan lebih memilih untuk mencapai "pemahaman" cepat dengan Iran daripada terlibat dalam negosiasi yang berlarut-larut tanpa kepastian. 

    Namun, pihak Israel pesimistis akan adanya kemajuan signifikan dalam waktu dekat.

    Menurut Faisal, Amerika saat ini sedang berusaha seolah-olah bahwa mereka memang sedang melakukan gencatan senjata.

    Apalagi, gencatan senjata tanpa batas waktu itu sebelumnya diumumkan secara sepihak oleh Trump.

    "Seperti bocoran Israel maupun laporan CNN, ternyata (Amerika) sedang mempersiapkan serangan tiba-tiba. Ini mirip ketika terjadinya perang di awal, ketika terjadi perundingan nuklir antara Iran dengan Amerika, ternyata tiba-tiba Amerika dengan Israel sudah mempersiapkan serangan itu yang dilancarkan pada 28 Februari," jelasnya, Jumat (24/4/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.

    Baca juga: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Israel-Lebanon 3 Pekan, Jalur Damai Iran Dipertaruhkan

    "Nah, itu serangan itu kan dimulai dengan informasi intelijen di lapangan, dari Mossad yang dilaporkan kepada Netanyahu bahwa memang akan ada pertemuan antara pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dengan para petinggi keamanannya," tambah Faisal.

    Oleh karena itu, Faisal menduga bahwa Amerika maupun Israel kini sedang menyiapkan kejutan untuk Iran nanti.

    Meski demikian, Faisal mengatakan bahwa sejak hari pertama perang, Iran tidak akan pernah gentar dengan serangan Amerika atau Israel.

    "Ini saya lihat ya pasti mungkin akan ada kejutan yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat maupun Israel. Iran tidak pernah takut dan saya kira Iran sudah mempersiapkan perang ini sejak lama ketika mereka dari awal setelah terbentuknya Republik Islam Iran pada 1979."

    "Ketika mereka mendeklarasikan anti Zionis, artinya bermusuhan dengan Amerika maupun Israel sebagai sekutu istimewanya, itu artinya Iran sudah mempersiapkan segala sesuatunya," ungkap Faisal.

    Menurut Faisal, Iran juga kemungkinan besar sudah memprediksi bahwa suatu saat akan terjadi perang antara Iran dengan Amerika maupun Israel.

    "Ini sudah terjadi dalam 2 tahun terakhir," katanya.

    Sebelumnya, Trump mengumumkan perpanjangan gencatan tersebut melalui media sosial buatannya Truth Social pada Rabu (22/4/2026).

    "Kami diminta menunda serangan kami terhadap Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka bisa mengajukan proposal yang terpadu," tulis Trump.

    “Oleh karena itu, saya telah menginstruksikan Militer kita untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu, dan oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi diselesaikan, dengan satu atau lain cara,” kata presiden AS dalam sebuah unggahan di media sosial Truth Social.

    Adapun, langkah tersebut diambil oleh Trump setelah adanya permintaan dari Pakistan, yang selama ini berperan sebagai mediator dalam proses negosiasi.

    "Saya telah menyetujui permintaan Pakistan 'untuk menahan serangan kami terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat menyusun sebuah proposal yang terpadu,'" kata Trump, Selasa (21/4/2026) waktu setempat, dilansir Reuters.

    Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pun menyampaikan apresiasi kepada Trump atas persetujuan memperpanjang gencatan senjata itu.

    Dia menegaskan bahwa Islamabad akan terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

    “Saya sangat berharap kedua belah pihak akan terus mematuhi gencatan senjata dan mampu menyimpulkan ‘Kesepakatan Perdamaian’ yang komprehensif selama putaran kedua pembicaraan yang dijadwalkan di Islamabad untuk mengakhiri konflik secara permanen,” ujar Sharif dalam unggahannya di X.

    (Tribunnews.com/Rifqah)

    Komentar
    Additional JS