Zelensky: Perjanjian Jaminan Keamanan AS untuk Ukraina Siap Ditandatangani - Tribunnews
Zelensky: Perjanjian Jaminan Keamanan AS untuk Ukraina Siap Ditandatangani - Tribunnews.com
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebut perjanjian jaminan keamanan AS telah siap ditandatangani di tengah negosiasi dengan Rusia.
Facebook Zelensky
ZELENSKY - Foto diunduh dari Facebook Zelensky, Sabtu (27/9/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam unggahan pada Jumat, 26 September 2025. Terbaru, Zelensky mengatakan perjanjian jaminan keamanan antara Ukraina dan Amerika Serikat telah “100 persen siap” untuk ditandatangani.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan perjanjian jaminan keamanan antara Ukraina dan Amerika Serikat telah “100 persen siap” untuk ditandatangani.
Pernyataan itu disampaikan setelah serangkaian pembicaraan antara Ukraina dan Rusia yang digelar di Abu Dhabi, UEA.
Berbicara dalam konferensi pers di Vilnius, Lithuania, pada Minggu, Zelensky mengatakan Kyiv siap mengirimkan perjanjian tersebut ke Kongres AS dan parlemen Ukraina untuk diratifikasi.
Ia menegaskan bahwa jaminan keamanan dari Amerika Serikat merupakan elemen utama bagi Ukraina di tengah perang yang masih berlangsung.
“Bagi kami, jaminan keamanan utama adalah jaminan dari Amerika Serikat,” kata Zelensky.
Menurutnya, dokumen tersebut telah sepenuhnya siap dan kini tinggal menunggu konfirmasi tanggal serta tempat penandatanganan dari para mitra.
Zelensky juga menyinggung target Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa pada 2027 sebagai bentuk jaminan keamanan ekonomi.
Para negosiator Ukraina dan Rusia sebelumnya bertemu di Abu Dhabi pada Jumat dan Sabtu untuk membahas kerangka kerja Washington dalam mengakhiri perang.
Perang Rusia-Ukraina tersebut telah berlangsung hampir empat tahun.
Meski belum menghasilkan kesepakatan, kedua pihak menyatakan terbuka untuk melanjutkan dialog.
Seorang pejabat AS mengatakan pembicaraan lanjutan diperkirakan akan kembali digelar di Abu Dhabi pada pekan depan.
Baca juga: Ukraina: Rusia Pakai Internet Starlink untuk Operasikan Drone Shahed
Zelensky menyebut pertemuan itu sebagai format trilateral pertama dalam waktu lama yang melibatkan diplomat dan perwakilan militer dari ketiga pihak.
Ia mengakui masih adanya perbedaan mendasar antara posisi Ukraina dan Rusia.
Isu teritorial disebut menjadi titik utama perbedaan tersebut.
Rusia menuntut Ukraina menarik pasukannya dari wilayah timur yang dianeksasi secara ilegal oleh Moskow.
Zelensky menegaskan Ukraina tidak akan bergeser dari prinsip menjaga integritas teritorialnya.
Ia menyebut posisi Kyiv dan Moskow sangat berbeda, sementara Amerika Serikat berupaya mencari jalan kompromi.
“Semua pihak harus siap untuk berkompromi,” kata Zelensky, sambil menegaskan bahwa kedaulatan Ukraina tetap menjadi garis merah.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)