0
News
    Home Amerika Serikat Featured Nuklir Spesial Xi Jinping

    Xi Jinping Pecat Jenderal Elit China usai Kepergok Jual Rahasia Nuklir ke AS - Tribunnews

    7 min read

     

    Xi Jinping Pecat Jenderal Elit China usai Kepergok Jual Rahasia Nuklir ke AS

    Xi Jinping mengguncang militer China. Jenderal elit diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dipecat. Skandal ini jadi ujian serius kekuasaan Beijing


    Ringkasan Berita:
    • Presiden Xi Jinping memecat Jenderal Zhang Youxia setelah laporan menyebut ia diduga membocorkan data strategis program senjata nuklir China kepada AS.
    • Selain kebocoran rahasia negara, Zhang juga dituding menyalahgunakan wewenang dan menerima suap. Penyelidikan turut menyeret jenderal senior lain.
    • Kasus ini menjadi ujian berat bagi Xi Jinping karena Zhang dikenal sebagai sekutu lamanya. Dugaan kebocoran nuklir dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas militer China.

    TRIBUNNEWS.COM - Presiden China Xi Jinping dilaporkan memecat seorang jenderal elit Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) setelah kepergok membocorkan informasi sensitif terkait program senjata nuklir China kepada Amerika Serikat.

    Kasus ini langsung mengguncang jajaran tertinggi militer dan memicu perhatian luas di dalam maupun luar negeri.

    Dugaan serius ini mencuat dalam laporan The Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sejumlah sumber anonim yang mengetahui pengarahan tingkat tinggi terkait penyelidikan tersebut.

    Menurut laporan tersebut, sang jenderal diduga memberikan data teknis strategis kepada pihak asing, sebuah pelanggaran berat yang dikategorikan sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional.

    Jenderal yang dimaksud adalah Zhang Youxia, 75 tahun, anggota Politbiro Partai Komunis China dan tokoh senior dalam struktur militer negara itu.

    Pengarahan internal itu dilaporkan berlangsung sebelum Kementerian Pertahanan China mengumumkan secara resmi pada 24 Januari, pihaknya tengah menyelidiki Jenderal Zhang atas dugaan pelanggaran serius.

    Pengumuman pemerintah saat itu tidak merinci tuduhan, namun menegaskan adanya penyelidikan atas “pelanggaran disiplin dan hukum”.

    Seiring penyelidikan berjalan, tuduhan terhadap Zhang dilaporkan meluas.

    Selain dugaan kebocoran rahasia negara, ia juga dituding menyalahgunakan wewenang dan menerima suap dalam proses promosi jabatan di lingkungan militer, termasuk dalam sistem pengadaan dan pengembangan persenjataan strategis.

    Otoritas disebut menelusuri peran Zhang dalam mengawasi lembaga kunci yang menangani riset, pengembangan, dan pengadaan peralatan militer.

    Kasus ini kemudian berdampak lebih luas. Pada hari yang sama, otoritas China juga mengumumkan penyelidikan terhadap Jenderal Liu Zhenli, anggota Komisi Militer Pusat, atas dugaan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius.

    Langkah ini menandai meluasnya pembersihan di jajaran puncak militer dan memicu spekulasi mengenai krisis kepercayaan di internal Tentara Pembebasan Rakyat.

    Baca juga: Kunjungan ke China, Presiden Korsel Minta Xi Jinping Mediasi Konflik dengan Korut

    Pukulan Politik bagi Xi Jinping

    Penyelidikan terhadap Jenderal Zhang Youxia dinilai menjadi pukulan politik yang signifikan bagi Presiden China Xi Jinping.

    Kasus ini menarik perhatian luas karena Zhang dikenal sebagai sekutu lama Xi, dengan hubungan historis yang telah terjalin sejak generasi sebelumnya, ketika ayah kedua tokoh tersebut pernah bekerja bersama dalam struktur militer dan politik Partai Komunis China.

    Pengamat menilai langkah penyelidikan terhadap Zhang menunjukkan kampanye penertiban dan antikorupsi yang digencarkan Xi Jinping di tubuh militer tidak memberikan pengecualian, bahkan kepada figur yang berada di lingkaran terdekat kekuasaan.

    Langkah ini dipandang sebagai upaya Xi untuk menegaskan kontrol penuh atas Tentara Pembebasan Rakyat sekaligus menjaga disiplin dan loyalitas internal.

    Hingga kini, Jenderal Zhang Youxia belum menyampaikan pernyataan publik terkait tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

    Sementara itu, Kementerian Pertahanan China dan Kedutaan Besar China di Washington juga belum merespons permintaan komentar mengenai detail dugaan pelanggaran, termasuk laporan media yang menyebut adanya kebocoran rahasia nuklir kepada Amerika Serikat.

    Pemerintah China sendiri belum mengkonfirmasi secara terbuka tuduhan tersebut.

    Meski minim penjelasan resmi, rangkaian peristiwa ini dinilai sebagai salah satu guncangan terbesar bagi kepemimpinan militer China dalam beberapa dekade terakhir.

    Kasus yang menjerat Zhang dipandang sebagai ujian berat bagi stabilitas dan integritas struktur komando militer, mengingat posisi strategis yang selama ini ia duduki.

    Dugaan kebocoran informasi strategis ke Amerika Serikat menempatkan perkara ini sebagai isu keamanan nasional yang sangat sensitif.

    Para analis menilai kasus tersebut berpotensi berdampak luas, tidak hanya terhadap stabilitas internal militer China, tetapi juga terhadap dinamika keamanan regional dan geopolitik global, khususnya dalam konteks persaingan strategis dan isu persenjataan nuklir.

    (Tribunnews.com / Namira)


    Komentar
    Additional JS