Kapal USS Abraham Lincoln Tiba dalam Beberapa Jam: Pengerahan Pasukan AS Capai Level Tertinggi - Tribunnews
USS Abraham Lincoln beserta Carrier Strike Group saat ini berada di Samudra Hindia dan tiba dalam beberapa jam di wilayah USCENTCOM
USS Abraham Lincoln Tiba dalam Beberapa Jam, Pengerahan Pasukan AS di Timur Tengah Capai Level Tertinggi
TRIBUNNEWS.COM - Media berbahasa ibrani, Radio Angkatan Darat Israel melaporkan kalau jumlah pengerahan pasukan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah mencapai level tertinggi pekan ini sejak delapan bulan terakhir.
Waktu itu, AS juga mengerahkan banyak pasukan dan aset militernya saat Israel melancarkan "Operasi Rising Lion" melawan Iran pada Juni tahun lalu.
Tidak disebutkan jumlah persis personel militer AS yang dikerahkan,
Baca juga: Perang Habis-habisan, Iran Dapat Suplai Propelan dari China Buat Rudal Hadapi Serangan Amerika
Laporan dari stasiun radio tersebut merujuk pada informasi kalau Kapal Induk AS, USS Abraham Lincoln beserta unit penyerangnya (Carrier Strike Group) saat ini berada di Samudra Hindia dan akan tiba dalam beberapa jam ke depan di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM).
Untuk diketahui, cakupan wilayah CENTCOM adalah:
- Negara-negara Timur Tengah: Bahrain, Mesir (satu-satunya negara Afrika yang masuk CENTCOM), Iran, Irak, Israel, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yaman.
- Asia Tengah dan Selatan: Afghanistan, Kazakhstan, Kirgistan, Pakistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.
- Jalur Perairan Strategis: Wilayah ini juga mencakup jalur perairan krusial, termasuk Teluk Persia, Laut Merah, Teluk Oman, dan sebagian Samudra Hindia.
Stasiun radio tersebut mencatat kalau tiga skuadron pesawat F-15 telah dikerahkan di daerah tersebut, dan beberapa sorti pesawat angkut dan pengisian bahan bakar KC-135 dan C-17 telah terlihat di daerah tersebut.
Stasiun radio tersebut merujuk pada laporan yang menyebutkan pengerahan sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD di wilayah tersebut.
Baca juga: AS-Iran di Pintu Perang, Maskapai Besar Eropa Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah Termasuk Israel

AS-Iran di Ambang Perang
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa kapal perang Angkatan Laut AS saat ini sedang menuju Iran untuk mengantisipasi kemungkinan keadaan darurat.
Berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, presiden AS menambahkan:
"Seperti yang Anda ketahui, kami memiliki banyak kapal yang menuju ke sana, untuk berjaga-jaga jika terjadi keadaan darurat. Kami memiliki armada besar yang menuju ke sana, dan kita akan lihat apa yang terjadi. Kami memiliki kekuatan besar yang menuju ke Iran. Saya lebih suka tidak terjadi apa-apa, tetapi kami mengawasi mereka dengan sangat cermat."
Beberapa hari lalu, Trump mengatakan Amerika Serikat akan "menghapus Iran dari muka bumi" jika nyawanya terancam, dalam peningkatan retorika yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Teheran.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat telah meningkat ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dipicu oleh pertukaran ancaman langsung.
Para pejabat Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, telah memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei akan dianggap sebagai deklarasi perang dan akan memicu respons yang besar dan luas.
(oln/khbrn/*)
