Trump Batalkan Gelombang Kedua Serangan ke Venezuela - SindoNews
2 min read
Trump Batalkan Gelombang Kedua Serangan ke Venezuela
Jum'at, 09 Januari 2026 - 20:05 WIB
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan “gelombang kedua serangannya” ke Venezuela. Dia mengatakan Washington dan Caracas kini bekerja sama, termasuk dalam pembangunan kembali infrastruktur energi negara Amerika Selatan tersebut.
Sabtu lalu, pasukan komando Amerika melakukan serangan di ibu kota Venezuela, Caracas, dan menculik Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Sabtu lalu, pasukan komando Amerika melakukan serangan di ibu kota Venezuela, Caracas, dan menculik Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Trump kemudian menuntut “akses penuh” ke minyak negara Amerika Selatan tersebut dan mengatakan Washington akan “mengelola” negara itu sampai terjadi “transisi kekuasaan yang tepat” di sana.
Rusia bersama dengan banyak negara BRICS dan Global Selatan lainnya telah mengecam keras tindakan AS tersebut.
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump mengatakan, “Saya telah membatalkan Gelombang Kedua Serangan yang sebelumnya diharapkan, yang tampaknya tidak akan diperlukan, namun, semua kapal akan tetap berada di tempatnya untuk keselamatan dan keamanan.”
Presiden AS mengatakan setidaknya USD100 miliar akan diinvestasikan di Venezuela oleh “Perusahaan Minyak Besar,” dan mencatat ia akan bertemu dengan perwakilan raksasa minyak AS di Gedung Putih pada hari Jumat.
Trump mencatat pembebasan sejumlah besar tahanan politik oleh Venezuela, yang disebutnya sebagai "isyarat yang sangat penting dan cerdas."
Pada Selasa malam, Caracas mulai membebaskan sejumlah tahanan penting, termasuk politisi oposisi, dalam apa yang disebut pemerintahnya sebagai isyarat "untuk mencari perdamaian."
Di antara yang pertama dibebaskan adalah Enrique Marquez, mantan kandidat presiden, dan Biagio Pilieri, seorang pengusaha dan mantan anggota parlemen Venezuela, yang ditahan di fasilitas penahanan di ibu kota yang dikenal sebagai El Helicoide.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares kemudian mengkonfirmasi bahwa lima tahanan warga Spanyol telah dibebaskan dan sedang dalam penerbangan kembali ke negara asal mereka.
Baca juga: Iran Mencekam! Internet Mati Total di Seluruh Negeri Seiring Unjuk Rasa Meluas
(sya)