Sosok Zhong Da 79: Kapal Kargo Cina yang Disulap Jadi 'Drone Carrier' dan Benteng Rudal VLS - Indomiliter
Sosok Zhong Da 79: Kapal Kargo Cina yang Disulap Jadi 'Drone Carrier' dan Benteng Rudal VLS
Dunia intelijen maritim belum lama dikejutkan dengan identifikasi kapal kargo yang menjadi perbincangan hangat dalam konsep “Ghost Fleet” ala Cina. Kapal tersebut, yang kini diketahui bernama Zhong Da 79, ternyata bukan sekadar kapal sipil yang membawa kontainer rudal biasa.
Foto-foto terbaru di media sosial mengungkap bahwa kapal ini telah disulap menjadi platform tempur multifungsi yang membawa persenjataan kelas berat dan armada drone tempur (UCAV). Zhong Da 79 memperlihatkan integrasi sistem senjata modular yang sangat rapi di antara barisan kontainer kargonya. Kapal ini dilengkapi dengan sistem peluncur vertikal atau Vertical Launching System (VLS) 60 cell yang mampu menembakkan berbagai jenis rudal.
Tak hanya menyerang, pertahanan kapal ini pun sangat mumpuni dengan kehadiran kanon CIWS Type 1130—senjata penangkis serangan udara dengan 11 laras yang memiliki kecepatan tembak luar biasa untuk menghancurkan rudal yang datang.
Untuk mendukung sistem persenjataan tersebut, kapal ini juga membawa radar pengincar, peluncur decoy (pengecoh), dan sistem sensor yang disamarkan di struktur deknya. Integrasi ini membuat kapal dagang biasa memiliki kemampuan tempur setara dengan kapal fregat atau destruktur modern dalam balutan identitas sipil.

Bagian paling menarik dari temuan terbaru adalah peran Zhong Da 79 sebagai kapal induk drone (Drone Carrier). Di atas deknya, nampak sosok drone yang diduga kuat sebagai Type-X Collaborative Combat Aircraft (CCA) dan UCAV seri CH-4, yang disebut terakhir adalah drone tempur yang telah dioperasikan TNI AU sejak beberapa tahun lalu.
Type-X CCA sendiri merupakan drone stealth (siluman) generasi terbaru yang dirancang dengan kecerdasan buatan untuk beroperasi sebagai Loyal Wingman. Memiliki profil radar yang sangat rendah, drone ini mampu menembus pertahanan udara lawan untuk melakukan pengintaian atau serangan awal.

Penggunaannya di kapal kargo modular menunjukkan bahwa Cina kini mampu memproyeksikan kekuatan udara siluman tanpa perlu bergantung pada kapal induk konvensional.
Yang menjadi sorotan para analis adalah penampakan desain Catapult Launcher (peluncur ketapel) yang unik. Berbeda dengan ketapel pada kapal induk konvensional, sistem peluncur di Zhong Da 79 dirancang modular dari susunan trailer agar bisa dilepaskan atau dipasang dengan cepat pada kapal kargo lainnya. Sistem ini memungkinkan drone tempur dengan bobot besar untuk lepas landas dari dek kapal yang memiliki ruang terbatas.
Penggunaan Zhong Da 79 sebagai platform uji coba senjata modular ini menegaskan strategi Civil-Military Fusion yang dianut Beijing. Dengan menyamarkan kemampuan militer di dalam kapal dagang standar, Cina menciptakan dilema besar bagi lawan dalam hal identifikasi target.
Dalam skenario konflik, kapal-kapal seperti Zhong Da 79 dapat beroperasi di jalur pelayaran sipil sambil membawa “kejutan” mematikan berupa rudal jarak jauh dan kawanan drone (drone swarm). Kemampuan ini memberikan fleksibilitas luar biasa bagi Angkatan Laut Cina untuk memperluas jangkauan tempurnya secara asimetris, di mana garis antara kapal dagang dan kapal perang menjadi semakin kabur.
Zhong Da 79
Di balik penyamarannya sebagai armada sipil, Zhong Da 79 memiliki karakteristik teknis yang memungkinkannya beroperasi secara fleksibel di perairan pesisir maupun laut lepas. Kapal ini secara resmi terdaftar sebagai feeder container ship (kapal peti kemas pengumpan) atau general cargo ship.
Zhong Da 79 memiliki panjang keseluruhan (LOA) sekitar 97 meter dengan lebar (beam) mencapai 16 meter. Ukuran ini tergolong ringkas, yang memungkinkannya untuk bersandar di pelabuhan-pelabuhan kecil maupun bergerak lincah di jalur pelayaran yang padat.

Kapal ini memiliki bobot mati atau deadweight tonnage (DWT) sekitar 4.875 ton, dengan berat kotor (gross tonnage) sebesar 2.985 ton. Kapasitas ini cukup untuk mengangkut puluhan kontainer modular yang berisi sistem persenjataan berat tanpa terlihat mencurigakan.
Meskipun secara formal dikelola oleh entitas sipil, rekam jejaknya menunjukkan bahwa kapal ini telah menghabiskan waktu berbulan-bulan di galangan kapal Hudong-Zhonghua Shipbuilding di Shanghai—tempat yang sama di mana kapal-kapal perang canggih Angkatan Laut Cina (PLAN) dibangun.
Sebelum dikonversi menjadi kapal “arsenal”, Zhong Da 79 biasanya digunakan untuk keperluan logistik perdagangan domestik di sepanjang pesisir timur dan selatan Cina. Kapal ini berfungsi sebagai kapal pengangkut barang antar-pelabuhan regional yang rutin berlalu-lalang di wilayah Laut Cina Selatan. (Gilang Perdana)