0
News
    Home Amerika Serikat Donald Trump Featured India Nuklir Spesial Vladimir Putin

    Senggol Tarif Trump ke India, Putin: AS Saja Beli Bahan Bakar Nuklir dari Rusia - Kompas

    4 min read

     

    Senggol Tarif Trump ke India, Putin: AS Saja Beli Bahan Bakar Nuklir dari Rusia

    Kompas.com, 5 Desember 2025, 13:46 WIB

    logo appx2

    NEW DELHI, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mempertanyakan sikap Washington terkait langkah India yang membeli minyak dari Moskwa.

    Dia pun menyoroti Amerika Serikat (AS) yang masih mengimpor bahan bakar nuklir dari Rusia, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

    Hal tersebut disampaikan Putin saat dia memulai kunjungan kenegaraannya di India pada Kamis (4/11/2025) yang bertujuan mempererat hubungan antara kedua negara.

    Putin tiba di New Delhi pada Kamis malam dan disambut hangat oleh Perdana Menteri India Narendra Modi

    BNPB Sebut Pembukaan KBM di Wilayah Banjir Sumatera Dipimpin Langsung Mendikdasmen

    Modi memeluk Putin dalam sebuah isyarat langka yang menunjukkan kedekatan pribadi mereka.

    Kunjungan ini berlangsung di tengah tekanan yang semakin meningkat dari Presiden AS Donald Trump terhadap India. 

    Trump memberlakukan tarif impor pada barang-barang India sebagai respons atas langkah New Delhi yang membeli minyak mentah Rusia yang didiskon.

    Dalam sebuah wawancara dengan media India sebelum kedatangannya, Putin mempertanyakan logika di balik kritik Washington.

    "AS sendiri masih membeli bahan bakar nuklir dari kami untuk pembangkit listrik tenaga nuklir mereka," ujar Putin. 

    Dia menambahkan bahwa jika AS memiliki hak untuk membeli bahan bakar nuklir Rusia, India seharusnya juga dapat menikmati hak yang sama.

    Di sisi lain, Modi mengunggah di media sosial bahwa dia senang menyambut temannya, Putin, ke India.

    Dia bahkan menyebut hubungan mereka sebagai hubungan yang teruji waktu dan sangat menguntungkan bagi rakyat kedua negara.

    Setelah berpelukan di landasan, keduanya bersama-sama menuju makan malam pribadi di kediaman Modi.

    Menurut laporan Al Jazeera, sambutan hangat ini mengirimkan pesan yang jelas. 

    Putin membela hubungan energi dengan India, mengatakan kepada media India bahwa kerja sama dengan India tetap tidak terpengaruh oleh perubahan politik atau peristiwa tragis di Ukraina.

    Dia juga menuduh ada pihak-pihak tertentu yang berusaha membatasi India untuk alasan politik karena peran internasional India yang semakin berkembang.

    Kunjungan ini menyoroti keseimbangan rumit yang harus dijaga India antara Moskwa dan Washington. 

    Impor minyak India dari Rusia melonjak dari hanya 2,5 persen dari total pembelian minyak mentah sebelum 2022 menjadi hampir 36 persen saat ini, menjadikannya pembeli minyak Rusia terbesar kedua di dunia.

    Perusahaan pengilang minyak India telah menghemat sekitar 12,20 dollar AS per barel dengan membeli minyak mentah Rusia yang didiskon.

    Karena tak terima New Delhi membeli minyak Rusia, Trump membebankan tarif sebesar 50 persen pada barang-barang India sebagai balasan.

    Dan sanksi AS terbaru terhadap produsen minyak Rusia besar mulai memaksa perusahaan kilang minyak India untuk mengurangi pembelian.

    Reliance, perusahaan kilang minyak swasta terbesar India, telah mengumumkan bahwa mereka akan berhenti mengekspor produk minyak yang dibuat dari minyak mentah Rusia.

    Pada Jumat (5/12/2025), Putin dan Modi diperkirakan akan mengadakan pertemuan puncak formal dan mengumumkan kesepakatan yang mencakup kerja sama pertahanan, pelayaran, perawatan kesehatan, dan mobilitas tenaga kerja.

    Rusia berusaha menjual sistem pertahanan rudal S-400 tambahan dan pesawat tempur siluman Su-57 ke India, sementara kedua pihak berusaha mencapai 100 miliar dollar AS dalam perdagangan bilateral pada 2030.

    Komentar
    Additional JS