Global Sumud Flotilla Rencanakan Misi Lebih Besar ke Gaza - Adara Relief International
Global Sumud Flotilla Rencanakan Misi Lebih Besar ke Gaza - Adara Relief International
Koordinator misi di Turki mengatakan bahwa Armada Global Sumud berencana untuk berlayar kembali ke Gaza yang dilanda genosida pada musim semi mendatang dengan partisipasi internasional yang lebih luas. Mereka mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak diterapkan dan kebutuhan kemanusiaan di wilayah tersebut tetap tidak terpenuhi.
Berbicara kepada Anadolu, Huseyin Durmaz mengatakan bahwa meskipun ratusan truk bantuan dijanjikan setiap hari di bawah kerangka gencatan senjata 10 Oktober, kenyataannya hanya sekitar 40 hingga 50 truk per hari yang diizinkan memasuki Gaza dan membawa pasokan kemanusiaan. Banyak truk yang memasuki wilayah itu adalah truk komersial, katanya, meskipun penduduk setempat tidak memiliki daya beli untuk membeli barang setelah bencana yang meluas.
“Kita sedang membicarakan sebuah kota yang telah hancur total karena genosida,” kata Durmaz, seraya menambahkan bahwa diperlukan misi baru yang lebih besar. “Kami melihat bahwa dalam beberapa bulan atau pada musim semi mendatang, akan terbentuk lebih banyak inisiatif baru dan koalisi besar untuk menyalurkan bantuan ke Gaza,” kata Durmaz. “Situasi ini berkembang karena gencatan senjata tidak dilaksanakan dan kebutuhan rakyat Gaza tidak terpenuhi.”
Menurutnya, Israel mungkin sedang melakukan upaya yang pada akhirnya akan memaksa penduduk keluar dari Gaza, sebuah kekhawatiran yang memotivasi mobilisasi yang lebih luas. “Ini adalah sesuatu yang mendorong kita untuk mengatur, merencanakan, dan melaksanakan tindakan yang jauh lebih besar dan lebih kuat lagi,” katanya. Durmaz mengatakan bahwa misi selanjutnya diharapkan melibatkan partisipasi lebih banyak negara daripada armada sebelumnya, dan mereka telah meluncurkan inisiatif untuk memperkuat dan memperbarui tim.
Kesadaran global telah bangkit
Durmaz mengatakan gerakan flotilla meyakini bahwa tekanan publik internasional telah memengaruhi perkembangan di sekitar Gaza dan membangkitkan kesadaran global.
“Yang terpenting bagi kami adalah menanamkan gagasan dalam benak masyarakat bahwa ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk Gaza. Kami ingin menunjukkan bahwa tindakan global itu sebuah keniscayaan, bahwa masyarakat Gaza telah meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia hingga tingkat ini, dan bahwa selama kita percaya, kita dapat mengambil langkah-langkah besar yang membuahkan hasil. Kami percaya kami telah mencapai hal ini. Kesadaran global kini telah terbangun dan mulai bertindak secara berkelanjutan.”
Durmaz mengatakan bahwa penyelenggara memperkirakan akan ada “manipulasi” yang mempertanyakan pelayaran Sumud Flotilla di tengah gencatan senjata. Namun, itulah mengapa diperlukan upaya dan tekad yang lebih besar dalam menanggapinya.
Dia mengatakan bahwa kebutuhan akan inisiatif global besar telah memaksa mereka “menemukan cara dan metode baru untuk menjadi suara rakyat Gaza serta menghasilkan ide-ide dan tindakan yang jauh lebih berani dan lebih besar — guna mengakhiri” penderitaan tersebut.
Kemiskinan dan Pengangguran Meroket di Jalur Gaza
Israel sebelumnya telah kapal-kapal yang menuju Gaza, menyita muatan mereka, dan mendeportasi para aktivis yang berada di dalamnya. Pada 2025, pasukan angkatan laut Israel menyerang dan menyita lebih dari 40 kapal yang merupakan bagian dari armada bantuan kemanusiaan Global Sumud yang menuju Gaza. Tel Aviv menahan lebih dari 450 aktivis yang berada di kapal tersebut. Banyak di antara mereka menceritakan kisah-kisah mengerikan tentang penyiksaan yang mereka alami di tangan para penculik Israel.
Israel telah memberlakukan blokade terhadap Gaza, rumah bagi hampir 2,4 juta orang, selama hampir 18 tahun dan memperketat pengepungan pada Maret 2025 ketika menutup seluruh perbatasan dan memblokir pengiriman makanan dan obat-obatan, yang mendorong wilayah tersebut ke dalam kelaparan.
Sumber: MEMO