0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Spesial Venezuela

    Ekonomi Venezuela Babak Belur, Pemimpin Baru Dapat Beban Besar - detik

    3 min read

     

    Ekonomi Venezuela Babak Belur, Pemimpin Baru Dapat Beban Besar

    Retno Ayuningrum - detikFinance
    Jumat, 09 Jan 2026 07:47 WIB
    Perbatasan Kolombia-Venezuela/Foto: REUTERS/Luisa Gonzalez
    Daftar Isi
    Jakarta -

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berambisi untuk membangkitkan kembali industri minyak Venezuela. Trump meyakini, campur tangan perusahaan AS bakal jadi kunci pemulihan ekonomi negara tersebut.

    Sayangnya, mewujudkan ambisi tersebut ternyata tak semudah itu. Meski punya cadangan minyak terbesar di dunia, Venezuela sedang tertekan akibat korupsi, sanksi ekonomi, hingga pasar minyak yang tidak stabil. Situasi ini menjadi tantangan bagi siapa pun yang akan memimpin negara itu ke depan.

    Hampir satu dekade lalu, Venezuela pernah mengalami inflasi 65.000%. Akibatnya, harga barang melonjak serta langka hingga mata uang Bolivar tak lebih berharga dari kertas biasa.

    Baca juga:

    Inflasi Tinggi

    Saat ini, inflasi masih berada di angka tiga digit, menyebabkan mayoritas penduduk hidup dalam kemiskinan. Menurut Program Pangan Dunia (WFP), sebanyak 40% penduduk menghadapi krisis pangan. Kelangkaan ini, ditambah dengan represi politik, telah memaksa sepertiga penduduk untuk melarikan diri ke luar negeri.

    Mantan Pemimpin perusahaan minyak Citgo, Luisa Palacios, menyebut kehancuran ekonomi di Venezuela hanya bisa disandingkan dengan negara-negara yang baru melalui perang besar.

    "Negara ini butuh membangun kembali hukum. Aturan dasar ekonomi yang berfungsi harus segera diterapkan," ujar Palacios dikutip dari CNN, Jumat (9/1/2026).

    Meski Trump optimistis, para pakar menyebut tidak ada solusi instan untuk Venezuela, karena lebih dari 90% ekspor negara ini hanya bergantung pada minyak. Menghidupkan kembali industri minyak ini diperkirakan bakal memakan biaya puluhan miliar dolar AS, itu pun baru langkah awal.

    "Kita masih di babak pertama dari pertandingan yang sangat, sangat panjang," tambah Palacios.

    Baca juga:

    Siapa Akan Pimpin Venezuela?

    Hingga kini, siapa yang akan memimpin Venezuela masih menjadi tanda tanya. Pilihannya berkisar antara sisa-sisa pemerintahan Nicolás Maduro yang digulingkan, pemimpin oposisi yang diyakini banyak pihak memenangkan pemilu tahun lalu. Atau bahkan pemerintahan Trump sendiri, seperti yang sempat diisyaratkan Trump pada hari Sabtu.

    Pakar Hubungan Internasional di Council on Foreign Relations, Roxanna Vigil menilai perlunya restrukturisasi utang. Selain itu, AS perlu mencabut sanksi terhadap Venezuela dan membuka pintu bagi bisnis asing.

    Seorang sumber pemerintahan mengatakan kepada CNN bahwa sanksi minyak akan tetap berlaku untuk saat ini. Sementara itu, Gedung Putih belum memberikan jawaban mengenai rencana restrukturisasi utang Venezuela.

    Simak juga Video 'Wapres Venezuela Ucap Sumpah Gantikan Maduro, Singgung 'Penculikan' AS':

    Komentar
    Additional JS