Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita F-16 Featured Spesial Ukraina

    Separuh F-16 Ukraina Tak Siap Tempur, Zelensky Minta Perawatan Dipindah dari Eropa ke Negaranya - Tribunnews

    6 min read

     


    Tangkapan layar YouTube WION A-A+ JET TEMPUR F-16 - Tangkapan layar YouTube WION diambil pada Senin (14/4/2025) menunjukkan Jet Tempur F-16 Ukraina dalam Pertempuran Udara. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah menembak jatuh jet tempur F-16 rancangan AS yang dioperasikan oleh Ukraina. 

    Separuh F-16 Ukraina Tak Siap Tempur, Zelensky Minta Perawatan Dipindah dari Eropa ke Negaranya

    TRIBUNNEWS.COM - Ukraina menghadapi persoalan serius dalam mengoperasikan jet tempur F-16 yang dipasok negara-negara Barat.

    Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan sekitar separuh F-16 Ukraina saat ini berada di Eropa untuk menjalani perbaikan dan perawatan dalam waktu yang cukup lama.

    Kondisi tersebut membuat sebagian armada yang dibutuhkan untuk menghadapi serangan udara Rusia tidak dapat digunakan di medan perang.

    Dalam wawancara dengan Financial Times, Zelensky mengatakan F-16 telah menunjukkan efektivitas dalam menghadapi jenis pesawat nirawak atau UAV Rusia yang baru.

    Namun, kemampuan tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal ketika sejumlah besar pesawat harus ditarik dari operasi untuk menjalani pemeliharaan.

    Menurut Zelensky, Kyiv kini meminta negara-negara mitra Barat membantu memindahkan sebagian fasilitas pemeliharaan F-16 ke Ukraina.

    Langkah itu dinilai dapat memangkas waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan pesawat ke status operasional.

    Dengan fasilitas perawatan yang lebih dekat dengan wilayah operasi, jet yang mengalami kerusakan atau membutuhkan pemeriksaan berkala tidak harus menjalani proses panjang untuk dikirim ke Eropa.

    F-16 Jadi Andalan Baru Pertahanan Udara

    Ukraina mulai menerima F-16 dari negara-negara Eropa pada Juli 2024. \

    Berdasarkan laporan, Kyiv telah menerima sekitar 40 hingga 50 unit sejak pengiriman pertama tersebut.

    Dari jumlah itu, sekitar 40 pesawat disebut masih dioperasikan Angkatan Udara Ukraina.

    Sedangkan sedikitnya lima F-16 telah hilang sejak program pengiriman dimulai akibat kecelakaan, tabrakan, maupun kerugian dalam pertempuran.

    Zelensky mengatakan F-16 memiliki peran penting dalam menghadapi gelombang serangan udara Rusia.

    Dalam lebih dari dua tahun sejak mulai digunakan, pesawat tersebut disebut telah mencegat lebih dari 1.000 rudal dan drone Rusia serta menyumbang sekitar 80 persen dari total sorti Angkatan Udara Ukraina.

    Angka tersebut menunjukkan mengapa kesiapan armada F-16 menjadi persoalan penting bagi Kyiv. Setiap pesawat yang terlalu lama berada di fasilitas perawatan berarti berkurangnya jumlah jet yang tersedia untuk menjalankan misi pertahanan udara.

    Namun, naskah sumber tidak merinci apakah seluruh F-16 yang berada di Eropa sedang menjalani perbaikan akibat kerusakan tempur atau sebagian merupakan bagian dari jadwal pemeliharaan rutin.

    Ukraina Kejar Ketertinggalan Drone Rusia

    Persoalan F-16 muncul bersamaan dengan upaya Ukraina memperkuat kemampuan menghadapi serangan drone Rusia.

    Zelensky mengatakan Ukraina masih menghadapi kendala dalam memproduksi drone pencegat, salah satunya terkait ketersediaan mesin.

    “Mesin adalah elemen kunci; kami sebenarnya harus mengimpor banyak mesin. Meskipun kami memproduksi beberapa jenis mesin sendiri, jumlahnya masih belum mencukupi untuk memenuhi permintaan,” kata Zelensky.

    Keterbatasan tersebut menjadi masalah tersendiri karena perang udara antara Rusia dan Ukraina semakin banyak menggunakan drone dalam jumlah besar.

    Dalam situasi seperti itu, Kyiv tidak hanya membutuhkan sistem pertahanan udara berbasis rudal, tetapi juga pesawat tempur dan drone pencegat yang dapat digunakan untuk menghadapi ancaman udara dengan biaya serta kecepatan respons yang berbeda.

    Karena itu, keberadaan F-16 di luar Ukraina untuk waktu lama menjadi perhatian strategis bagi Kyiv.

    Tambahan F-16 dari Belgia

    Ukraina juga masih berupaya menambah jumlah F-16 yang tersedia. Pada September, Zelensky mengumumkan kesepakatan dengan Belgia yang menurutnya akan memungkinkan Ukraina menerima tiga F-16 sebelum akhir 2026.

    Zelensky juga membahas kebutuhan Ukraina terkait sistem pertahanan udara dan dukungan terhadap skuadron F-16 dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri Norwegia.

    Tambahan pesawat dapat memperbesar kapasitas Ukraina, tetapi persoalan pemeliharaan menunjukkan bahwa jumlah pesawat bukan satu-satunya faktor penentu.

    F-16 merupakan sistem persenjataan kompleks yang membutuhkan suku cadang, teknisi, fasilitas pemeliharaan, persenjataan, serta dukungan logistik. Semakin intensif pesawat digunakan, semakin besar pula kebutuhan terhadap rantai pemeliharaan tersebut.

    Bagi Ukraina, tantangannya kini bukan sekadar mendapatkan lebih banyak F-16 dari negara Barat, melainkan memastikan sebanyak mungkin pesawat yang sudah diterima tetap tersedia ketika dibutuhkan untuk mempertahankan wilayah udara.

    Sebelum menerima F-16, Angkatan Udara Ukraina terutama mengandalkan pesawat tempur era Perang Dingin yang diwarisi dari Uni Soviet, termasuk MiG-29 dan Su-27. Kehadiran F-16 kemudian menjadi salah satu perubahan penting dalam struktur kekuatan udara Ukraina.

    Namun, ketergantungan pada fasilitas pemeliharaan di luar negeri memperlihatkan sisi lain dari proses transisi tersebut: Ukraina mendapatkan platform tempur yang lebih modern, tetapi masih membangun infrastruktur dan kemampuan pendukung agar armada itu dapat dipertahankan dalam operasi perang berkepanjangan.

    Komentar
    Additional JS