Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Kesehatan Rusia Spesial

    Rusia Periksa 5.500 Sampel usai Pekerja Lab Meninggal Misterius, WHO Belum Pastikan Penyebabnya - Tribunnews

    6 min read

     


    Ringkasan Berita:
    • Rusia memeriksa lebih dari 5.500 sampel tanpa menemukan patogen berbahaya yang diuji, termasuk bukti pes pada korban.
    • WHO belum memastikan penyebab kematian pekerja laboratorium dan belum menemukan bukti penularan berkelanjutan.
    • Sekitar 200 orang sempat dikarantina, sementara Rusia membantah laporan kasus kedua pneumonia misterius.

    TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mengetahui penyebab pneumonia yang menewaskan seorang pekerja laboratorium di Rusia pada 2 Oktober 2026 kemarin.

    Meski otoritas kesehatan Rusia telah melakukan lebih dari 5.500 pemeriksaan, penyebab penyakit yang dialami pekerja tersebut masih belum terkonfirmasi.

    Dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (10/10/2026), kasus ini sempat memicu kekhawatiran mengenai kemungkinan wabah pes paru-paru.

    WHO menyatakan belum menemukan bukti penularan berkelanjutan yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

    200 Orang Sempat Dikarantina

    Media Rusia mengidentifikasi pekerja yang meninggal itu sebagai Darya Shipilova, pekerja laboratorium berusia 28 tahun di Institut Penelitian Anti-Wabah Irkutsk Siberia dan Timur Jauh, wilayah Irkutsk, Siberia.

    Setelah Shipilova jatuh sakit dan meninggal, pihak berwenang mengarantina sekitar 200 orang yang berpotensi berkontak dengannya untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran penyakit.

    Pada 6 Oktober, seorang pejabat setempat mengatakan sekitar 60 persen orang yang dikarantina telah dibebaskan.

    Sementara itu, badan pengawas kesehatan Rusia, Rospotrebnadzor, menyatakan Shipilova didiagnosis mengalami pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui.

    Baca juga: Kematian Pekerja Lab Rusia Belum Jelas, CDC Pantau Ketat Dugaan Wabah Pes

    Dugaan pes paru-paru kemudian mencuat setelah Gubernur Buryatia, wilayah yang bertetangga dengan Irkutsk, mengatakan perempuan tersebut kemungkinan meninggal akibat wabah pes.

    Pes paru-paru merupakan infeksi serius akibat bakteri Yersinia pestis

    Penyakit ini menyerang sistem pernapasan dan dapat menular antarmanusia melalui droplet pernapasan.

    Rusia Selesaikan Pemeriksaan Kontak Korban

    Otoritas Rusia menyatakan Shipilova telah menerima vaksinasi sesuai ketentuan.

    Pemeriksaan pascakematian juga tidak mendeteksi pes, sehingga dugaan penyakit tersebut belum terkonfirmasi.

    Pada Kamis (8/10/2026), Rusia mengumumkan telah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh kontak korban dan menyampaikan informasi yang tersedia kepada WHO.

    Menurut laporan Associated Press (AP), otoritas kesehatan Rusia telah melakukan lebih dari 5.500 pemeriksaan tanpa menemukan bukti mikroorganisme patogen berbahaya dalam hasil tes tersebut.

    Informasi itu kemudian menjadi bagian dari penilaian WHO terhadap kasus kematian pekerja laboratorium tersebut.

    WHO Belum Temukan Bukti Penularan

    Dalam pernyataannya pada Sabtu (10/10/2026), WHO mengatakan hasil pemeriksaan terhadap Shipilova dan orang-orang yang pernah berkontak dengannya tidak menemukan patogen berbahaya yang diuji.

    Kontak korban juga dilaporkan tidak menunjukkan gejala. Selain itu, belum ditemukan kasus pneumonia berat lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

    “Berdasarkan informasi yang diberikan, WHO belum mengidentifikasi bukti penularan berkelanjutan yang terkait dengan kejadian ini,” demikian pernyataan WHO, dikutip dari Al Jazeera.

    Meski demikian, WHO menegaskan penyelidikan belum dapat dituntaskan karena diagnosis terhadap pekerja laboratorium yang meninggal belum terkonfirmasi.

    Badan kesehatan PBB itu masih membutuhkan informasi klinis, epidemiologis, dan laboratorium tambahan untuk memperkuat penilaian mengenai penyebab kematian Shipilova.

    Rusia Bantah Laporan Kasus Kedua

    Di tengah penyelidikan tersebut, muncul laporan mengenai dugaan pekerja kedua yang mengalami pneumonia dengan penyebab yang tidak diketahui.

    Baca juga: WHO Minta Rusia Buka Data soal Kematian Pekerja Lab yang Terkait Dugaan Pes

    Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu (7/10/2026) meminta Rusia menanggapi laporan itu.

    Namun, pemerintah Rusia membantah adanya kasus kedua dan menyebut informasi tersebut sebagai informasi palsu.

    Dalam penjelasan melalui email kepada AP, WHO mengatakan dugaan kasus kedua itu sebelumnya dikaitkan dengan pemberitaan dua media tabloid di Inggris dan Serbia yang mengutip laporan dari sumber-sumber di Rusia yang tidak disebutkan secara spesifik.

    Amerika Serikat juga meminta Rusia bersikap transparan mengenai kejadian tersebut.

    Kewaspadaan terhadap pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui meningkat sejak pandemi Covid-19, yang awalnya terdeteksi melalui sejumlah kasus penyakit pernapasan di China.

    Hingga Sabtu (10/10/2026), WHO belum memastikan penyebab kematian Shipilova maupun menemukan bukti penularan berkelanjutan yang berkaitan dengan kasus tersebut.

    (Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

    Komentar
    Additional JS