Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Donald Trump Featured Spesial Ukraina Zelensky

    Trump Tekan Zelensky Mundur, Ukraina Tegaskan Dukungan Rakyat Tak Tergoyahkan - Tribunnews

    7 min read



    TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.691 pada Minggu (11/10/2026), di tengah memanasnya perseteruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Kyiv.

    Trump mendesak Ukraina mencari pemimpin baru yang bersedia berdamai dengan Rusia.

    Desakan itu dibalas pemerintah Ukraina dengan menegaskan bahwa rakyat berhak menentukan pemimpinnya sendiri.

    Dilansir dari The Guardian, perseteruan tersebut menguat setelah Presiden Volodymyr Zelensky mengecam kesepakatan Trump dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Trump menuding Zelensky menolak kompromi untuk mengakhiri perang.

    Berikut perkembangan terbaru perang Rusia-Ukraina pada hari ke-1.691:

    Trump Desak Zelensky Diganti

    Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mendesak Ukraina mencari pemimpin baru setelah berselisih dengan Presiden Volodymyr Zelensky terkait kesepakatan dengan Rusia dan upaya mengakhiri perang.

    Pernyataan Trump tersebut langsung mendapat respons dari pemerintah Ukraina yang menegaskan Zelensky masih mendapat dukungan rakyat dan berhak menentukan masa depan kepemimpinan negaranya sendiri.

    Perseteruan keduanya memanas setelah Zelensky mengecam kesepakatan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang memungkinkan Moskow memasok solar ke pasar global.

    Pada Jumat (9/10/2026), Zelensky menyebut kesepakatan itu “mengerikan”, serta menilainya “tidak adil dan tidak jujur”.

    Sehari kemudian, Trump meminta Zelensky menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia.

    Baca juga: Trump Desak Ukraina Punya Presiden Baru, Zelensky Disalahkan atas Perang dengan Rusia

    “Dia sebaiknya berhenti,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Sabtu (10/10/2026).

    Trump juga menyatakan Ukraina membutuhkan “pemimpin baru” dan menuding Zelensky berulang kali melewatkan kesempatan untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak invasi skala penuh Rusia pada 2022.

    Tanpa memberikan bukti, Trump menuduh Zelensky menolak kompromi untuk mencapai kesepakatan damai dengan Moskow.

    “Rusia ingin membuat kesepakatan, tetapi karena alasan apa pun, Zelensky tidak ingin membuat kesepakatan,” kata Trump kepada wartawan.

    Trump juga mengklaim Putin sangat ingin mengakhiri perang, merujuk pada percakapan teleponnya dengan pemimpin Rusia tersebut pada Jumat.

    Pernyataan Trump muncul ketika Rusia melancarkan serangan terhadap warga sipil Ukraina yang dilaporkan menewaskan 20 orang, termasuk tiga anak.

    Ukraina Tegaskan Zelensky Didukung Rakyat

    Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga membela Zelensky setelah Trump menyerukan pergantian kepemimpinan di Kyiv.

    Sybiga menegaskan bahwa keputusan mengenai pemimpin Ukraina berada di tangan rakyat negara tersebut, bukan pihak asing.

    “Dia mendapat dukungan dari rakyat Ukraina, dan mereka berhak untuk memutuskan,” kata Sybiga pada Sabtu.

    “Pernyataan dari luar negeri hanya menegaskan bahwa dia menjalankan tugasnya dengan baik. Dia layak mendapat dukungan,” lanjutnya.

    Pernyataan itu menjadi respons langsung pemerintah Ukraina terhadap desakan Trump agar negara tersebut memiliki pemimpin baru yang bersedia membuat kesepakatan damai dengan Rusia.

    Baca juga: Rudal FP-9 Ukraina Bidik Moskow, Zelensky Perintahkan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

    Inggris Tegaskan Solidaritas kepada Ukraina

    Di tengah perseteruan Washington dan Kyiv, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyampaikan dukungan kepada Zelensky.

    Menurut pernyataan Downing Street, Burnham berbicara melalui telepon dengan Zelensky dan menegaskan solidaritas penuh Inggris terhadap Ukraina.

    Burnham mengakui bahwa 24 jam terakhir menjadi periode sulit bagi Ukraina.

    Kedua pemimpin juga membahas pentingnya mempertahankan tekanan terhadap Rusia.

    Burnham menegaskan Inggris akan terus memperkuat sanksi terhadap Moskow dan mengambil langkah tambahan untuk membatasi kemampuan Rusia melanjutkan perang.

    Keduanya sepakat bertemu secara langsung dalam beberapa hari mendatang.

    Utusan Trump Dikabarkan Akan Kunjungi Moskow

    Di tengah perbedaan sikap mengenai upaya mengakhiri perang, jalur diplomasi antara Amerika Serikat dan Rusia masih berlanjut.

    Kantor berita negara Rusia pada Sabtu melaporkan negosiator AS Steve Witkoff dan Jared Kushner kemungkinan mengunjungi Moskow dalam dua pekan ke depan.

    Laporan tersebut mengutip seorang sumber yang tidak disebutkan identitasnya.

    Witkoff dan Kushner selama ini memimpin upaya AS untuk menengahi kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina.

    Baca juga: Separuh F-16 Ukraina Tak Siap Tempur, Zelensky Minta Perawatan Dipindah dari Eropa ke Negaranya

    Kemungkinan kunjungan tersebut muncul ketika Trump menyatakan Putin ingin mencapai kesepakatan, sementara pemerintah Ukraina menegaskan dukungannya kepada Zelensky di tengah tekanan dari Washington.

    (Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

    Komentar
    Additional JS