Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Pasukan Angkatan Darat Iran Gagalkan Peluang Invasi Darat AS - SindoNews

    2 min read


    A A A

    Pasukan Angkatan Darat Iran gagalkan peluang invasi darat AS. Foto/Press TV

    TEHERAN - Pasukan Angkatan Darat Iran menggagalkan peluang Amerika Serikat untuk melancarkan invasi darat dengan mengerahkan unit-unit elite dan brigade di sepanjang perbatasan. Itu diungkapkan juru bicara Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Mohammad Akrami-Nia.

    "Pasukan elite dan brigade dari Angkatan Darat, dengan melakukan pengerahan di sepanjang perbatasan, telah menutup peluang pihak Amerika untuk melakukan invasi darat, dan hingga hari ini mereka masih bertahan di posisi masing-masing dengan semangat tinggi," ujar Akrami-Nia dalam wawancara dengan Kantor Berita Fars yang diterbitkan pada hari Sabtu.

    Ia mengatakan bahwa operasi udara dan pertahanan udara Angkatan Darat mendapatkan sorotan luas dari media, termasuk keberhasilan menjatuhkan pesawat musuh, namun ia menegaskan bahwa upaya pasukan darat Angkatan Darat juga layak mendapatkan perhatian lebih besar.

    Menurut Akrami-Nia, pengerahan pasukan darat tersebut mencegah Amerika Serikat mendapatkan peluang ataupun keberanian untuk melakukan serangan darat.

    Juru bicara Angkatan Darat itu juga menyoroti peran pasukan darat bersama dengan Angkatan Udara, Angkatan Pertahanan Udara, dan Angkatan Laut, seraya menyatakan bahwa tindakan mereka telah menutup peluang musuh untuk bertindak.

    AS dan rezim Israel melancarkan perang kriminal pertama mereka terhadap Iran, yang berlangsung selama 12 hari, pada bulan Juni 2025. Agresi kedua mereka dimulai pada 28 Februari 2026 dan terhenti pada awal April setelah berlangsung selama 40 hari.

    Dalam kedua perang tersebut, perlawanan Iran dan keberhasilan operasi pembalasan memaksa pihak agresor untuk menerima gencatan senjata.

    Iran juga terus memegang kendali ketat atas Selat Hormuz sejak masa-masa awal perang kedua yang dipaksakan tersebut. Pada bulan Juli, Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan udara mematikan terhadap Iran dan menerapkan blokade laut atas negara tersebut, yang melanggar Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad dengan Republik Islam Iran—yang ditandatangani pada 17 Juni—untuk mengakhiri perang.

    Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan dahsyat terhadap target-target strategis Amerika di seluruh Asia Barat dan menyatakan Selat Hormuz tertutup bagi segala lalu lintas.

    (ahm)

    Komentar
    Additional JS