Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kabut Asap Lintas Peristiwa Spesial

    Ikon Kuala Lumpur Tenggelam dalam Kabut Asap Indonesia, Kualitas Udara Masuk Zona Berbahaya - Tribunnews

    8 min read


    Tangkap layar video Viory A-A+ MENARA PETRONAS. - Warga Kuala Lumpur mengeluhkan sesak napas dan buruknya jarak pandang akibat kabut tebal yang dikaitkan dengan kebakaran hutan di Indonesia, hingga menyelimuti sebagian Menara Kembar Petronas dan Merdeka 118 serta memaksa sekolah-sekolah di sejumlah wilayah ditutup pada Jumat. 
    Ringkasan Berita:
    • Kabut asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan menyelimuti Kuala Lumpur hingga menutupi sebagian Menara Kembar Petronas dan Merdeka 118.
    • Indeks kualitas udara Kuala Lumpur mencapai 222, masuk kategori sangat tidak sehat, sementara sekolah di sejumlah wilayah Malaysia diperintahkan tutup.
    • Laporan Astro Awani yang ditayangkan KompasTV menyebut 31 kawasan di Semenanjung Malaysia mencatat indeks pencemaran udara di atas 100, disertai peningkatan penyakit saluran pernapasan.

    TRIBUNNEWS.COM - Kabut asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menyelimuti Kuala Lumpur, Malaysia, hingga menutupi sebagian bangunan ikonik kota tersebut.

    Warga mengeluhkan sesak napas dan buruknya jarak pandang, sementara pemerintah Malaysia memerintahkan penutupan sekolah di sejumlah wilayah terdampak.

    Dikutip dari Viory, Jumat (9/10/2026), rekaman video memperlihatkan Menara Kembar Petronas dan Merdeka 118, dua bangunan pencakar langit terkenal di Kuala Lumpur, sebagian tertutup kabut tebal.

    Sejumlah pejalan kaki juga terlihat beraktivitas di jalanan yang diselimuti kabut asap.

    Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga, terutama karena kabut semakin pekat dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

    "Situasi kabut asap semakin memburuk. Setiap kali saya ingin pergi ke masjid untuk salat Jumat, saya merasa sedikit sesak napas," kata seorang warga kepada Viory.

    Warga tersebut juga mengaku melihat banyak orang batuk dan khawatir kondisi itu berdampak pada kesehatan masyarakat.

    Warga lainnya mendesak pemerintah mengambil tindakan lebih tegas, terutama untuk melindungi anak-anak yang masih beraktivitas di tengah kabut asap.

    Ia mempertanyakan mengapa anak-anak masih harus pergi ke sekolah ketika kondisi udara semakin memburuk.

    Kualitas Udara Kuala Lumpur Sangat Tidak Sehat

    Buruknya kondisi udara di Kuala Lumpur juga tercermin dari hasil pemantauan kualitas udara.

    Baca juga: Kabut Asap Kebakaran Hutan RI: Malaysia Liburkan Sekolah, Kualitas Udara Singapura Terburuk di Dunia

    Menurut laporan Viory yang mengutip platform pemantauan kualitas udara IQAir, Kuala Lumpur dan Singapura masuk dalam daftar 10 kota besar paling tercemar di dunia pada Jumat.

    Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Kuala Lumpur dilaporkan mencapai 222 pada pukul 14.30 waktu setempat. Pada waktu yang sama, AQI Singapura tercatat sebesar 212.

    Kedua angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat berdasarkan skala AQI Amerika Serikat.

    Kabut asap itu dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan, Indonesia.

    Asap dilaporkan menyebar ke sejumlah wilayah Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Filipina.

    31 Kawasan di Semenanjung Malaysia Terdampak

    Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan warga Kuala Lumpur, tetapi juga meluas ke sejumlah wilayah lain di Malaysia.

    Dalam laporan wartawan Astro Awani, Rudi Effendi Kalik, yang ditayangkan dalam program Kompas Petang di kanal YouTube KompasTV pada Minggu (11/10/2026), disebutkan sebanyak 31 kawasan di Semenanjung Malaysia mencatat indeks pencemaran udara di atas 100.

    Rudi menjelaskan, kabut asap yang sebelumnya melanda Sarawak mulai bergerak ke Semenanjung Malaysia sejak pekan lalu.

    Berdasarkan data yang disampaikannya, sejumlah wilayah di Johor mencatat indeks pencemaran udara tinggi.

    Johor mencapai 185, disusul Larkin dengan 183, serta Batu Pahat dan Pasir Gudang yang masing-masing mencatat 182.

    Sementara itu, Kuching di Sarawak mencatat indeks 154. Kabut asap juga meluas hingga Kuala Lumpur, Pahang, dan Perak.

    Sekolah Ditutup, Gangguan Pernapasan Meningkat

    Memburuknya kualitas udara mendorong pemerintah Malaysia mengambil langkah untuk melindungi kesehatan masyarakat.

    Menurut laporan Viory, Kementerian Pendidikan Malaysia memerintahkan penutupan sekolah pada Jumat (9/10/2026) di Kuala Lumpur, Putrajaya, Johor, Melaka, Negeri Sembilan, Selangor, serta Distrik Rompin di Pahang.

    Baca juga: Seloroh Anwar Ibrahim soal Surplus APBN Malaysia: Bonus Buat Penanganan Kabut Asap Boleh?

    Dalam laporan KompasTV, Rudi menjelaskan bahwa sekolah di kawasan dengan indeks pencemaran udara mencapai 180 atau lebih akan diliburkan.

    Sekolah yang mencatat indeks di atas 150 selama tiga hari berturut-turut juga dapat menghentikan pembelajaran tatap muka dan beralih ke pembelajaran dari rumah atau PdPR.

    Dampak kabut asap juga dilaporkan pada kesehatan warga.

    Rudi menyebut penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan di Malaysia meningkat sebesar 10,43 persen berdasarkan informasi yang diperolehnya dari otoritas kesehatan setempat.

    Namun, laporan tersebut tidak merinci periode pembanding maupun jenis penyakit yang tercakup dalam angka kenaikan tersebut.

    Selain sekolah, kegiatan lain turut terdampak.

    Rudi mengatakan peringatan Hari Olahraga Nasional di Bukit Jalil yang dijadwalkan berlangsung sehari sebelumnya ditunda karena kondisi kabut asap.

    Pemerintah Malaysia juga menekankan pentingnya mengutamakan kesehatan masyarakat di tengah memburuknya kualitas udara.

    Sementara itu, Viory melaporkan kabut asap berpotensi bertahan hingga Oktober dan November apabila kondisi kering terus memicu kebakaran hutan dan lahan gambut di kawasan Asia Tenggara.

    (Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

    Komentar
    Additional JS