Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Beijing Berita China Featured Jepang Spesial Wisata

    Wisatawan China ke Jepang Turun 56,7 Persen di Tengah Imbauan Beijing - Tribunnews

    5 min read

     


    Ringkasan Berita:
    • Jumlah wisatawan China ke Jepang pada Januari–Agustus 2026 mencapai 2,9 juta orang, turun 56,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 
    • JNTO menyebut berkurangnya penerbangan, faktor program sekolah, kondisi ekonomi China, dan suasana hubungan kedua negara sebagai sejumlah faktor yang berkaitan dengan penurunan 
    • Namun, minat wisatawan China ke Jepang masih ada meski sebagian memilih menunda perjalanan

    Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

    TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Jumlah wisatawan asal China yang mengunjungi Jepang pada Januari–Agustus 2026 mencapai 2.904.600 orang, turun 56,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut data Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO) yang diterbitkan baru-baru ini.

    Penurunan itu kontras dengan pertumbuhan kunjungan dari sejumlah pasar lain, termasuk Korea Selatan dan Taiwan.

    Dalam uraian JNTO tertulis, berkurangnya penerbangan dan faktor terkait program sekolah selama liburan disebut turut memengaruhi kunjungan dari China.

    Laporan tersebut juga mengaitkan penurunan dengan kondisi ekonomi China dan suasana hubungan kedua negara. Namun, pengaruh masing-masing faktor terhadap angka kunjungan belum dijabarkan secara terukur.

    Selain itu laporan menyinggung ketentuan keluar-masuk wilayah China yang disebut berlaku mulai 15 September dan berkaitan dengan tenaga ahli di bidang teknologi strategis. 

    "Ketentuan baru China itu berlaku dan berdampak setelah Agustus, namun ketentuan itu tidak dapat menjelaskan penurunan kunjungan selama Januari–Agustus, meskipun  memperkirakan kemungkinan pengaruhnya terhadap rencana perjalanan ke Jepang menjadi semakin berkurang gara-gara aturan pemerintah China tersebut," ungkap sumber Tribunnews.com di industri pariwisata Jepang Selasa (6/10/2026).

    Baca juga: Kebocoran Data Pribadi di Jepang Melonjak Pesat, Pakar Soroti Kemungkinan Penyalahgunaan AI

    Di tengah penurunan kunjungan ke Jepang, Korea Selatan disebut semakin diminati wisatawan China. Berdasarkan pemberitaan media China yang dikutip dalam laporan, jumlah warga China yang mengunjungi Korea Selatan pada Juli meningkat 29 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.

    Kemudahan visa, jarak perjalanan yang dekat, dan biaya yang relatif lebih terjangkau dibandingkan perjalanan ke Eropa atau Amerika disebut menjadi daya tarik Korea Selatan.

    Namun, peningkatan kedatangan wisatawan juga memunculkan perdebatan di Korea Selatan. Laporan menyebut sekitar 20.000 orang mendukung petisi yang meminta penghentian fasilitas masuk tanpa visa bagi warga China.

    Keluhan mengenai sampah dan perilaku sebagian pengunjung ikut muncul dalam perdebatan tersebut. Kekhawatiran tentang keamanan yang disampaikan dalam petisi merupakan pandangan sebagian masyarakat, bukan bukti bahwa peningkatan wisatawan menyebabkan kenaikan kriminalitas.

    Sementara itu, di Jepang, sejumlah unggahan media sosial menyebut berkurangnya wisatawan China membuat beberapa kawasan wisata terasa lebih lengang. Ada pula pengguna yang mengaku memperoleh harga hotel di Kyoto lebih murah daripada perkiraan.

    Pengalaman tersebut bersifat individual dan belum cukup untuk menggambarkan perubahan harga hotel secara keseluruhan.

    Meski kunjungan dari China menurun, laporan menyebut pertumbuhan wisatawan dari negara dan wilayah lain membantu mengimbangi penurunan tersebut.

    Di balik angka kunjungan, masih ada wisatawan China yang berharap dapat kembali berlibur ke Jepang. Seorang warga Shanghai yang diwawancarai penulis laporan mengaku memilih perjalanan domestik ke Yunnan, meskipun sebenarnya ingin mengunjungi Kyoto.

    Ia merindukan pemandangan musim gugur, berkeliling kuil, dan mengumpulkan goshuin, yakni cap serta tulisan kenang-kenangan dari kunjungan ke kuil.

    Menurut penuturannya, suasana yang dirasakan kurang mendukung perjalanan ke Jepang membuatnya menunda rencana tersebut. Ia berharap dapat kembali berkunjung pada libur Tahun Baru Imlek 2027.

    Kesaksian itu menunjukkan bahwa minat terhadap Jepang masih ada, meskipun sebagian calon wisatawan memilih menunggu perkembangan hubungan kedua negara sebelum melakukan perjalanan.

    Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

    Komentar
    Additional JS